Akhirnya Aku Kalah

Akhirnya Aku Kalah
Gugur satu tumbuh satu


__ADS_3

Alif begitu senang melihatku pulang dari rumah sakit begitupun yang aku rasakan. Untuk menghilangkan rasa sedih dihati akibat kehilangan anak, aku memulai berbagai kegiatan tapi yang ringan-ringan saja selebihnya harus banyak istirahat. Sahir pun memulai lagi pekerjaannya karena beberapa belakangngan terakhir ini dia tidak pergi berjualan.


Nggak kerasa sudah dua bulan berlalu, aku merasa ada keanehan dalam diriku. Aku yang dulunya tidak terlalu suka dengan makan kecut kini aku menyukainya. Setiap hari aku menyuruh suamiku untuk membelikan ku sebuah jambu putih, entah mengapa aku sangat menyukainya. Suamiku pun sangat heran melihatku. Aku mulai tersadar ternyata aku telat datang bulan. Dalam hati berkata apa jangan-jangan aku hamil.??? Aahhh ... itu mungkin hanya mimpi. Baru kemarin aku keguguran... Tapi..... kalau itu benar Alhamdulillah......


Untuk menghilangkan keraguanku aku meminta kepada suamiku untuk membelikan aku alat tes kehamilan.


Esok harinya Sahir membelikan ku alat tes kehamilan. Aku dan suami deg-degan dengan hasilnya. Setelah melakukan tes ternyata aku hamil. Aku begitu senang akhirnya aku hamil lagi begitupun dengan Sahir begitu bahagia.

__ADS_1


"Sayang..... Mulai besok kamu jangan terlalu capek. " Ucap Sahir.


"iyha sayang...." jawabku. "Bagaimana kalau kita pergi periksa kandunganku dulu untuk memastikannya.?? Tanyaku pada suamiku.


" Iyha ... besok kita pergi periksa." jawab Sahir.


"Alhamdulillah.... Allah memberikan kita kepercayaan lagi." Ucapku dalam hati.

__ADS_1


Kali ini aku harus banyak-banyak istirahat, tidak boleh terlalu capek. Tapi selama aku hamil semua yang aku tidak suka di waktu tidak hamil kini aku menyukainya. Aku merasakan perbedaan yang jauh dari kehamilan pertama, kedua dan ketiga. Di kehamilan ketiga ini, aku sangat suka makanan yang kecut dan tidak suka makanan yang manis. Bahkan selerah makanku kali ini menurun. Padahal waktu hamil pertama aku sangat suka makan. Hamil ketigaku ini sangat membuatku tersiksa. Setiap makanan yang masuk kedalam perutku hanya bertahan beberapa menit saja selebihnya semua keluar. Nafsu makan menurun, kepala sering sakit padahal tidurku cukup. Aku mulai ketakutan, aku takut kejadian sebelumnya. Tapi Sahir selalu menguatkan ku.


Tak terasa usia kehamilanku sudah memasuki 20 Minggu. Tapi mualku tak kunjung hilang sampai sekarang. Setiap bulan aku pergi memeriksakan kandunganku. Alhamdulillah keadaannya baik-baik saja.


Aku bersyukur Allah begitu baik kepadaku. Dia masih memberikanku kesempatan untuk merasakan yang namanya hamil. Inilah janji Allah bagi orang-orang yang sabar dan ikhlas.


Selama aku hamil aku merasa Sahir kurang perhatian kepadaku tidak seperti waktu kehamilan pertama. Setiap apa yang aku inginkan pasti di tolaknya dengan alasan tidak ada uang. Contohnya saja aku menyuruhnya untuk membelikan ku susu tapi dia tidak membelikan ku dengan alasan uangnya tidak cukup. Tapi aku harus percaya dengan suamiku keadaan kami sekarang berbeda dengan yang dulu. Pekerjaan suamiku yang dulu begitu bagus, gaji yang cukup tapi sekarang tidak. Semuanya berbeda. Untuk mendapatkan uang seratus ribu saja itu sangat susah. Dia harus berkeliling kampung menjual sayur itupun kalau pembeli lagi ramai kalau tidak cukup menarik nafas saja dan sabar. Aku harus mengerti dengan keadaan kami. Apa yang aku inginkan selama hamil aku harus tahan. Tapi aku yakin dengan rencana Allah semuanya akan indah pada waktunya.

__ADS_1


__ADS_2