Akhirnya Aku Kalah

Akhirnya Aku Kalah
Suara hati Luna


__ADS_3

Malam ini angin begitu kencang, tiba-tiba saja tampak dari kejauhan seseorang menggendong anak kecil semakin dekat menuju kami. Rupanya dia adalah adik ku Luna dengan anaknya.


"Kenapa malam begini kamu kesini, kasian anakmu. Apalagi angin diluar sangat kencang." Tanyaku sambil mengambil anaknya yang sedang tidur di gendongannya.


"Lola baru pulang jadi aku baru kesini." jawab Luna sambil memasuki rumah.


Setelah ku membaringkan anaknya diatas kasur aku kembali bertanya pada Luna.


"Kenapa bukan suamimu yang mengantarmu kesini?" Tanyaku lagi.


"Aku bertengkar lagi dengan suamiku kak". Jawab Luna.


"Kok.. bisa??" Emangnya gara-gara apa?? tanyaku yang penasaran.

__ADS_1


"Aku hanya bertanya kepadanya tentang kenapa ia memberikan semua gajinya kepada ibunya sedangkan aku tidak. Padahal aku ini istrinya." Jawab Luna


"Lalu suamimu bilang apa?" tanyaku lagi.


"Dia bilang aku terlalu boros. Padahal ibunya sendiri yang boros. Ibunya tidak mau di kalah, jika tetangganya beli lemari dia pun ingin membelinya. Dia pun ringan tangan kepadaku. Sudah berapa kali aku di pukulnya." jawab Luna dengan air mata mebasahi pipinya.


"Seharusnya suamimu itu memberikan semua gajinya kepadamu. Jika ia ingin memberikan uang untuk ibunya setidaknya dia memberitahumu dulu." Ucapku


"Aku pernah bicara seperti itu bahwa aku tidak melarang kamu jika kamu ingin memberikan uang kepada ibumu. Setidaknya hargai aku sebagai istrimu, tapi dia hanya diam dan marah-marah kalau aku memberitahunya." ujar Luna yang masih saja meneteskan air matanya.


"iyhaa... kak..." ucap Luna.


"Ohya.... apa kamu memberitahu suamimu kalau kamu ingin menginap dirumah kakak.???" Tanyaku

__ADS_1


"iya kak.. aku memberitahunya."jawab Luna


Luna dan anaknya menginap di rumahku. Sambil menenangkan perasaannya yang lagi kacau dan sedih.


Keesokan harinya dia nampak lebih baik dari semalaman. Walau sesekali terlihat murung. Anaknya yang baru berjalan terlihat kurusan dan kecil. Bagaimana tidak kalau suami Luna tidak memberikan uang. Jangankan untuk membeli makanan untuk membeli popok saja tidak ada. Suami Luna hanya memberikan uang sebanyak seratus ribu. Itupun kalau Luna meminta kalau tidak yah tidak ada.


Kehidupan Luna setelah menikah sangat menyedihkan. Dia tidak di perlakukan dengan baik oleh suami dan kedua mertuanya bahkan oleh bibi dari suaminya. Bibi dari suaminya begitu membenci Luna bahkan sebelumnya dia tidak merestui hubungan Luna dengan keponakannya. Dia sering sekali menghina Luna bahkan Bibi Irfan pernah berkata kepada Luna seandainya kamu tidak hamil duluan mungkin saja kamu tidak kami restui itupun bisa jadi bukan Irfan yang menghamilimu. Luna hanya menangis mendengar perkataan bibi Irfan. Tapi untungnya ada juga bibi Irfan yang baik hati yang selalu membela Luna. Padahal sebelumnya kedua mertuanya sangat baik entah mengapa sekarang jauh


berbeda. Semuanya berbanding terbalik dengan sebelumnya. Mungkin saja kedua mertuanya di pengaruhi oleh bibi. Bibi Murni tidak suka dengan Luna bisa sja dia yang mempengaruhi kedua mertua Luna apalagi seharusnya anaknya yang menikah dengan Irfan bukan Luna. Tapi takdir berkata lain.


Luna kembali ke rumah ayah untuk sementara waktu. Dia sudah tak tahan tinggal bersama kedua mertuanya. Dia ingin dihargai sebagai istri dan dia ingin lihat apakah suaminya Irfan datang ke rumah ayah atau tidak.


Hanya berselang tiga hari Luna tak kunjung pulang ke rumah mertuanya, suaminya datang menjemputnya. Tapi Luna ingin sementara waktu ini dia tinggal di rumah ayah saja. Suaminya pun menyetujui keinginan Luna. Mereka tampak sudah baikan tak ada lagi pertengkaran dan mereka tinggal di rumah ayah. Jika mertua Luna rindu dengan cucunya, mereka menelpon saja dan suami Luna membawa anaknya ke kedua orang tuanya.

__ADS_1


Kehidupan rumah tangga Luna selalu saja seperti itu, mungkin ini di karenakan mereka belum dewasa, bertengkar sedikit mereka pergi tapi tidak bertahan lama hanya satu atau dua hari saja selepas itu mereka sudah baikan dan melupakan segalanya.


bersambung...


__ADS_2