Akhirnya Aku Kalah

Akhirnya Aku Kalah
Kejutan buat Rehan


__ADS_3

Hujan masih saja mengguyur kota ini,langit seakan tahu bahwa bumi sedang meluapkan rasa panasnya sehingga dia ingin meredahkan panasnya dengan membasahinya dengan setetes air agar dia lebih segar kembali.


Waktu semakin sore, Rehan masih berada dalam perjalanan menuju rumah. Tepat pukul 17.30 Rehan tiba di rumah hujan masih saja turun. Reha melepaskan jas hujannya dan menjemurnya.


"Assalamualaikum...  " Ucap Rehan di depan pintu sambil membuka sepatunya.


"Wa'alaikum salam... Di jalan hujannya deras yah mas??? Ucap Putri sambil mengambil ransel yang ada di punggung Rehan.


"Mas ganti baju gihh.. sana... Biar aku ambilkan handuk, maskan sudah hujan -hujan. Nanti mas sakit kalau nggak mandi." Sahut Putri  dengan penuh perhatian sambil mengambil handuk dan menyiapkan baju ganti buat mas Rehan.


"Iya sayang... "Ucap Rehan menuju kamar mandi.


"Mas.. baju tidurnya aku simpan di atas kasur yah.." teriak Putri di balik pintu kamar mandi.


"Iya.." jawab Rehan singkat.


Sementara Rehan mandi, Putri mempersiapkan makan untuk Rehan dan kedua anaknya. Untung makanan yang dimasak Putri cepat selesai soalnya Shireen lagi tidur di temani Alif. Putri tak membiarkan Shireen tidur sendiri jika dia sedang sakit. Takutnya Shireen panasnya tinggi dan dia step.


Selesai mandi Rehan langsung menemui Shireen yang sedang berada dalam kamar bersama Alif.


"Ayah sudah pulang..." Ucap Alif yang sedang memegang handphone.


Alif suka sekali main  game, apalagi game membuat rumah, Alif jagonya.


"Ayah... Ayah sini deh... Coba tebak Alif buat apa....? Tanya Alif sambil memyembunyikan handphonenya di belakang punggungnya.


"Eehhhmmm ayah nggak tahu nak... " Ucap Rehan yang memegang kening Shireen dan memeriksa seluruh badan Shireen.


"Ayo... Ayah tebak.."  Alif merengek.


Rehan kemudian menebak apa yang Alif buat di handphonenya. Agar Alif tak kecewa dan sedih. Alif suka sekali cemburu dengan Shireen. Katanya Ayah nggak sayanglah kepada Alif selalu Shireen dan Shireen.


Untuk menepis anggapan Alif, Rehan kemudian menarik tangan Alif yang dia sembunyikan di belakang punggunya.


"Ayo... Ayah sudah tahu apa yang Alif buat..." Ucap Rehan sambil mengambil handphone Alif yang di tangannya.


"Ayah curang.... Mana bisa begitu... " Alif berusaha mengambil handphone yang ada di tangan Ayahnya.


Tiba-tiba Putri masuk ke dalam kamar.


"Kalian jangan ribut... Nanti Shireen terbangun, diakan baru saja tertidur. Seharian ini dia nggak mau tidur, dia sangat rewel." Seru Putri sambil mencium telunjuk jarinya yang menandakan kata diam.


Rehan dan Alif berbicara berbisik.


"Iya Bu... Maaf" ucap Alif yang masih sibuk ingin mengambil handphonenya.


"Sayang kita makan di sini saja." Ucap Rehan menunjuka kamar Shireen dan Alif.

__ADS_1


"Iya mas, kalau begitu aku siapkan makanannya dulu." Seru Putri sambil berjalan menuju dapur.


Sementara Putri mengambil makanan, Rehan dan Alif kembali melanjutkan tebakannya.


Permainan sudah tidak seru soalnya Rehan sudah melihat apa yang ada di handphone Alif. Alif membuat sebuah rumah.dengan desaign yang cantik, Rehan sampai terkejut dengan hasil desaign Alif. Dia tak habis fikir kok bisa Alif memiliki pemikiran yang luar biasa.


"Ayah bangga dengan Alif." Ucap Rehan sambil merangkul Alif.


"Maksih ayah.. Bagaimana ayah suka.?? Tanya Alif.


"Iya nak Ayah suka banget " ucap Rehan lagi.


"Ini hanya gambar Ayah suatu saat nanti jika Alif sudah besar Alif akan membuatkan sebuah rumah yang mewah untuk ayah dan ibu." Seru Alif dengan penuh semangat.


"Aamiin.... Semoga Allah mendengar keinginan Alif. Ucap Rehan sambil memeluk putra kesayangannya itu.


Tidak lama kemudian Putri sudah datang membawa makanan ke kamar. Kali ini mereka makan malam di dalam kamar. Sementara makan Shireen terbangun dan mencari Putri.


"Bu... Ibu..." Ucap Shireen yang terbangun dari tidurnya.


"Iya nak... Ibu ada disini." Ucap Putri dan segera mengambil Shireen.


Setelah Putri menyusui Shireen, Shireen yang melihat ayahnya begitu senang, sepertinya dia lagi kangen ayahnya. Shireen saat ini usianya sudah dua tahun lebih , Putri ingin sekali membuat Shireen berhenti menyusuinya tapi kalau sakit begini Putri nggak tega. Biarlah nanti Shireen berhenti sendiri.


Putri meminta Rehan untuk pergi membeli obat di apotik. Alif yang mendengar ucapan Putri ke ayahnya langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Iya iya kamu ikut, tapi kamu jangan ribut, nanti adekmu dengar. " Ucap Rehan sambil menyuruh Alif diam.


Mereka berdua keluar rumah dengan pekan takut Shireen mendengar suara motor ayahnya, Shireen hapal betul suara motor ayahnya. Rehan ddan Alif mendorong motor sampai agak jauh dari rumah agar Shireen tak mendengar setelah itu barulah Rehan membunyikan motornya.


Sementara Rehan dan Alif pergi membeli obat, Putri mempersiapkan kue dan lilin untuk Rehan. Soalnya Rehan ulang tahun walau sebenarnya sudah telat dua hari. Habisnya Rehan sibuk terus. Walau sederhana hanya kue dan lilin setidaknya Rehan tak berfikir Putri lupa akan ulang tahunnya. Sembari menggendong Shireen. Putri membawa kue kedalam kamar Shireen . Lampu Putri sengaja matikan, biar Rehan berfikir mereka sudah tidur padahal tidak.


Tidak lama kemudian suara motor sudah terdengar.


"Assalamualaikum ... Kami pulang.." uvmcap Rehan di balik pintu.


Tidak ada jawaban


"Sepertinya ibu sedang menidurkan adekmu nak, ayo kita masuk saja." Rehan masuk dan untungnya Putri tak mengunci rumah.


"Ayah ... Ayah... Kenapa gelap sekali." Ucap Alif sambil menarik baju ayahnya.


"Mungkin ibu sengaja mematikan soalnya adek mu mau tidur.." ucap Rehan sambil memegang tangan Alif karena takut.


Mereka berdua menuju kamar Shireen. Disana juga gelap.


"Sayang kamu ada di dalam." Teriak Rehan.

__ADS_1


Putri tak menjawab.


Rehan kemudian membuka Pintu kamar Shireen.


"Suprise.... "Teriak Putri sambil menggendong Shireen.


Disaat yang sama Rehan menyalakan lampu kamar.


Rehan dan Alif terkejut, melihat Putri dan Shireen berdiri di belakang kue.


"Makasih sayang ... Kejutannya." Ucap Rehan sambil mencium kening Putri. Tak lupa pula Rehan juga mencium juga mencium Shireen.


"Ayah..ayah... Tiup lilinnya." Teriak Alif sambil menarik baju ayahnya lagi.


Rehan pun meniup lilin dan memotong kuenya.


"Kakak.. hadiah ayah mana??? Tanya Rehan ke Alif.


"Aduhh... Alif nggak sempat ayah, hadianya Alif peluk saja yah." Ucap Alif dengan polosnya.


"Hahaha.. ayah hanya bercanda nak, sini peluk ayah." Ucap Rehan sambil beperlukan dengan Alif.


Sementara Shireen di gendong ibunya dia juga ingin di peluk ayahnya. Rehan kemudian mengambil Shireen dari Putri. Sementara itu Putri mengambil piring kecil dan memotong kuenya dan membagikannya kepada Alif dan Rehan.


"Shireen juga mau ??" Ucap Putri sambil memperlihatkan kue yang ada ditangannya.


Shireen hanya menganggukkan kepalanya. menandakan dia juga mau.


Selepas makan kue, Putri memberi obat untuk Shireen kemudian melanjutkan menidurkan Shireen. Sementara Rehan juga menidurkan Alif. Alif kali ini manja sekali dengan ayahnya.


"Anak-anaknya sudah tertidur". Ucap Rehan yang memeluk Putri dari belakang.


"Huuufftttt ...... Jangan ribut baru saja Shireen tertidur." Putri melirik kekanan.


Sementara Putri melirik Rehan tiba-tiba Rehan mengecup bibir Putri. Putri sedikit kaget. Putri berbalik dan memeluk Rehan. Mereka asyik berciuman. Mereka berdua melepas rindu satu sama lain dengan berciuman.


"Sayang..  aku kangen kamu" ucap Rehan sembari mencium kening dan memeluk Putri dengan erat.


"Aku juga kangen kamu sayang."  Putri masih berada dalam pelukan Rehan.


Sementara Putri membereskan piring kotor, Rehan tetap saja memeluk Putri dari belakang. Putri membawa piring kotor ke dapur, sementara Rehan menyimpan kue ke dalam lemari es.


Mereka kemudian melanjutkannya melepas rindu dan menuju kamarnya.


"Sayang hadiah ku mana???" Ucap Rehan sambil memeluk Putri dari belakang.


"Aku nggak punya hadiah untukmu, tapi aku akan melayani mu sampai kamu puas" ucap Putri sambil mengecup bibir Rehan.

__ADS_1


Mereka semakin bergairah, satu persatu pakaian Putri dilepaskan. Tak sehelai benangpun yang ada di tubuh Putri. Rehan ingin menikmati suasana ini. Rehan kemudian membarikankan Putri di atas ranjang, hubungan suami istri pun dilakukan mumpung anak-anak sedang tertidur lelap.


__ADS_2