
Revan sibuk dengan urusannya. Mencari wanita yang cocok untuknya yang sesuai dengan kriterianya.
Suatu ketika tanpa sengaja dia bertemu dengan sesesok wanita disebuah acara pernikahan temannya. Wanita itu cantik, putih, dan wanita itu memakai kawat gigi. Wanita itu terlihat sangat seksi sehingga Revan tak berpaling dari pandangannya. Dia begitu serius memandangi wanita itu. Revan sepertinya jatuh cinta pada pandangan pertama. Baru saja ingin mengajak berkenalan, tiba-tiba teman Revan datang mengagetkan.
"Aahhh... Gara-gara kamu nihh... Belum kenalan juga sama cewek itu, dia sudah pergi" seru Revan dengan kesalnya.
" Hehehh.. hehhee .. sorry sorry... Gue nggak tahu ". Seru teman Revan sambil mengangkat kedua tangannya.
Wanita itu sudah tak terlihat, Revan melihat disekelilingnya tapi tak kunjung melihatnya. Wanita itu seperti hilang ditelan bumi nggak ada jejak sama sekali.
Revan kemudian melanjutkan acaranya dan memberi selamat kepada temannya yang menikah itu.
"Kamu kapan nyusul Rev...???" Tanya Andi dengan nada menyinggung.
"Nantilah..."jawab Revan singkat.
Revan masih terngiang-ngiang membanyangkan wanita itu. Kalau saja Dion nggak datang mengagetkan ku pasti nomor handphone wanita itu sudah ku dapatkan. Tapi sayang... Semua ini gara-gara Dion. Revan masih kesel banget dengan Dion hingga ia tak sadar bahwa dia sudah sampai dirumahnya.
Revan turun dari motornya dengan raut wajah di tekuk.
"Revan.... Pulang dari acara nikahan teman kok muka kamu di tekuk bukannya bahagia???". Tanya ibu Revan
"Aku nggak apa-apa kok Bu..." Ucap Revan sambil menuju kamarnya.
Revan berlalu begitu saja di depan orang tuanya.
Dua Minggu kemudian, Revan dan keluarga menghadiri acara pernikahan sepupunya yang ada di luar kota. Tanpa sengaja lagi dan lagi Revan bertemu dengan wanita yang pernah di lihatnya di acara pernikahan temannya.
Revan sungguh senang, akhirnya dia bisa bertemu lagi dengan wanita itu, kali ini dia nggak boleh gagal. Dia harus mendapatkan informasi tentang wanita itu atau setidaknya nomor teleponnya. Revan mencoba mendekati wanita itu dan mulai mengajaknya ngobrol.
"Hay.... Boleh kenalan nggak??" Tanya Revan sambil menyodorkan tangannya.
"Iya boleh...." Ucap gadis itu.
"Saya Revan kalau kamu??" Tanya Revan lagi.
"Ranti..." Jawab Ranti dengan singkat.
"Ohya ... Kamu ingat nggak , kita pernah bertemu di acara pernikahan Andi?"
__ADS_1
"Emmm...mmmm Andi....... Andi.... Oh... Andi.. iya iya aku ingat. Ohya gue tinggal dulu yaa.." Jawab Ranti Sambil mengingat kejadian itu.
Ranti menyudahi pembicaraannya, soalnya orang tuanya sudah mau pulang..
"RAN.... Tunggu dulu..." Teriak Revan.
Ranti berlalu begitu cepat. Sehingga tak mendengar teriakan Revan.
Ibu Revan datang menghampiri Revan yang lagi berdiri sendiri.
"Ayo.... Kamu lagi liatin apa?? Tanya ibu Revan. Sambil melihat keseliling.
Belum sempat di jawab Ibu Revan bertanya lagi... " Oohhh... Wanita itu too yang kamu lihat??
"Iya Bu... Ibu kenal dengan mereka?". Tanya Revan kembali.
"Jelas dong... Ibu kenal dengan mereka. Karena ibunya itu temannya ibu. Dan sebenarnya mereka itu keluarga jauh dari nenekmu." Ucap Ibu Revan.
"Aahhh... Yang benar Bu... Akukan nggak pernah lihat dia". Tanya Revan dengan ragu.
"Jelas kamu nggak pernah lihat soalnya kalau ada acara yang datang hanya orangtuanya sedangkan Ranti masih duduk di bangku SMA."jelas Ibu Revan.
Ibu Revan kembali membahas tentang perjodohan. Sesekali menayakan ke Revan apakah dia sudah memiliki pasangan atau calon pendamping. Jawaban Revan tetap sama, belum punya pacar tapi Revan mengatakan ke orang tuanya kalau dia sudah menemukan wanita yang cocok untuknya. Tapi dia nggak pacaran.
Ibu Revan memberikan waktu kepada Revan untuk mebawa wanita itu ke rumahnya dan bertemu dengan mereka. Tapi jika Revan tak membawa wanita itu sampai waktu yang di tentukan, Revan harus siap di jodohkan dengan wanita pilihan orangtuanya.
Bagaimana aku bisa membawa wanita itu ke ibu dan ayah sedangkan rumahnya saja aku nggak tahu , nomor teleponnya apalagi.
Gumam Revan dalam hati.
Satu bulan berlalu Revan kembali ditanya oleh orang tuanya. Revan mulai bosan dengan pertanyaan itu lagi itu lagi. Sebenarnya Revan menyukai Ranti tapi dia tak berani mengatakan itu kepada ibunya.
Revan mencoba mencari nomor telepon Ranti dari temannya Andi. Usaha yang dia lakukan membuahkan hasil akhirnya dia mendapatkan nomor telepon Ranti.
Revan mencoba menghubungi Ranti dengan chatting.
"Hay... RAN... Ini aku Revan"
"Hay.. balik".
__ADS_1
"Kamu lagi ngapai RAN??? Aku ganggu nggak.??
"Lagi duduk-duduk aja. Kamu nggak ganggu kok".
Jawaban Ranti begitu singkat dan sedikit cuek . Tapi Revan tak berhenti berusaha, dia terus mencoba mendekati Ranti dan akhirnya mereka mulai akrab.
Keesokan harinya Ibu Revan mengajaknya ke rumah teman ibunya. Kebetulan mereka ingin silaturahim. Dan sekalian mengenalkan Revan ke temannya itu. Tanpa sepengetahuan Revan, ibu Revan berencana menjodohkan Revan dengan anak temannya itu. Revan menyetujui, dia akan mengantar ibunya.
Sesampainya di rumah teman ibunya yang bernama Ibu Dahlia. Revan sebenarnya ingin langsung pulang tapi ibu menahan Revan. Mereka disambut dengan ramah dan sopan. Tak lama duduk sesosok gadis keluar membawakan sebuah minuman dingin. Melihat wanita itu Revan terkejut ternyata wanita itu adalah Ranti. Revan menjadi salah tingkah dan berbisik ke ibunya..
"Ini ternyata rumahnya Ranti Bu... ??? Kok ibu nggak bilang-bilang sihhhh.. akukan bisa berpakaian yang rapi tidak kucel begini."
Ibu Revan sudah mengatur pertemuan dengan Ibu Dahlia. Dan mereka ingin menjodohkan Revan dengan Ranti. Ibu Dahlia menyetujui itu bahkan dia rela Ranti berhenti sekolah. Ibu Revan dan Ibu Dahlia meninggalkan mereka berdua, agar mereka lebih akrab tapi Revan dan Ranti belum tahu bahwa mereka ingin di jodohkan.
Revan dan Ranti masih terlihat kaku dalam berbicara. Revan begitu gugup sampai-sampai dia berbicara terbata-bata.
"Ehh... Kita ketemu lagi" ucap Revan memulai percakapan.
"Iya" Jawab Ranti yang tersipu malu.
Dari kejauhan ibu mereka mengintip di balik jendela .
Tak lama kemudian Ibu Revan mengajak Revan pulang dan mereka berpamitan.
Sesampainya dirumah, ibu Revan mengajak Revan berbicara sebentar.
"Bagaimana Revan kamu sudah kenal dengan Ranti??" Tanya Ibu Revan.
"Iya Bu.. Emangnya kenapa Bu? Tanya Revan balik.
"Begini Rev... Ibu dan ayah berencana menjodohkanmu dengan Ranti. Apa kamu mau?tanya ibu lagi.
Revan hanya terdiam, Ibunya langsung bicara "kenapa kamu diam, kalau kamu diam itu tandanya kamu mau dengan perjodohan ini. Kamu fikir-fikir aja dulu Rev besok kamu beritahu ibu keputusanmu."
Dalam hati Revan berkata... Ini yang Revan mau Bu.. Ranti adalah wanita yang Revan sukai selama ini tapi Revan malu mengatakannya.
Keesokan harinya Revan memberi jawaban ke ibunya bahwa ia menerima perjodohan ini.
Keluarga Revan berencana akan melamar Ranti dalam waktu dekat ini.
__ADS_1