Akhirnya Aku Kalah

Akhirnya Aku Kalah
Penyakit Langkah


__ADS_3

Putri bertemu dengan seseorang di pasar, orang itu sangat aneh. Itupun mereka bertemu tanpa sengaja, dia tak mengenal orang itu begitu pun orang itu tak mengenal Putri. Tapi orang itu tak memalingkan pandangannya ke arah Putri. Mata menatap tajam ke arah Putri. Putri membuang wajahnya karena dia merasa risih dengan orang itu. Tapi itu malah semakin mendekati Putri. Tiba-tiba orang itu berkata


"Kamu sepertinya sakit nak".


"Aku nggak sakit kok Nek." Tepis Putri .


Nenek itu terus mengatakan hal yang sama sampai tiga kali. Putri selalu mengelak perkataan orang tua itu.  Dan mulai meninggalkan nenek itu. Sesekali Putri menatap kearah nenek itu. Sampai akhirnya wajah nenek itu  tak terlihat lagi.


Setelah Putri selesai berbelanja untuk kebutuhan dapur. Putri bergegas pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Putri memberitahu Rehan.


"Sayang tadi aku bertemu dengan seorang nenek, nenek itu aneh sekali , dia berkata kepadaku bahwa aku sakit, padahal aku ini sehat sehat saja." Seru Putri yang belum sempat menyimpan barang belanjaannya di dapur.


"Kamu tenang saja dulu sayang....  Perbaiki perasaanmu ." Seru Rehan sambil memberikan segelas air putih.


Putri meminum segelas air putih yang diberikan Rehan. Setelah air itu habis dia kembali menceritakan kejadian tadi di pasar.


" Coba ceritakan baik-baik kejadian yang kamu alami tadi " ucap Rehan.


"Begini sayang ada seorang nenek yang langsung bicara kepadaku. Katanya aku sakit, jadi aku bilng ke nenek itu aku baik-baik saja." Ucap Putri mengulang yang tadi.


"Kamu nggak usah percaya dengan orang itu.... Apalagi kamu nggak kenal dengannya." Seru Rehan .

__ADS_1


"Iya sihhhh... Sayang.... Cuman yang aku nggak habis fikir kenapa orang itu berkata seperti itu ya... Terus anehnya aku tak melihat nenek itu pergi." Seru Putri takut


"Kamu nggak usah fikirkan perkataan orang itu, mungkin orang itu iseng aja sama kamu sayang..." Ucap Rehan menenangkan Putri.


"Iya sayang..." Ucap Putri sambil menyimpan barang belanjaannya.


Dua hari berlalu, tiba-tiba Putri jatuh sakit, badannya panas sepertinya dia sedang demam. Putri mencoba meminum obat Paracetamol tapi panasnya nggak turun-turun. Rehan kemudian membawa Putri ke rumah sakit. Dokter hanya memberikan obat penurun panas.


Sudah satu Minggu Putri sakit, panasnya nggak mau turun. Tiba-tiba badan Putri memerah, jari tangannya bengkok dan kaku. Rehan kembali membaw Putri ke rumah sakit. Putri sempat di rawat di rumah sakit. Tapi hanya beberapa hari saja. Dokter juga bingung dengan penyakit Putri karena semua yang di cek mulai dari gula darah, gula, asam urat, dan kolesterol semuanya normal saja. Hb Putri juga membaik. Dokter hanya memberi obat penahan rasa sakit.


Orang tua Putri juga bingung. Ini penyakit apa. Orang tua Putri membawa Putri ke orang pintar. Kata orang pintar bahwa putri mendapatkan penyakit kiriman dari orang lain atau biasa di kenal di santet. Ayah Putri sempat kaget, kok bisa . Perasaan Putri nggak pernah ada yang temani bertengkar. Kenapa bisa .??? Ayah terus bertanya-tanya dalam hatinya. Untuk memastikannya ayah menanyakan ke Rehan. Benar saja Rehan pun berkata demikian bahwa putri tidak pernah bertengkar dengan orang lain.


Putri semakin hari semakin parah, penyakitnya semakin menyebar luas di badannya. Dia tidak tau harus berbuat apa soalnya jika ke dokter, dokter hanya berkata semuanya baik-baik saja. Putri dan Rehan kemudian mencoba ke ustaz untuk di ruqyah. Belum sempat di ruqyah Putri keburu pingsang. Putri yang baru mau masuk ke pintu jatuh tersungkur tak sadarkan diri.


Ustadz mengatakan Putri sakit keras, dia hanya nggak mau kalian tahu dan khawatir. Penyakit ini merupakan penyakit dari jin yang dikirim oleh manusia lainnya.


"Apa Putri pernah bertengkar dengan orang lain??? Atau dia pernah mimpi sebelumnya.??? Tanya pak ustadz.


"Setau saya pak ustadz, Putri nggak pernah tuhhh bertengkar dengan tetangga ataupun kerabat lainnnya. Cuman Putri pernah bertemu dengan seseorang yang dia nggak kenal, kata orang itu kamu sakit nak, tapi Putri hanya bilang aku sehat-sehat saja. Kalau soal mimpi Putri nggaknpernah cerita pak Ustadz." Jawab Rehan.


"Emmmm...  Iya.... Aku hanya minta kalian untuk senantiasa bersabar dan ikhlas atas ujian ini. Semoga kalian bisa melewati semua ini. Dan kalian harus yakin bahwa Allah tak akan menguji kemampuan hambanya." Jelas pak ustadz.

__ADS_1


Percakapan berhenti sejenak. Putri sudah terbangun dari pinggangnya.


"Alhamdulillah... Kamu sudah terbangun nak.." seru pak ustadz.


"Saya kenapa mas... Kok ada disini??? Tanya putri heran.


"Kamu tadi pingsang sayang... Bagaimana kamu sudah baikan." Tanya Rehan balik.


Putri hanya mengangguk sambil memperbaiki hijab yang di pakainya.


Satu bulan berlalu, Putri selalu berobat ke ustadz. 3 kali dalam seminggu.. Dia mencoba sabar, dan ikhtiar. Putri pasrahkan semuanya kepada Allah. Alhamdulillah ustadz pun nggak bosan menerima kedatangan Putri. Dia sangat ramah begitupun istri pak ustadz.


Alhamdulillah... Sudah ada kemajuan walau hanya sedikit tapi  pak ustadz selalu memberi Putri dan Rehan semangat dan nggak boleh nyerah. Untungnya anak-anak mereka pintar di tinggal dirumah nenek. Walau sesekali jika orang tua mereka pergi mereka sering mencarinya. Untungnya Ibu Rehan pandai merayu cucu-cucunya jika sedang menangis atau mencari ibu mereka.


Alif yang kala itu sudah berusia 5 tahun . Dia sudah pandai dan mengerti keadaan ibunya. Dia sering mendoakan Ibunya. Dengan wajah polos dan lucunya, Alif nggak tau ibunya sakit apa tapi dia berdoa kepada Allah .


"Ya Allah sembuhkan ibuku, aku sayang sama ibu ya Allah" ucap Alif sambil mengangkat kedua tangannya.


Putri dan Rehan kali ini diuji oleh Allah dengan sebuah penyakit. Mungkin Allah ingin melihat kesabaran dan keikhlasan mereka. Dan Allah ingin mereka semakin dekat dengan-Nya. Pak Ustadz selalu memberikan nasehat kepada mereka berdua.  Bahwa Allah sebenarnya rindu dengan mereka, rindu dengan keluh kesah mereka, rindu dengan sholat malam mereka . Pokoknya Allah itu rindu. Pak ustadz juga sering bilang kepada Putri dan Rehan. Kami harus selalu berfikir positif, buang jauh-jauh fikirkan negatif yang ada di dalam hati dan fikirn.  Perbanyak mengingat Allah dengan dzikir dan doa, begitupun sholat.


Putri dan Rehan tak pernah meninggalkan sholat lima waktu begitupun sholat malam. Mereka berharap penyakit yang dialami Putri segera hilang dan sembuh. Mereka serahkan semuanya kepada Allah SWT . Dengan kegigihan dan kesabaran selama dua bulan ini akhirnya penyakit Putri hilang, badannya yang merah-merah, jari-jari yang bengkok kembali normal. Semua ini atas izin Allah dan buah dari kesabaran dan keikhlasan mereka.

__ADS_1


__ADS_2