
Semenjak kaki Putri sudah diurut, awalnya kakinya semakin sakit tapi lama kelamaan kakinya sudah mendingan. Seandainya Putri kakinya nggak diurut bisa jadi proses penyembuhan akan berlangsung lama tapi untungnya berkat kegigihan Rehan membujuk akhirnya Putri mau.
Untuk sementara waktu, selama kaki Putri sakit dia harus menutup kedainya beberapa hari begitu pula dengan Rehan dia harus pulang balik untuk sementara ini. Padahal sudah banyak orderan yang datang tapi apa boleh buat Putri harus menolak semuanya. Sampai batas waktu yang dia tidak tahu.
"Kasihan Rehan selama kakiku sakit dia harus pulang balik padahal jarak rumah dengan kantor begitu jauh, ditambah dia harus berangkat subuh dengan angin yang menusuk ke tulang sedangkan dia pulang kerja sampai di rumah habis magrib. " Gumam Putri dalam hati yang pandangannya ke wajah Rehan yang sedang tertidur lelah akibat kecapean.
Rehan tersadar dari tidurnya.
"Kenapa kamu belum tidur sayang" seru Rehan yang beranjak dari tempat tidurnya.
"Nihh... Baru saja aku mau tidur.." ucap Putri sambil menarik selimut.
Mereka kembali tidur. Pukul sepuluh malam kaki Putri mengalami keram dan sangat sakit. Putri membangunkan Rehan .
"Mas.. mas... Kaki aku sakit sekali, bisa tolong ambilkan aku es batu aku mau mengompresnya." Ujar Putri mengoyang-goyangkan tubuh Rehan agar Rehan terbangun.
"Ada apa sayang..." Rehan bangun dengan kaget sampai -sampai ia hampir saja jatuh dari tempat tidur.
"Kaki aku sakit mas... Bisa tolong ambilkan es batu, aku mau mengopresnya!!!" Sahut Putri sambil memegang kakinya yang sakit.
"Tunggu mas ambilkan" Rehan bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju dapur.
Rehan kemudian mengompres kaki Putri dengan hati-hati.
"Sudah mas... Biar aku saja yang pegang, mas bisa tidur lagi. Ini sudah agak mendingan. " Ucap Putri.
"Biar mas yang pegang, kamu tidur saja dulu kamukan belum tidur." Seru Rehan sambil membaringkan tubuh Putri.
"Tapikan... Mas besok kerja harus berangkat subuh nanti telat bangunnya. " Ujar Putri
"Mas nggak apa-apa, mas sudah tidur sedikit, kamu tidur saja dulu sayang. Nanti mas nyusul." Ucap Rehan dengan penuh perhatian.
__ADS_1
Putri mulai menutup matanya, sedangkan Rehan duduk di pinggir kasur sambil mengopres kaki istrinya itu. Sesekali Rehan tak sadar menutup matanya, dia baru tersadar jika dia akan jatuh. Tiba-tiba tubuh Putri menggigil kedinginan, badannya sangat panas. Rehan segera mengambil obat kebetulan dokter tadi memberikan obat panas soalnya kata dokter biasanya orang yang kakinya bengkak akan panas atau menggigil, untuk antisipasi dokter memberikan obat demam.
Rehan segera menyandarkan Putri kebahunya dan memberikan obat yang diberikan dokter. Sesudah minum obat Rehan kembali membaringkan Putri .
Beberapa jam berlalu akhirnya demam Putri turun. Rehan belum tidur padahal jarum jam sudah berada di jam dua belas. Putri terbangun dari tidurnya.
"Mas... Ayo sini tidur di dekat Putri, besokkan kamu kerja mas!!" Ajak Putri sambil memperbaiki bantal yang ada di dekatnya.
Kali ini Rehan tak menolak ajakan Putri, dia benar-benar sangat mengantuk, itu jelas terlihat dari wajahnya yang tak henti menguap.
"Mas sudah tidur aja, aku sudah baikan mas. Mas jangan khawatir. Ucap Putri lagi.
Baru saja Rehan membaringkan tubuhnya, dia sudah tertidur lelap. Putri juga kembali tidur sambil memegang tangan suaminya.
Suara adzan subuh sudah terdengar, Putri kebetulan sudah bangun. Putri berjalan ke dapur dengan bantuan tongkat. Putri ingin memasak makanan untuk Rehan. Baru saja Putri menyalakan kompor Rehan tiba-tiba muncul.
"Kamu nggak usah masak sayang, biar aku saja yang masak." Ucap Rehan sambil mematikan kompor.
"Nggak apa-apa mas... Aku sudah bisa kok ... Nih lihat saja.." seru Putri sambil memperlihatkan kakinya yang kuat.
Putri tetap nggak mau, dia tetap ingin memasak untuk Rehan. Rehan tak bisa berbuat apa-apa.
"Begini saja sayang biar aku bantu." Ucap Rehan.
Putri dan Rehan memasak bersama, setelah masakannya selesai, Rehan bergegas mandi kebetulan dia sudah memasak air panas. Sementara Putri menyiapkan makanan diatas meja dan menyiapkan bekal untuk Rehan untuk dibawah ke tempat kerja.
Rehan hanya menggelengkan kepalanya, melihat Putri menyiapkan makanan untuknya. Walaupun kakinya sakit dia tetap ingin menyiapkan makanan untukku walaupun aku larang.
"Mas baju kerja kamu aku sudah siapkan diatas kasur yah!!! " Teriak Putri kepada Rehan yang masih ada dalam kamar mandi.
"Iya sayang.." balas Rehan.
__ADS_1
Rehan menuju kamarnya dan memakai pakaian yang sudah disiapkan Putri. Kemudian Rehan masuk kedapur untuk sarapan.
Setelah selesai makan, kali ini Rehan segera mencuci piringnya mumpung Putri lagi menyusui Shireen. Dia nggak mau Putri terlalu banyak gerak soalnya kakinya belum terlalu sembuh dan masih sering sakit.
Putri yang baru saja selesai menyusui Shireen, heran melihat meja makan sudah bersih.
"Mas.. kenapa kamu nggak simpan aja piring makanmu, biar aku saja yang mencucinya." Sahut Putri yang menghampiri Rehan dan duduk di kursi.
"Nggak apa-apa sayang.. kali ini saja, mas yang cuci. Nanti jika kakimu sudah sembuh baru mas nggak akan cuci piring lagi." Ucap Rehan sambil memeluk Putri dari belakang.
"Ohya mas sudah mau berangkat nih...!" Sahut Rehan sambil mengambil bekal dan memasukkannya kedalam tasnya.
"Iya mas... Mas hati-hati yah... Jangan ngebut." Ucap Putri sambil mencium tangan suaminya.
Rehan tak lupa pula mencium kening istri lalu kemudian berangkat.
"Mas.. mas... Kamu lupa pakai jaket!" Teriak Putri yang berusaha berjalan cepat dengan tongkatnya menuju Rehan yang sudah membunyikan motornya.
Mendengar teriakkan Putri, Rehan langsung mematikan motornya. Rehan pikir Putri terjatuh sehingga dia masuk kedalam rumah begitu cepat.
" Kamu kenapa berteriak?? Tanya Rehan.
"Ini nihhh mas.."memberikan jaket ke Rehan.
"Kamu lupa memakai jaketmu".
"Iya yah... Makasih yah sayang" ucap Rehan yang kembali mencium kening istrinya.
"Aku berangkat dulu sayang. assalamualaikum"
"Hati-hati sayang. Wa'alaikum salam."
__ADS_1
Rehan berlalu begitu cepat. Putri kembali menutup pintu rumahnya dan berjalan menuju anaknya Shireen. Shireen menangis. Putri segera menyusui Shireen kembali yang sempat terhenti karena Rehan akan berangkat kerja tadi.
Sudah dua Minggu kedai belum juga dibuka, Kaki Putri memang sudah tidak bengkak tapi kakinya masih sering sakit. Rehan masih melarang Putri untuk membuka kedainya. Karena dia akan berjalan jauh menuju kedai sedangkan kakinya belum sembuh secara sempurna. Putri mengikuti perkataan suaminya dia juga nggak mau melihat Rehan terus saja pulang balik ke tempat kerja. Putri ingin segera kakinya pulih kembali jadi dia rutin meminum obat dan menempelkan obat dedaunan yang di berikan tukang urut. Putri nggak tega melihat suaminya harus berangkat subuh setiap hari. Putri kasihan kepada Rehan, dia juga nggak mau Rehan sampai masuk angin akibat sering berangkat lebih awal dan pulang malam. Soalnya Putri tahu angin malam tidak baik untuk kesehatan.