Akhirnya Aku Kalah

Akhirnya Aku Kalah
Pernikahan kedua Ayah


__ADS_3

Ayah terlihat kebingungan, dia beberapa kali mondar mandir masuk rumah. Entah apa yang ada di benaknya sepertinya ada yang mengganggu pikirannya..


"Ayah kenapa??" Tegur pUtri kebingungan


"Ayah nggak apa-apa nak..." Jawab Ayah


Ayah melanjutkan perjalanan menuju ke tempat kerja. Pekerjaan ayah hanya seorang sopir semen. Gajinya pun tak seberapa cukuplah untuk menghidupi ketiga anaknya. Ayah lelaki yang kuat dan sabar dalam menghadapi anak-anaknya yang kadang melawannya yang tak mendengar perkataannya.


Semenjak di tinggal ibu, Ayah sering sekali nongkrong bareng teman sampai tengah malam. Pernah suatu hari Ayah pulang dalam keadaan mabuk.


Ayah sepertinya kesepian bagaimana tidak sudah empat tahun kepergian ibu , ayah masih sendiri belum ada niat untuk menikah lagi.


Tiba- tiba teman Ayah datang ke rumah, awalnya Putri mengira dia mencari Ayah tetapi ternyata tidak.  Dia ingin memberitahukan kepada Putri dan Rehan bahwa Ayahnya ingin menikah lagi.


Putri dan Rehan terlihat kaget mendengar ucapan teman Ayah.


"Emangnya Ayah Putri tidak memberitahumu?" Tanya teman Ayah


"Tidak " jawab Putri sambil menggelengkan kepalanya.


"Sebenarnya Ayah putri yang menyuruh saya untuk memberitahu mu nak, soalnya ayah kamu malu dan tidak tahu mau mulai darimana  dia cerita sama kamu nak. Jadi saya datang kemari untuk menyampaikan perihal itu." Jelas teman ayah.


"Ohiye om... Nanti saya bicarakan sama ayah kalau dia sudah pulang."


Teman ayah mulai meninggalkan rumah, nampak dari kejauhan terlihat ayah sedang menuju kami yang baru saja pulang kerja.

__ADS_1


Ayah terlihat kecapean, baru masuk rumah dia langsung rebahkan tubuhnya tanpa mengganti pakaiannya terlebih dulu.


Putri menghampiri Ayahnya yang sedang rebahan, dan langsung menanyakan perihal yang di katakan temannya tadi.


Ayah membenarkan hal tersebut. Jawabannya sama dengan temannya.


Satu Minggu berlalu ayah kemudian memperkenalkan calon istrinya kepada kami anak-anaknya.


Wanita itu terlihat baik, ramah, dan keibuan. Sepertinya Ayah sangat menyukai wanita itu. Wanita itu bernama Nagita. Nagita merupakan janda dengan dua anak. Ternyata salah satu anak Nagita pernah sekampus dengan Ani.


Putri dan Rehan dan kedua adiknya menyetujui ayah menikah lagi,tapi Ani tidak. Ani menolak dengan keras. Walaupun demikian tanpa persetujuan Ani, ayah akan tetap menikah dengan Nagita.


Betul saja hingga tiba pernikahan ayah, Ani nggak datang -datang. Walaupun Ani di telepon terus menerus oleh Putri , Ani nggak angkat bahkan teleponnya di matikan. Putri nggak bisa menghubunginya lagi. Pernikahan ayah dan Nagita tetap dilangsungkan walaupun tanpa kehadiran Ani.


Sebulan setelah menikah, Nagita yang dulunya baik, ramah kini tidak terlihat lagi semuanya berbanding terbalik. Nagita hanya sibuk dengan kedua anak kandungnya tapi tidak peduli dengan anak Ayah. Bahkan Nagita sering kali marah terhadap Ayah jika ayah lama di rumah anaknya.


Ani yang semula tidak setuju kini menyalahkan Putri.  Lola dan Luna pun kena imbasnya.


"Inilah akibatnya ,  tidak mau mendengar perkataanku" ucap Ani dengan judesnya.


Putri dan kedua adiknya hanya tertunduk dan diam tidak tahu mau bilang apa. Karena ini memang kesalahan mereka.


Ayah hanya sekali seminggu menengok  Lola dan Luna. Karena Ani masih kuliah jadi mereka hanya tinggal berdua. Sesekali Putri dan Rehan mengajak adiknya tinggal di rumah cuman mereka nggak enak soalnya Putri masih tinggal bersama kedua mertuanya.


Tak ingin mengecewakan Putri sesekali Lola dan Luna menginap di rumah orang tua Rehan. Mereka di sambut dengan baik oleh orang tua Rehan.

__ADS_1


Kebetulan jarak antara rumah orang tua Rehan dengan Ayah dan istrinya Nagita tidak terlalu jauh sekitar 3 kilometer saja. Jadi jika Lola dan Luna datang ke rumah orang tua Rehan , ayah pasti kesini dan menemui mereka. Ayah tak lupa memberikan uang kepada Lola dan Luna tapi tanpa sepengetahuan Nagita.


Ingin sekali Putri memberontak ke Ayahnya tapi Rehan selalu menahannya. Rehan selalu melarang Putri berbuat seperti itu katanya dia orang tua kamu. Nanti kamu dosa. Biarlah Lola dan Luna untuk sekolahnya kita yang biayaii walaupun sesekali Ayah juga membantu.


Putri begitu kesal dengan sikap Ayahnya yang acuh tak acuh, peduli tapi tak peduli.  Bahkan ketika Luna dalam masalah Nagita istri ayah tak ikut mendampingi.


Putri sudah tidak bisa menahan amarahnya , seakan amarah itu sudah ada di puncak menara dan ingin melompat turun. Benar saja ketika Ayah dan Nagita datang kerumah Putri secara terang-terangan menolak kedatangan mereka. Walaupun Rehan menberiyahu Putri jangan berbuat seperti itu tapi Putri tak menghiraukan ucapan Rehan. Maka terjadilah perdebatan antara Putri dan Nagita. Ayah putri begitu marah dengan Putri. Dia tidak pernah mengajarkan Putri berbuat seperti itu. Rehan dan ayah melerai pertenhkarang putri dan Nagita.


Setelah emosi mulai meredah dan keadaan mulai membaik, ayah mulai menjelaskan perlahan-  lahan bahwa sebagai anak tidak boleh berbuat seperti itu. Putri hanya tertunduk diam tak sepatah katapun ia keluarkan dari mulutnya.


Ayah dan Nagita akhirnya meninggalkan rumah Putri dan Rehan. Setelah Nagita berdamai dengan Putri.


Satu tahun berlalu sikap Nagita mulai berubah, Nagita mulai sedikit peduli dengan anak Ayah hanya saja tidak sepenuh hatinya. Itu terlihat jika ada cara keluarga Nagita tak hadir. Bahkan ketika Luna menikah Nagita hadir hanya sebagai tamu sepertinya dia malu dengan keadaan Luna.


Sikap Nagita kembali terlihat ketika Luna ingin melahirkan, seharusnya dia berada di dekat Luna, menguatkan Luna tapi sayang itu hanya mimpi bagi kami anak Ayah. Nagita hanya terlihat ketika Luna sudah melahirkan. Selaknya seorang ibu melihat anaknya telah melahirkan dia akan perhatian dan membawakan makanan tapi itu tidak di lakukan oleh Nagita. Dia hanya datang dengan tangan kosong.


Tapi mau di kata apa Ayah tetap memilih wanita itu. Ayah sangat mencintai wanita itu dan lebih menuruti kemauan istrinya. Walaupun menyakiti anak-anaknya.


Putri berharap suatu saat nanti hati Nagita berubah menjadi peduli, sayang kepada kami anak Ayah.


Luna kembali ada masalah keuangan, dia tak punya uang untuk biaya persalinan. Soalnya suami Luna sudah beberapa bulan menganggur. Putri, Lola,dan  Ani bergotong royong membantu Luna dalam biaya persalinan keduanya. Nampak dari kejauhan Ayah dan Nagita datang menghampiri dan memberikan uang kepada Luna.


"Syukurlah ,, semoga ini berlangsung lama, sikap peduli Nagita ". Guman putri dalam hati sambil memandang Lola dan Ani.


Untungnya Ayah dan Nagita datang tepat waktu karena uang yang kami kumpulkan tidak cukup. Karena lain biaya perawatan ibu lain pula biaya perawatan anak.

__ADS_1


Akhirnya Luna dan anaknya sudah bisa pulang ke rumah. Setelah biaya perawatan di lunasi. Ayah dan Nagita turut mengantar Luna dan anaknya pulang ke rumah dengan mengendarai mobil yang merupakan punya anak Nagita.


*******


__ADS_2