
Hari raya idul Fitri semakin dekat, semua orang sudah sibuk mencari baju baru, baik untuk dirinya sendiri, anak dan juga suaminya.
Hari itu Alif ingin juga membeli baju baru tapi Putri sangat malas kepasar. Putri berinisiatif memesan baju lewat online. Sebelum itu Putri memberitahu Rehan bahwa dia akan membelikan baju untuk Alif lewat online. Rehan mendukung karena kebetulan dia juga nggak ada kesempatan untuk membawa Alif ke pasar soalnya sibuk dengan pekerjaannya.
Putri juga berencana akan membelikan baju untuk ibu, ayah dan adik Rehan dan ayah Putri.
Putri mulai mencari baju di toko online seperti shopee dan lazada. Begitu banyak baju yang cantik-cantik dan keren-keren di aplikasi itu. Putri mulai kebingungan memilih yang cocok untuk kelurganya itu. Sebelum memesang Putri membaca deskripsi produk, takutnya kekecilan atau kebesaran. Setelah menemukan yang cocok , Putri langsung memesang baju tersebut , Putri takut baju itu habis apalagi saat ini stock tinggal dikit.
Satu Minggu sebelum hari raya idul Fitri baju yang di pesan Putri akhirnya datang juga. Dia kemudian memberikan baju itu kepada ayahnya , kedua mertua dan adik Rehan. Ayah Putri menerima pemberian Putri dan Reha. Begitupun keluarga Rehan.
Tapi sayang, belum sempat Ibu Rehan memakai baju yang di belikan Putri , ibu Rehan justru memberikan baju itu kepada orang lain. Begitu juga baju ayah Rehan dan adik Rehan hanya sekali dipakai , lagi-lagi Ibu Rehan memberikan baju itu kepada orang lain. Putri yang melihat hal itu Langsung memberitahu Rehan.
"Reyyy..... Kenapa ibu kamu memberikan baju yang aku belikan kepada orang lain. Apa dia nggak suka dengan pemberianku.?? Sahut Putri kecewa.
"Masa.... Yang sabar sayang... Lain kali kita nggak usah membelikan ibu dan ayah baju." Ujar Rehan mencoba menenangkan Putri.
"Iya sihhhh.... Rey.. tapi ibu tak memakainya sana sekali. Yang bikin aku kecewa kenapa mesti di depan aku dia memberikan bajubitu kepada orang lain, dia sepertinya tak menghargai pemberian ku." Jawab Putri yang masih kecewa dan kesal.
Rehan hanya mencoba membuat Putri sabar, tapi Putri sudah terlanjur kecewa. Soalnya bukan cuman satu kali Ibu Rehan tak menghargai pemberiannya. Ini sudah 2 -3 kali Ibu Rehan berbuat seperti itu.
Kali ini Putri nggak akan memberikan sesuatu untuk Ibu Rehan. Dia sudah terlanjur sakit hati. Sudah dua tahun Putri nggak memberikan hadiah untuk Ibu Rehan.
Malam itu Putri membuat sebuah kue terang bulan, kebetulan Alif yang meminta dibuatkan. Untungnya bahan dalam membuat kue terang bulan lengkap di dapur jadi Putri nggak usah beli lagi di warung.
__ADS_1
Putri membuat kue nggak sedikit karena dia juga membuat kue untuk kedua mertuanya. Setelah kue jadi Putri meminta Rehan untuk membawakan kue itu untuk ibu dan ayahnya.
Rehan kemudian mengambil sebuah motor dan membawakan kue tersebut ke orang tuanya. Sesampainya di rumah orangtua Rehan, orang tua Rehan sangat senang, karena kalau cuaca dingin begini enaknya makan yang panas- panas.
Keesokan harinya Putri dan Rehan ke rumah orang tua Rehan. Entah apa yang terjadi Putri melihat kue itu ada di tempat sampah. Lagi-lagi Putri sedih karena kue buatannya untuk mertuanya ternyata ada di tempat sampah.
Mungkin dia nggak suka dengan kue itu. Guman Putri dalam hati.
Putri nggak lama di rumah mertuanya, dia ingin pulang. Putri kemudian mengajak Rehan pulang dengan alasan ada tamu dirumah padahal sebenarnya nggak ada, dia nggak mau lama-lama.
Sampainya dirumah Putri kembali menanyakan kepada Rehan.
"Reyy... Kue yang kau berikan kemari untuk kedua orang tuamu, apa mereka suka??" Tanya Putri.
"Tapi kenapa kue itu ada di tempat sampah". Tanya Putri.
"Masa.......??? Kamu salah lihat kali". Ucap Rehan yang nggak percaya.
"Aku lihat kok ... Tadi dirumah orang tuamu, kue itu ada di tong sampah". Ucap Putri tegas.
"Nggak usah difikirin, mungkin ayah dan ibu tidak suka atau mereka sudah kenyang". Ucap Rehan.
Putri masih kesal dan sedih, lagi-lagi dia kecewa. Entah harus bagaimana Putri berbuat, baju dan kue yang dia berikan untuk mertuanya ternyata tidak disukai oleh orang tua Rehan.
__ADS_1
Walau bagaimanapun Putri nggak mau hubungan anak dan orang tua menjadi menjauh cuman gara-gara hal itu. Walau rasa itu masih ada tapi dia harus mengesampingkan perasaan itu. Karena Putri tahu orang tua Rehan sudah banyak membantu mereka disaat pembangunan rumah, kebutuhan dapur dan kebutuhan Alif.
Putri tau diri siapa dia di keluarga Rehan. Dia hanya seorang menantu yang tak bisa berbuat apa-apa, setiap kemauan orang tua Rehan, Putri turuti walau sebenarnya dia ingin menolak tapi ia tak mampu padahal orang tua Rehan mempunyai satu menantu lagi tapi dia begitu sayang kepada menantunya itu soalnya menantu itu pilihan ibunya Rehan. Setiap pekerjaan rumah, ibu Rehan tak pernah menyuruhnya tapi malah menyuruh Putri padahal dia tidak tinggal bersama.
Suatu hari Putri menolak apa yang disurukan ibu mertuanya itu, Putri malah balik menyuruh Ranti yang hanya duduk sambil memainkan handphonenya. Tiba-tiba Ibu Rehan memutus pembicaraan Putri, ibu mertua berkata dia tak tahu hal itu. Dalam hati Putri berkecamuk dan berkata maka dari hal itu Ranti harus belajar, sampai kapan dia akan begitu kalau dia tak mau belajar. Sampai kapanpun dia tidak akan tahu jika Ibu selalu memanjakan dia.
Ibu Rehan yang mengambil alih pekerjaan itu yang tadi dia suruhkan ke Putri karena Putri menolak. Bukan hal Putri ingin membantah tapi dia ingin mengajari Ranti agar dia mau membantu Ibu Rehan tapi apalah daya Ibu Rehan selalu membela Ranti.
Putri meninggalkan rumah mertuanya itu dan berlalu begitu cepat. Putri sedikit kesal kenapa mesti dia yang selalu merasakan hal itu.
Putri sebenarnya kasihan melihat ibu Rehan tapi nggak bisa berbuat apa-apa. Walau bagaimanapun cara Putri, ibu Rehan tetap mendukung Ranti dan tahu mau menyuruh Ranti.
Hari itu Putri dan Rehan menginap di rumah orang tua Rehan. Soalnya ibu Rehan mengadakan sebuah acara syukuran. Segala persiapan sudah disiapkan termasuk makanan yang akan dimakan oleh para tamu undangan.
Keesokan paginya Putri bersama sanak saudara Rehan sudah menyiapkan makanan di atas meja . Para tamu sudah datang dan acara berjalan dengan lancar.
Malam harinya Putri ingin istirahat tiba-tiba ibu Rehan datang.
"Ohya.. Put... Ambil saja kembali seprei yang dulu kau berikan ke ibu soalnya ibu tak pake lagi." Ucap Ibu Rehan sambil memberikan seprei itu
"Iya Bu." Jawab Putri singkat sambil mengambil seprei itu yang disodorkan ke tangannya.
Ibu Rehan tak pernah sekalipun menerima pemberian Putri, palingan barang yang di berikan Putri tidak berlangsung lama hanya 2-3 hari selepas itu dia memberikan kepada orang lain atau mengembalikannya kembali ke Putri. Putri kecewa dan sedih niatnya dia ingin membahagiakan ibu Rehan tapi ternyata dia tak suka semua hal itu. Setelah Putri menerima seprei pemberiannya. Dia hanya tertunduk diam dan segera tidur walau matanya belum mengantuk. Rehan yang kabetulan nggak ada di dekat Putri. Padahal Putri berharap Rehan mendengar dan melihat semua ini. Agar dia nggak di katakan cuman buat cerita saja tanpa ada bukti. Putri hanya bisa sabar atas sikap ibu Rehan.
__ADS_1