
Putri dan Rehan pergi ke acara pernikahan sepupunya, anak dari saudara Ayah Rehan. Suasana sungguh ramai apalagi dihibur oleh orkes dangdut. Pesta pernikahan berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan sedikitpun.
Niko dan Stevani menjadi raja dan ratu sehari. Mereka pasangan yang sangat serasi. Stevani yang cantik, putih mulus dan hidung yang pesek sedangkan Niko orangnya kurus, tinggi dan hidung mancung. Menjadi tranding topik saat ini.
Proses pengenalan Stevani dan Niko akibat dari orang tua keduanya yang merupakan keluarga jauh. Sebenarnya Niko memiliki pacar tapi orang tua Niko tak setuju dan tidak menyukai pacar Niko. Orang tua berusaha mencari wanita yang cocok untuk Niko. Niko kemudian dikenalkan dengan wanita pilihan orangtuanya. Mereka mengajak Niko ke rumah wanita itu tapi tak disangka Niko menolak wanita itu karena wanita itu hitam, kurus dan nggak cantik. Niko kembali lagi dicarikan wanita yang cocok untuknya. Orang tua Niko mengajak Niko lagi ke rumah wanita lain. Ini wanita ke tiga yang di tunjukkan oleh orangtuanya dan akhirnya Niko mau dengan wanita itu yakni Stevani karena dengan sesuai kriterianya.
Setelah pernikahan Niko dan Stevani mereka di karuniai seorang anak perempuan tapi sayang anak itu meninggal ketika dilahirkan. Stevani sangat sedih kehilangan buah hatinya. Demi menghilangkan rasa sedih Stevani berencana ingin mencari pekerjaan. Awalnya Nikoelarang tapi akhirnya Niko mengizinkan.
Stevani sering ke rumah Putri. Mereka sering membuat acara bubur Manado, kapurung dan masih banyak lagi soalnya Stevani jago memasak, dia juga pandai membuat kue. Tapi sayang Stevani tidak bisa menuangkan keahliannya dalam berjualan.
Hari itu Stevani datang lagi ke rumah Putri dia sangat sedih dan kecewa. Putri kemudian mencoba menenangkan Stevani dan mencari sebab apa yang membuatnya sedih.
"Put.... Aku mau curhat". Ucap Stevani.
"Silahkan.." ujar Putri singkat.
Stevani memulai curhatnya.
"Aku kesal sama Niko, dia tidak memberikanku uang, semua gaji Niko dia berikan kepada ibunya. " Ucap Stevani menangis.
"Kok bisa ... Kenapa Niko seperti itu". Tanya Putri.
" Katanya aku boros, nggak tahu simpan uang, aku juga suka jajan seperti anak kecil." Ucap Stevani.
"Ya sabar Stev... Kamu tidak mencoba bicara baik-baik dengan Niko?" Tanya Putri lagi.
__ADS_1
"Aku nggak berani... Aku takut. Soalnya dia suka mabuk dan suka berjudi. " Ucap Stevani yang masih saja menangis.
Putri memeluk Stevani dan mencoba menenangkan Stevani.
Stevani sangat disukai oleh mertua dan saudara Niko karena selama Stevani menjadi istri Niko mereka sering membuat acara. Sedangkan sebelumnya mereka tidak suka membuat acara. Mereka sering kali berkumpul di rumah kakak Niko, kebutulan kakak Niko sangat baik. Apa yang diinginkan Stevani kakak iparnya itu menuruti kemauannya yang penting makana di rumah sudah siap. Jadi ketika iparnya pulang kerja dia bisa istirahat tanpa harus memasak lagi.
Hari itu kakak ipar Stevani ( Nanda) kedatangan orang yang ingin membayar pinjam. Pinjaman yang sudah lama sekali sudah bertahun-tahun, orang tersebut baru ingin membayar karena baru punya uang. Pinjaman yang senilai 90.000.000 itu dibayar cas oleh orang tersebut. Stevani yang kebetulan ada di rumah Nanda kakak iparnya melihat langusng uang itu. Uang itu hanya di bungkus kantong plastik hitam kemudian di serahkan ke Nanda. Selain Stevani orang tua Niko juga hadir sebagai saksi bahwa utang piutang antara Nanda dan orang itu lunas.
Dua hari setelah menerimah uang itu, Nanda mengajak Stevani ke bank untuk mendepositkan uang tersebut. Setiap bulan Nanda mendapatkan bunga dari bank selama uang itu belum di ambilnya. Nanda hanya menyuruh Stevani setiap bulan ke bank untuk mengambil bunga dari uang tersebut. Nanda begitu percaya pada Stevani. Uang bunga itu di bagi dua oleh Nanda dan Stevani.
Dua bulan berlalu Stevani akhirnya bekerja di salah satu rumah sakit sebagai satpam. Gaji Stevani lumayang sesuai dengan standar UMK.
Niko dan keluarga senang, melihat Stevani bekerja. Tapi sayang selama Stevani kerja, Niko mala malas bekerja hingga akhirnya dia di pecat di perusahaannya.
Niko yang kerjaannya cuman mabuk-mabukan sedangkan Stevani yang banting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka sering bertengkar. Akibat dari seringnya bertengkar Stevani jarang pulang alasannya ia kerja lembur.
Keesokan harinya Nanda ipar Stevani , menyuruh Stevani untuk mengecek uangnya dalam bank. Stevani sangat antusias jika soal uang.
Satu tahun berlalu Erni dan suami datang ke rumah Putri dan Rehan. Mereka ingin menanyakan sesuatu kepada Putri dan Rehan.
"Assalamualaikum Rey...?? Ucap Erni dan suami.
"Wa'alaikum salam ... Silahkan masuk". Jawab Putri sambil mempersilahkan mereka masuk.
Putri kemudain memanggil Rehan karena kebetulan mereka sepupu Rehan.
__ADS_1
"Ada apa kalian kesini??" Tanya Rehan
"Begini Rey... Akukan ingin mengajukan pinjaman uang ke Bank tapi pihak bank menolak soalnya nama aku sudah ada di bank pusat. Kok bisa yah.. padahal baru kali ini aku mengajukan permohonan pinjaman." Jelas Erni kebingungan.
"Bisa jadi ada yang memakai kartu keluarga dan nama kamu. Coba kamu ingat-ingat siapa yang pernah meminta kartu keluargamu " ucap Rehan.
" Kalau yang pernah mengambil kartu keluargaku cuma Stevani, waktu itu dia ingin mengurus BPJS kesehatan untukku ." Ucap Erni
"Jangan-jangan dia yang memakai nama kita". Sahut suami Erni dengan curiga.
Dua hari Erni dan suami mencari orang yang memakai namanya, tiba-tiba saja dia di telpon oleh Stevani. Stevani ingin mengajak mereka bertemu katanya ada yang ingin dibicarakan. Erni dan suami kembali bertemu Rehan , mereka sudah curiga dengan Stevani. Erni dan suami begitupun Rehan berencana akan ke bank pusat untuk menanyakan siapa yang memakai namanya dan meminjam uang bank. Baru saja mereka sampai Stevani terus saja menelpon Erni. Rehan saat itu memberitahu Erni dan suami kita nggak usah masuk ke bank kita sudah tahu orangnya.
Erni dan suaminya begitu juga dengan Rehan bertemu dengan Stevani. Baru saja turun dari motornya Stevani langsung minta maaf sepertinya dia sudah tahu kesalahannya.
Erni ingin sekali menjambak rambut Stevani tapi di tahan oleh Rehan.
" Nggak enak di lihat orang". Ucap Rehan yang mencoba melerai Erni dan Stevani.
Stevani sudah jujur bahwa dia yang memakai nama Erni untuk mengurus pinjaman uang bank. Stevani bersama dua temannya meminjam uang bank senila 25.000.000 dengan jaminan sertifikat.
Rehan mencoba mencari tahu untuk apa Stevani meminjam uang sebanyak itu dan sertifikat siapa yang dia masukkan ke bank.
Setelah beberapa hari kedok Stevani semakin tercium. Ternyata sertifikat yang dia masukkan ke bank adalah milik mertuanya sendiri. Rehan dan Erni semakin kesal kepada Stevani kenapa dia sangat berani berbuat seperti itu.
Rehan mencoba memberitahu Nanda dan Niko. Awalnya mereka nggak percaya dengan cerita Rehan tapi Niko mencari tahu semua itu. Sertifikat tanah milik orang tuanya ternyata nggak ada. Stevani saat itu nggak pulang -pulang. Niko kembali bertanya ke Rehan tentang sertifikat itu. Rehan kemudian memberitahu bahwa sertifikat yang Niko cari ada di bank dan istrinya Stevani yang memasukkannya ke bank. Niko kemudian memberitahu Nanda coba kamu cek uang kamu di bank. Nanda segera mengecek uangnya di bank. Apa yang terjadi Nanda hanya duduk diam dan begitu kaget melihat uang di dalam rekeningnya habis tidak tersisa sama sekali. Nanda sangat marah kepada Stevani ternyata ATM yang dipegang Nanda merupakan ATM kosong sedangkankan ATM yang dipegang Stevani adakah ATM milik Nanda.
__ADS_1
Mereka semua sudah tertipu oleh Stevani, uang yang senilai 90.000.000 kini diraip oleh Stevani dan sertifikat tanah milik orang tau niko hampir saja disita oleh bank. Tapi untung Niko segera menebus pinjaman uang bank Stevani karena sudah beberapa bulan menunggak. Stevani nggak pernah pulang, dia tahu kesalahannya. Bahkan nomornya sudah nggak aktif lagi. Niko mencoba mencari Stevani ke rumah orang tuanya ternyata Stevani nggak ada.