Akhirnya Aku Kalah

Akhirnya Aku Kalah
Masa Pemulihan


__ADS_3

Putri baru saja tiba di rumah. Putri ingin sekali bertemu dengan Alif karena dia begitu rindu dengan Alif. Melihat dari kejauhan , Alif yang sedang duduk di teras rumah bersama dengan neneknya. Alif berlari mendekati Putri sepertinya dia juga rindu dengan ibunya . Kedua insan tersebut berpelukan dengan eratnya seakan tak ingin melepaskannya. Kedekatan yang begitu erat karena adanya hubungan darah sampai-sampai dunia ini hanya milik mereka berdua.


" Sudah dulu berpelukannya, Ayah nggak' di ajak nihh...?? Ayah kan juga mau di peluk !!!" Tegur Rehan dengan rasa cemburu.


" Sepertinya ada yang cemburu nihh...... Nak... Ayo .... Siapa tuhhhhhhh......???? Seru Putri sambil memandang Rehan.


Alif dan Putri melepaskan pelukannya, kemudian kembali berpelukan bertiga dengan Rehan, mereka terlihat bahagia seperti teletubis yang berjumpa dengan kawanannya.


Empat hari saja Putri meninggalkkan Alif untuk menjalankan operasi namun serasa setahun. Semenjak kepulangan Putri, Alif nggak mau jauh-jauh dari ibunya, Alif selalu ingin bersama ibunya.


Percakapan terjadi antara Alif dan Putri.


Alif berkata kepada ibunya " Ibu jangan tinggalin Alif lagi.... Ibu jangan sakit lagi.... Ya Allah.... Sehatkan ibuku... Aku sayang sama ibu" sambil memeluk leher ibunya...


Putri mendengar ucapan Alif tanpa sengaja air matanya turun. Putri begitu terharu mendengar ucapan Alif. Anak di umur  segini sudah memahami hal itu.


" Iya nak.... Ibu nggak akan sakit lagi dan ibu tidak akan meninggalkan Alif lagi..... Kan ibu sangat sayang kepada Alif." Ucap Putri yang masih memeluk Alif dan mencium Alif.


Alif tertidur di pangkuan ibunya, Rehan kemudian memindahkan Alif ke tempat tidur. Putri di larang banyak bergerak dulu,  mengangkat yang berat-berat dan Putri disarankan untuk banyak-banyak istirahat selama masa pemulihan pasca operasi kuret. Semua ini di takutkan jangan sampai adanya darah yang banyak keluar, atau adanya keram di perut jika Putri terlalu capek.


Rehan begitu perhatian terhadap Putri, Rehan melarang Putri untuk bekerja membereskan rumah. Selama Putri masa pemulihan Rehan yang mengambil alih urusan rumah tangga.  Tak sedikitpun Rehan membiarkan Putri untuk membantunya.


Putri merasa nggak enak pada suaminya itu, bagaimana tidak dia hanya diam terbaring tanpa mengerjakan sesuatu.


Keesokan paginya Rehan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda yaitu menggali sumur karena kami belum memiliki sumur. Putri yang melihat suaminya kehausan mengambilkan segelas air untuk Rehan.

__ADS_1


"Jangan banyak bergerak dulu.... Kamu kan masih sakit .. " seru Rehan


"Iya nggak apa-apa kok sayang.... Aku kan cuman ambil air minum. Kamu terlihat kehausan jadi aku ambilkan air minum lagi pula kan dokter menyarankan aku untuk sesekali berjalan agar peredaran darah lancar dan tidak ada darah yang menggumpal di kaki." Jelas Putri


"Iya... Iya... TPI jangan kecapean yahhhh..." Sahut Rehan dengan penuh perhatian.


Rehan kemudian  melanjutkan pekerjaannya , tak lama kemudian ayah Rehan dan tetangga datang membantu. Mereka bergantian menggali sumur tak terasa kedalamannya sudah mencapai enam meter sudah ada mata air yang mereka temukan. Mereka tidak bisa bertahan lama soalnya di lubang itu tidak banyak oksigen setiap ada yang turun hanya bertahan beberapa menit saja. Air semakin banyak, dinding bawah sumur ada yang runtuh. Ayah segera memanggil Rehan untuk naik.


"Sepertinya penggalian sudah cukup". Ucap ayah Rehan.


"Iya ... Di bawah rawan sekali lagi pula mata airnya deras sekali." Sahut Rehan .


Mereka menghentikan panggaliannya, Putri sudah menyiapkan kopi dan gorengan. Di panggilnya satu-satu untuk meminum kopi sembari memasukkan keringatnya.


Rehan beranjak dari tempat duduknya dan membersihkan tubuhnya yang penuh dengan lumpur . Alif juga penuh dengan lumpur karena bermain disekitar tumpukan tanah liat. Rehan mengajak Alif mandi tapi Alif nggak mau. Dia masih sibuk bermain.


" Alif sini... Udah yahhh.....mainya.. "ucap Putri dengan melambaikan tangannya kepada Alif.


Alif kemudian mendekati ibunya.


Nggak kerasa sudah dua bulan berlalu, Putri merasa ada keanehan dalam dirinya. Putri yang dulunya tidak terlalu suka dengan makan kecut kini dia menyukainya.


Setiap hari dia menyuruh Rehan untuk membeli sebuah jambu putih, entah mengapa Putri  sangat menyukai itu. Rehan pun sangat heran melihat Putri. Putri mulai tersadar ternyata dia telat datang bulan. Dalam hati berkata " apa jangan-jangan aku hamil.??? Aahhh ... itu mungkin hanya mimpi. Baru kemarin aku keguguran... Tapi..... kalau itu benar Alhamdulillah......"


Untuk menghilangkan keraguannya, putri meminta kepada Rehan untuk membelikan  alat tes kehamilan.

__ADS_1


Esok harinya Rehan membelikan  alat tes kehamilan untuk Putri. Putri  dan Rehan deg-degan dengan hasilnya. Setelah melakukan tes ternyata Putri benar-benar hamil. Ada dua garis pada alat itu. Putri begitu senang akhirnya dia hamil lagi begitupun dengan Rehan ikut bahagia.


"Sayang..... Mulai besok kamu jangan terlalu capek. " Ucap Rehan.


"iyha sayang...." jawab Putri.


"Bagaimana kalau kita pergi periksakan kandunganku dulu untuk memastikannya.?? Tanya Putri


" Iyha ... besok kita pergi periksa." jawab Rehan.


Putri dan Rehan  mulai mendatangi puskesmas untuk memeriksakan kandungannya. Ternyata Putri benar-benar hamil dan sudah memasuki 2 Minggu.


"Alhamdulillah.... Allah memberikan kita kepercayaan lagi." Gumam putri .


"Kali ini kamu jangan terlalu capek yhaaa....kamu harus banyak-banyak istirahat". Ucap Rehan.


Selama Putri hamil semua yang dia tidak sukai di waktu tidak hamil kini dia  menyukainya. Putri merasakan perbedaan yang jauh dari kehamilan pertama, kedua dan ketiga. Di kehamilan ketiga ini, Putri sangat suka makanan yang kecut dan tidak suka makanan yang manis. Bahkan selerah makannya pun kali ini menurun. Padahal waktu hamil pertama Putri sangat suka makan. Hamil ketiga ini sangat membuatnya tersiksa. Setiap makanan yang masuk kedalam perutnya hanya bertahan beberapa menit saja selebihnya semua keluar. Nafsu makan menurun, kepala sering sakit padahal tidurnya cukup. Putri mulai ketakutan, dia takut kejadian sebelumnya. Tapi Rehan selalu menguatkannya.


Tak terasa usia kehamilan Putri sudah memasuki 20 Minggu. Tapi mual tak kunjung hilang sampai sekarang. Setiap bulan Putri pergi memeriksakan kandungannya.


Alhamdulillah keadaannya baik-baik saja.


Putri sangat bersyukur Allah begitu baik  terhadapnya. Dia masih di beri kesempatan untuk merasakan yang namanya hamil. Inilah janji Allah bagi orang-orang yang sabar dan ikhlas.


Selama Putri  hamil, Putri merasa Rehan kurang perhatian kepadanya tidak seperti waktu kehamilan pertama. Setiap apa yang Putri inginkan pasti di tolaknya dengan alasan tidak ada uang. Contohnya saja Putri menyuruhnya untuk membelikan susu tapi dia tidak membelikan  dengan alasan uangnya tidak cukup.

__ADS_1


Tapi Putri harus percaya dengan Rehan  keadaan kami sekarang berbeda dengan yang dulu. Pekerjaan Rehan yang dulu begitu bagus, gaji yang cukup tapi sekarang tidak. Semuanya berbeda. Untuk mendapatkan uang seratus ribu saja itu sangat susah. Dia harus berkeliling kampung menjual sayur itupun kalau pembeli lagi ramai kalau tidak cukup menarik nafas saja dan sabar.


Putri harus mengerti dengan keadaan kami. Apa yang ia inginkan selama hamil ia harus tahan. Tapi Putri yakin dengan rencana Allah semuanya akan indah pada waktunya.


__ADS_2