Akhirnya Aku Kalah

Akhirnya Aku Kalah
Keajaiban doa


__ADS_3

Entah telepon dari mana, di tengah malam begini, pukul 1 malam . Tapi Putri tak menghiraukan  panggilan itu. Lagi lagi handphone Putri berbunyi, Putri baru saja  ingin mengangkat telepon tersebut tapi keburu mati. Sekarang gantian handphone Rehan yang berbunyi. Putri segera membangunkan Rehan, mata yang masih tertutup akibat kantuk yang tak tertahan dengan nada suara yang lemas, Rehan tak melihat nama orang yang menelpon itu. Rehan langsung mengangkat telepon tersebut.


"Halo.... Assalamualaikum..."


"Wa'alaikum salam ... Rehan ,, ibu mau mengabarkan bahwa ayah putri jatuh sakit. Ibu telepon Putri tapi dia nggak angkat."


Putri yang penasaran dengan orang tersebut menyuruh Rehan untuk melespecker handphonenya.


Rehan kemudian melanjutkan pembicaraannya.


"Iya.. Bu... Ibu tadi bilang apa??"


"Begini nak, ayah Putri jatuh sakit, kakinya nggak bisa di gerakkan ."


"Terus ayah di mana Bu??" Tanya Putri


"Ayah ada di rumah dia nggak mau di bawa ke rumah sakit." Jawab Ibu Nagita dengan cemasnya.


" Iya Bu... Besok saya kesana".


"Iya nak.... Kalau begitu ibu tutup teleponnya dulu."


Pembicaraan mereka terputus. Putri yang khawatir dengan keadaan ayahnya tidak bisa tidur lagi.


"Kamu yang tenang, ayah kamu nggak apa-apa". Ucap Rehan yang mencoba menenangkan Putri.


"Aku nggak bisa tenang sayang." Ujar Putri.


"Iya aku ngerti, besok pagi kita kesana kebetulan besok aku nggak kerja." Ucap Rehan sambil mengajak Putri tidur.


Pagi harinya setelah mengurus pekerjaan rumah dan anak yang ingin pergi sekolah. Putri dan Rehan segera ke rumah ayah untuk melihat kondisi Ayahnya. Sesampainya dirumah Ibu Nagita datang, Putri melihat Ayahnya terbaring lemas di tempat tidur.

__ADS_1


"Ayah kenapa... Ayah sakit apa??" Tanya Putri cemas.


"Ayah nggak tahu nak, tiba-tiba ayah nggak bisa jalan ." Jawab Ayah dengan suara lemas.


"Ayah ke rumah Putri aja, biar ayah di rawat di rumah Putri aja. Aku nggak enak disini yah. Lagi pula kalau di rumah Putri ada cucu ayah biar ayah nggak kesepian." Ucap Putri sambil mengajak ayahnya .


Ayah akhirnya setuju dengan ajakan Putri. Ibu Nagita juga nggak keberatan.


Sesampainya dirumah Putri, ayah kemudian dipapah masuk dan direbahkan ke kasur.


Putri kembali bertanya kepada ibu Nagita.


"Sebenarnya Ayah kenapa bisa nggak jalan Bu..."


"Ibu juga nggak tahu  nak, soalnya pagi harinya ayah kamu baik-baik saja tapi setelah pulang dari berkebun tiba-tiba ayah jatuh tersungkur. Kaki kananya nggak bisa di gerakkan. Ayah kamu meminta tolong, mendengar teriakan Ayah, ibu langsung meninggalkan dapur . Sesampainya disana ibu sudah melihat ayah nggak bisa berdiri." Jelas Ibu Nagita panjang lebar.


"Mungkin ayah kecapean ." Ucap Rehan .


Putri hanya terdiam dalam hati berkata "bisa jadi Ayah kecapean akibat suruhan ibu Nagita , soalnya dia sering sekali menyuruh ayah walau ayah baru pulang kerja.


" Kalian bisa kesini nggak, ayah ada dirumah soalnya dia lagi sakit dan nggak bisa jalan"


Chat kemudian dibalas oleh Ani, Lola dan Luna.


"Kok bisa??? Besok aku kesana" chat Ani


"Ayah sakit apa??" Chat Luna.


"Apa??? Ayah sakit apa??? Sebentar jika pekerjaanku cepat selesai, aku akan balik cepat" chat Lola.


Esok harinya anak-anak ayah sudah datang dan berkumpul dirumah Putri.

__ADS_1


"Put... Kenapa kamu nggak bawa ayah ke rumah sakit.?? Tanya Ani.


"Ayah nggak mau di bawa ke rumah sakit, sudah berulang kali aku mengajaknya tapi dia tolak. Coba kamu yang ajak Ayah, siapa tahu dia mau." Ujar Putri.


Ani kemudian mengajak Ayah ke rumah sakit, tapi jawaban Ayah tetap sama. Ayah menolak.


"Kalau begitu kita panggil dokter aja ke rumah." Seru Luna dengan memberi masukan.


"Ide bagus tuh..." Sahut Lola


Putri kemudian menelpon dokter agar datang ke rumah.


Beberapa jam menunggu, akhirnya dokter datang juga. Dokter kemudian memeriksa keadaan Ayah. Mulai dari cek gula darah, cek asam urat dan Cek kolesterol. Semuanya normal. Bahkan dokter juga mengatakan ini bukan gejala stroke. Dokter hanya memberi resep obat untuk menghilangkan rasa sakit saja dulu dan dokter menyarankan ayah di bawah kerumah sakit  . Dokter meninggalkan rumah Putri.


"Tuhhh... Ayah..  dokter menyarankan ayah ke rumah sakit aja." Sahut Putri.


"Ayah nggak mau nak, ayah disini saja tohh nanti ayah juga sembuh, kalau pun ayah juga nggak sembuh ayah nggak apa-apa.. lagi pula kalau dirumah sakit yang ngerawat ayah siapa, dan disana dibatasi orang yang ingin menemani Ayah. " Ujar ayah.


Mendengar ucapan ayah Ani, Putri , Luna dan  Lola kemudian memeluk Ayah. Mulai hari itu, mereka bergantian merawat Ayah. Ada yang membuatkan ayah makanan, ada yang menyuapi ayah, ada yang memijat ayah dan ada pula yang membelikan obat untuk ayah.


Ayah yang melihat anak-anaknya begitu peduli terhadapnya sampai-sampai tidak sadar air matanya menetes. Ayah segera membersihkan air mata itu sebelum diliaht anak-anaknya.


Kaki ayah sangat sakit, ayah  meminum obat yang diberikan dokter. Ayah nggak bisa bangun untuk buang air kecil saja ayah harus dipapah. Ayah juga berobat ke orang pintar. Dan menggunakan obat herbal.


Putri dan ketiga saudaranya tak berhenti berdoa, semoga ayah mereka cepat sembuh dan segala penyakit yang ada dalam tubuh ayah hilang dan umur ayah di panjangkan.


Putri nggak habis fikir ternyata Ibu Nagita juga peduli dengan ayah. Selama ini Putri salah menilai Ibu Nagita.


Ibu Nagita juga nggak berhenti berusaha mencarikan obat, orang pintar untuk ayah. Dia berharap ayah segera sembuh.


Sudah dua bulan ayah sakit, tidak ad yang mengurus pekerjaannya bahkan ayah pasrah jika ia harus dipecat. Tapi untung bosnya baik, dia memaklumi ayah. Kami sangat bersyukur kepada Allah dan kami selalu yakin bahwa Allah itu sayang kepada kami, dia ingin tahu seberapa sabar dan ikhlas nya kita menghadapi cobaan ini. Kami hanya terus berdoa untuk kesembuhan Ayah.

__ADS_1


Sudah beberapa orang pintar yang mengobati ayah, ada sedikit perubahan . Kemudian kami mencoba memanggil ustadz untuk menhobati ayah. Satu Minggu di ruqyah , kaki ayah bisa di gerakkan sedikit, Minggu berikutnya semakin mudah di gerakkan. Kami terus memberi semangat untuk ayah. Ustadz terus mengobati ayah dan tak pernah bosan walau harus sampai tengah malam dia mengobati ayah dia tak pernah mengeluh. Atas izin Allah, Ayah yang beberapa bulan terakhir ini nggak bisa menggerakkan kakinya kini dia mampu menggerakkan kakinya. Ini semua buah dari kesabaran dan doa dari istri dan anak-anaknya. Senyum ayah kembali terlihat disaat waktu ayah sehat dulu yang sempat menghilang kini sudah kembali . Kami sungguh bahagia melihat ayah sehat kembali.


Untuk memastikan lebih jelas , kami menyarankan ayah untuk ke dokter . Ayah akhirnya mau dibawah kerumah sakit.  Setelah diperiksa di dokter ayah disarankan untuk tidak mengedarai mobil  dulu beberapa bulan sampai kesehatan kakinya benar-benar pulih. Ayah meminta surat untuk diberikan ke perusahaannya agar bosnya percaya. Setelah surat sudah diterima ayah diizinkan pulang.


__ADS_2