Akhirnya Aku Kalah

Akhirnya Aku Kalah
Lola


__ADS_3

Gadis yang berusia 19 tahun yang sibuk mencari pekerjaan. Kesana kemari memasukkan lamaran pekerjaannya ke perusahan yang ada di kota ini.  Dia nggak berniat kuliah dikarenakan nggak mau jadi beban orang tuanya. Padahal dia hanya sendiri ketiga kakaknya sudah berkeluarga tinggal dia yang dibiayai oleh orang tuanya,  Tapi dia tetap kekeh pada pendiriannya.


Hanya berselang beberapa bulan dalam mencari pekerjaan, Lola di tawaran oleh seseorang sebagai babysister. Lola dengan senang hati menerima tawaran itu. Padahal dia kan masih gadis.??? Banyak orang yang membicarakannya. Apa Lola nggak malu bekerja sebagai babysister, apa tidak adak pekerjaan lain, diakan belum mengerti soal jagain anak apalagi dia belum menikah, terus itukan pekerjaan orang tua... Begitu banyak yang merendahkan pekerjaan Lola. Tapi Lola tak menghiraukan perkataan itu. Prinsipnya selagi itu halal kenapa tidak.


Lola mendatangi rumah orang yang tadi menelponnya itu, tak di sangkah rumah itu ternyata rumah gurunya di waktu Lola duduk di bangku SMA.


"Ternyata ini rumah Ibu Ida."Gumam Lola dalam hati sambil melepas helm dan turun dari motornya.


Lola kemudian masuk ke rumah itu...


"Assalamualaikum.... " Ucap Lola sambil membunyikan bel pintu.


"Wa'alaikum salam... Ehhh Lola ada apa kesini?". Ucap Bu Ida dengan raut wajah yang heran.


"Ibu tadi yang menelpon saya katanya ibu lagi butuh babysister? Jadi saya langsung kesini saja." Jelas Lola.


"Oohhhh.... Ternyata kamu Lola.. Inikan liat di sosial media dan kebetulan ibu butuh jasa kamu, kalau begitu silahkan masuk". Seru Bu Ida.


Lola kemudian masuk dan Bu Ida menjelaskan apa-apa yang harus dikerjakan Lola.


"Lola bekerja dari jam tujuh pagi sampai jam setengah lima. Kalau saya sudah pulang dari mengajar. Lola nggak perlu membawa makanan karena Ibu sudah menyiapkan makanan, jika kamu lapar silahkan makan dan bahan ada dalam kulkas. Selain itu kamu juga harus memperhatikan susu anak saya, jika sudah lewat dua jam jangan di kasih minum yahhh.. buang saja ganti yang baru,," Jelas Bu Ida sambil menunjukkan ruangan dapurnya.


Lola yang sudah mengerti soal pekerjaannya hanya mengangguk.


"Ohya satu lagi kalau persediaan didapur habis kamu beli saja kalau tukang sayur datang, uang saya simpan di laci" jelas Bu Ida sekali lagi.


"Iya Bu..." Jawab Lola singkat.

__ADS_1


Bu Ida meninggalkan Lola dan menitipkan anaknya kepada Lola. Bu Ida mengendarai mobil ke sekolah kebetulan suaminya juga seorang guru. Hanya saja mereka berbeda sekolah dalam mengajar. Bu Ida orangnya tegas dan baik.


Lola sangat menikmati pekerjaan ini, anak Bu Ida sangat pintar dan tidak rewel. Anak itu sangat kuat meminum susu. Badannya gemuk padahal baru beberapa bulan.


Anak ibu Ida sakit, dia segera membawanya ke klinik terdekat. Ternyata anak ibu Ida sakit muntaber. Anak itu terus mencari Lola kebetulan hari itu Lola nggak masuk kerja soalnya dia sedang sakit. Ibu Ida terus menelpon Lola.


"Lola kamu bisa kesini nggak?? Soalnya anak Ibu sakit terus dia cari kamu." Seru Ibu Ida.


" Iya Bu.. tunggu aku akan kesana." Jawab Lola walaupun dalam keadaan sakit.


Lola kemudian mengambil motor dan menuju ke klinik dimnaa anak Ibu Ida di rawat.


Sesampainya di sana anak Ibu Ida berhenti menangis ketika melihat Lola datang menghampirinya. Akhirnya anak Ibu Ida tenang dan bisa dipasangkan infus ditangannya.


Setelah beberapa hari di rawat di klinik, keadaan anak Bu Ida semakin membaik, dokter mengizinkan dia sudah bisa pulang. Sesampainya dirumah anak Bu Ida tertidur pulas, Lola kemudian meminta izin pulang soalnya dia juga dalam kondisi kurang enak badan.


"Iya.. sama-sama Bu" seru Lola sambil berjalan menuju pintu keluar.


Sesampainya di rumah Putri, Lola langsung rebahankan tubuhnya di kasur, dia sangat kelelahan. Putri yang melihat tidak berani membangunkan Lola.


Dua tahun Lola bekerja sebagai babysister, kini Lola memiliki pekerjaan lain soalnya yang sebelumnya Lola sudah tidak bekerja. Lola berhenti soalnya anak  Bu ida sudah bisa jalan dan bisa di bawa ke sekolah.


Pekerjaan Lola sekarang sebagai penjual di pasar. Dia menjual pakaian. Bosnya kali ini juga baik, jika Lola mendapatkan banyak pembeli Lola dapat bonus . Pekerjaan ini tidak berlangsung lama soalnya Lola mendapatkan telopon dari perusahaan yag pernah dia ajukan lamaran pekerjaan.


Lola keterima di salah satu perusahaan di bidang permodalan atau koperasi simpan pinjam. Dia di terima sebagai petugas rekap. Asisten dari kasir. Lola langsung memberitahu ayah dan meminta ayah mengantarnya ke kantor itu.


Disana Lola bertemu dengan menejer, diberitahukan setiap tugas dan tanggung jawab yang ada di perusahaan tersebut. Hal ini harus diketahui  oleh orang tua Lola sebab jika suatu saat nanti ada masalah yang di lakukan Lola orang tua ikut andil dalam permasalahan itu.

__ADS_1


Selain itu Lola tinggal di kantor, Lola hanya balik ke rumah jika hari Minggu atau 3-4 kali sebulan itupun kalau nggak sibuk tapi jika sibuk Lola hanya pulang 1-2 kali sebulan.


Di tempat itu pula Lola bertemu dengan sesesok laki-laki yang bertanggung jawab, humoris, periang dan penyanyang. Dia begitu perhatian terhadap Lola . Akhirnya mereka berdua pacaran.


Kedekatan mereka tercium oleh staf-staf yang ada di kantor. Tapi mereka tidak memperdulikan hal itu selagi itu dalam batas wajar.


Hanya satu tahun lebih Lola menjadi rekap kini Lola di angkat menjadi kasir. Di propesi  baru ini Lola perlu hati-hati dalam mengeluarkan dan menerima uang jika salah sedikit dia yang harus menggantinya.


Setiap kali Lola gajian, dia tak pernah melupakan saudaranya dan keponakannya. dia selalu memberikan uang kepada saudaranya ataupun keponakannya. Tapi yang sering dia perhatikan yakni keponakannya sendiri. Jika dia pulang pasti dia memberi keponakanya uang atau sebuah makanan yang dia beli sebelum sampai ke rumah. Kadang kala Lola balik ke rumah Putri dan kadang pula dia balik ke rumah Ani.


Semua kakaknya menyambutnya dengan bahagia.


Hari ini dia balik ke rumah Putri


"La..... Jangan terlalu manjakan keponakanmu..." Seru Putri


"Nggak kok kak , kebetulan saja aku lewat jadi aku beliin buat mereka." Ucap Lola sambil memberikan sebuah makanan ke keponakannya


"Lain kali... Kamu simpan aja uangmu La... Kamu harus rajin menabung." Ucap Putri


" Iya kak." Jawab Lola singkat.


Lola kembali ke kantornya, pekerjaannya sudah menunggu, kertas-kertas sudah sip di depan meja dan para PDL sudah banyak menunggu. Hampir saja Lola terlambat akibat jalanan macet. Tapi syukur Alhamdulillah, Lola datang sebelum menejer datang.


"Untung aja pak menejer belum datang" guman Lola dalam hati yang buru-buru masuk ke ruangannya.


Lola tak sadar helm dikepala dia lupa lepaskan. Dia di tegur oleh teman kerjanya barulah ia tersadar. Walau muka agak sedikit malu tapi Lola memasang wajah yang tersenyum dan membalas dengan candaan.

__ADS_1


__ADS_2