Akhirnya Aku Kalah

Akhirnya Aku Kalah
Trauma..


__ADS_3

Suasana hari ini begitu damai, ,bersamaan dengan kebahagiaan yang datang kelahiran anak ke dua Putri. Suara tangis memecah keheningan malam disaat orang-orang sudah pada tidur tapi disini Putri sedang berjuang antara hidup atau mati demi sebuah kehidupan baru. Rasa sakit itu terbayarkan dengan kehadiran sesesok bayi cantik. Tangis bahagia terlihat di wajah orang-orang disekelilingnya yang membantunya melahirkan. Rehan juga turut bahagia melihat keduanya sehat-sehat saja.


"Alhamdulillah... Sayang.." ucap Rehan sambil mencium kening istrinya.


Wajahnya tak henti-hentinya tersenyum sekarang mereka berdua memiliki dua orang anak laki-laki dan perempuan. Padahal sebelumnya Bidan sudah mengatakan bahwa anaknya laki-laki. Bahkan sampai tiga kali bidan memeriksa kandungan Putri jawabannya tetap sama bahwa anak anda laki-laki. Tapi kenyataannya setelah keluar anak itu perempuan. Tidak ada seorang pun yang tahu takdir seseorang bahkan alat apapun itu jika itu benar itu hanya sebuah kebetulan. Takdir seseorang hanya Allah yang tahu.


Keesokan harinya Putri sudah bisa pulang karena dia dan anaknya baik-baik saja.


Setibanya di rumah Alif melihat adiknya dan memegan tangan adiknya. Alif juga terlihat bahagia melihat adiknya. Walaupun sesekali sering kali Alif di ejek oleh paman dan bibinya.


"Kamu sudah nggak di sayang sama ayah dan ibumu" seru paman Reza dengan nada mengejek.


"Siapa yang bilang, ayah dan ibu  tetap sayang sama Alif" ucap Rehan sambil memeluk Alif.


Beberapa bulan berlalu adik Alif yang diberi nama Shireen jatuh sakit, badannya panas sekali. Putri masih trauma jika anaknya panas soalnya waktu itu Alif pernah panas tinggi tiba- tiba dia step, mata melotot ke atas, bibir hitam dan tubuhnya kaku. Putri sangat takut kejadian itu terulang kembali. Selama Shireen sakit Putri bergantian dengan Rehan menjaganya, mereka bergantian tidur selama Shireen sakit. Obat yang diberikan dokter Putri rutin memberikannya.


Akibat kelelahan sampai- sampai Rehan dan Putri berasamaan tidur. Selang beberapa menit Shireen panasnya sangat tinggi dan Putri yang memegang tangan Shireen sontak kaget dan langsung terbangun seketika dia melihat  tubuh Shireen kaku, mata molotot ke atas, bibir sudah hitam. Putri sangat takut dan segera berteriak kepada Rehan yang masih tertidur lelap.

__ADS_1


"Sayang ... Cepat bangun lihat Shireen!!" Dengan suara gemetar.


Rehan pun ikut kaget dan cepat menggendong Shireen kepangkuannya sambil dia memegang pantat Shireen dan membacakan ayat kursi dan meniupkannya ke tubuh shireen.


Putri menangis melihat Shireen seperti itu, dia begitu takut. Putri segera memanggil tetangganya. Salah satu tetangganya membawakan kemangi . Kemangi itu  kemudian di kusut- kusutkan ke ke alis Shireen sampai airnya keluar.  Sesekali Putri membacakan Ayat kursi , surah Al- ikhlas, surah an-nas dan surah al - Falaq dan meniupkan ke ubun-ubun Shireen. Putri dan Rehan berganti dan berulang-ulang kali membacakan ayat tersebut.  Alhamdulillah dengan pertolongan Allah Shireen kembali sadar dan mukanya tidak pucat lagi. Tubuh yang kaku kini kembali normal, panasnya pun turun semua itu berkat daun kemangi dan doa kedua orang tuanya.


Perasaan Putri masih sedih dan sangat sangat takut jika anaknya panas.


Putri nggak mau membawa anaknya ke rumah sakit soalnya dia takut karena anak dari bibi Rehan pernah juga mengalami hal seperti itu (step).  kemudian ada sesuatu yang di masukkan ke dalam pantat anak bibi itu namun keadaannya bukannya membaik malah semakin parah. Maka dari itulah  Putri nggak mau membawa Shireen ke rumah sakit. Yang Putri lakukan hanya memberikan obat yang dia beli di apotik.


Badan Shireen nggak mau naik-naik, padahal umurnya sudah hampir dua tahun. Putri mencoba ingin membantu Shireen dengan memberikannya susu formula tapi Shireen nggak mau.


Bu bidan sering memberikan makanan tambahan berupa biskuit dan obat nafsu makan tapi tetap sama beratnya tak bertambah masih sama dengan sebelumnya.


Putri yang sudah agak kesal dengan ucapan Bu Bidan yang mengatakan "ibunya sibuk kali... Nggak perhatiin anaknya?" langsung saja memutuskan perkataan Bu bidan .


"Biarkan saja berat anak saya nggak bertambah yang penting dia sehat. Lihat saja Bu, anak saya pandai berbicara sedangkan banyak yang lebih tua darinya tidak dapat berbicara. Memang anak saya beratnya berada di garis kuning, saya sudah berusaha memberikan asupan yang baik untuknya tapi ini semua sudah takdir. Mau diapa lagi.

__ADS_1


"Mana ada ibu yang tidak mengurus anaknya, seenaknya saja berbicara kalau kamu nggak percaya ayo ke rumah lihat perlakuan aku sehari hari. Padahal kamu kan juga seorang ibu. Pasti tau cara mengurus anak."gumam Putri dengan raut wajah cemberut dan kesal.


Sebentar lagi ulang tahun shireen yang kedua tahun. Niatnya mau ngerayain tapi malah nggak jadi soalnya Shireen sakit lagi. Daripada uang habis ngerayain ulang tahun mendingan uang dihabisin buat berobat Shireen. Namun saat ini obat untuk anak yang sirup sudah dilarang soalnya banyak anak yang meninggal akibat gagal ginjal semua itu akibat dari mengkonsumsi obat cair. Putri semakin takut, karena obat yang dilarang itu Putri sering kali berikan kepada Shireen ketika Shireen sakit.


Berita itu sudah tersebar lua di penjuru dunia, bahkan di sosial media sering di beritakan. Setiap apotik di larang menjual obat sirup untuk anak-anak.  Putri jadi bingun harus bagaimana lagi, mendengar berita itu Putri langsung membuang semua obat sirup yang pernah diberikan ke Shireen. Sekarang Putri nggak punya sama sekali yang disimpan di rumah. Jika Shireen sakit Putri dan Rehan langsung membawa Shireen ke rumah sakit.


Putri sering kali melamun, bahkan dia sering berbicara sendiri. Kenapa ya Allah anakku sakit-sakitan. Salah aku apa??? Mungkin dosaku terlalu banyak jadinya Engkau menguji ku seperti ini. Ataukah engkau sedang marah terhadapaku karena aku sering lupa kepadaMu atau Engkau sedang menguji kesabaran ku. Rehan yang mendengar ucapan Putri yang kebetulan lewat menegur dan memeluk Putri.


"Kamu jangan seperti itu, kamu harus yakin setiap cobaan pasti ada hikmahnya."


Putri hanya terdiam dalam pelukan Rehan. Sesekali air matanya jatuh membasahi pipi sampai ia tak sadari itu.


Dua tahun dua bulan Shireen Alhamdulillah keadaannya baik-baik saja.


"Semoga Shireen nggak sakit lagi" ucap Putri dalam hati.


Alhamdulillah atas izin Allah berkat sebuah kesabaran, keikhlasan dan semua doa yang dipanjatkan Putri di kabulkan oleh Allah. Dua bulan belakangan ini Shireen nggak pernah sakit lagi semoga seterusnya begini.

__ADS_1


__ADS_2