Akhirnya Aku Kalah

Akhirnya Aku Kalah
Pekerjaan Baru


__ADS_3

Kekecewaan Putri masih membekas dihati, Putri mencoba membuang rasa kecewa tapi dia tak mampu. Putri mencoba menyibukkan dirinya dengan kembali berjualan minuman. Di kedai mini itulah Putri mencoba membuang semua yang ada dalam hatiinya. Semoga Putri bisa.


Pukul 12.00 siang, kedai Putri mulai buka, hari ini dia terlambat bukan karena pekerjaan rumah yang tak sempat dia kerjakan kemarin.


Pembeli mulai berdatangan ditambah ada yang sudah pesan lebih dulu lewat WhatsApp. Jualan online  pun tak kala larisnya. Hanya saja Putri masih sibuk di kedainya. Sesekali handphone berdering , telopon dari pelanggang.


"Put...  Hari ini kedai kamu buka nggak???" Tanya pelanggan itu dibalik teleponnya.


"Iya aku buka... "


"Kalau begitu aku pesan minuman rasa anggur 2, rasa coklat  2 ditambah gorengkan aku juga tela-tela 10.000. "


"Ok. Siip deh... Sebentar aku chat kamu kalau sudah selesai."


Telepon terputus. Putri kemudian segera membuatkan pesanan dari orang itu. Sesekali pikiran itu muncul tanpa tak terduga. Putri sekali lagi mencoba membuangnya.


Handphone Putri lembali berdering... Ternyata dari customer lagi.


"Put... Aku pesan minuman 2 rasa alpukat, gorengan 5 ribu aja. Ok. Sebentar aku jemput sendiri."


"Ok ... Sipp ".


Pesanan sebelumnya sudah selesai, selanjutnya Putri mengabari penelpon pertama lanjut ke penelpon ke dua.


"Alhamdulillah....  Dagangan ku hari ini lancar" sahut Putri dalam hati.


Pukul 17.00 sore, waktunya kedai Putri tutup, baru ingin menutup kedai tiba-tiba customer datang lagi, Putri melayaninya terlebih dahulu baru kemudian menutup kedainya.


Sebentar lagi Rehan pulang kerja. Putri bergegas pulang ke rumah untuk menyiapkan makanan untuk Rehan.  Sedangkan Alif masih di rumah nenek. Dia nggak mau pulang soalnya katanya belum malam. Putri nggak mau lama-lama di rumah neneknya Alif soalnya dia masih kecewa. Kebetulan kedai Putri tidak jauh dari rumah nenek Alif.


Baru saja tiba dirumah, Rehan sudah datang..

__ADS_1


"Assalamualaikum... Kamu baru pulang  dari kedai sayang? Tanya Rehan.


"Wa'alaikum salam.... Iya nihh mas , soalnya banyak yang beli mas, dagangan ku hari ini lancar mas." Sahut Putri dengan gembira.


"Syukur Alhamdulillah.... kalau begitu." Ucap Rehan.


"Ia mas... Tumbeng kamu cepat pulang??"tanya Putri heran.


"Alhamdulillah pekerjaan kali ini cepat kelar". Ucap Rehan sambil masuk ke rumah.


Untungnya Putri sebelum menjual ke kedai dia sudah masak nasi memasukkan beras ke Magicom. Kali ini Mas Rehan hanya ingin makan mie rebus campur telur. Katanya dia kepengen makan itu hari ini. Stok mie di rumah habis. Putri kemudian ke warung depan membeli mie dan telur.


Sementara mas Rehan makan tiba-tiba handphonenya berdering...


"Assalamualaikum... Apa betul ini dengan Muh. Rehan Al Farizi." Tanya orang di balik telepon.


"Iya benar Pak. Ini dengan siapa?" Tanya Rehan balik.


Rehan hanya diam sejenak


"Halo pak.. halo pak.. bagaimana?" Tanya si penelpon berulang kali.


"Iya pak.. maaf pak ,ini beneran pak??" Tanya Rehan yang masih kaget.


"Iya ini beneran, bagaimana bapak bisa datang ke kantor besok, ??


"Iya. Pak bisa... "


"Ok. Besok kami tunggu bapak di kantor."


Telepon terputus.

__ADS_1


Rehan yang masih kaget sesekali diam,  Putri menghampiri Rehan .


"Telepon dari siapa mas??? Tanya Putri penasaran.


"Itu sayang.... Dari kantor CV. Cahaya berkah. Aku diterima kerja  di perusahaan itu. " Sahut Rehan.


"Alhamdulillah... Mas.... "


Rasa syukur yang tiada hentinya Rehan dan Putri ucapkan. Setiap kali ada kesulitan pasti ada kemudahan. Allah selalu tahu kebutuhan kami.


Tapi sebelum itu Rehan resign di tempat kerja sebelumnya. Pekerjaan sebelumnya memang bagus tapi gaji Rehan masih di bawah standar UMK.  Kebutuhan kami makin banyak ditambah Alif sudah masuk sekolah.


Keesokan harinya Rehan siap-siap ke kantor. Pakaian kerja sudah Putri siapkan diatas kasur. Rehan akan bekerja di perusahaan ternama. Untungnya Rehan ada pengalaman sebelumnya jadinya dia sudah terbiasa. Rehan belum habis fikir akhirnya dia keterima di perusahaan itu padahal sudah berapa bulan yang lalu dia memasukkan lamaran pekerjaan belum ada panggilan. Rehan berfikir lamarannya di tolak tapi ternyata tidak.


"Mas... Ayo makan dulu" Panggil Putri yang sudah menyiapkan makanan dimeja.


"Iya tunggu... " Sahut Rehan berjalan menuju meja makan.


"Setelah ini, mas langsung berangkat, takut mas telat." Ucap Rehan.


Selesai makan, Putri segera membersihkan piring makan mas Rehan. Mas Rehan berangkat. Jarak rumah dengan kantor kerjanya saat ini lumayan jauh Rehan harus menempuh sekitar 1 jam lebih. Untungnya jalanan kali ini tidak macet.


Hari pertama masuk kerja, Rehan di sambut dengan ramah, Rehan dijelaskan pekerjaannya sedetail mungkin oleh senior.  Kali ini Rehan di tempatkan dibagian produksi seperti pengalamannya terdahulu. Semuanya berjalan dengan lancar nggak ada hambatan sama sekali Rehan cepat mengerti.


Sepulang kerja Rehan selalu membawakan makanan untuk Alif dan Shireen. Kali ini Rehan membelikan sebuah martabak manis kesukaan Alif. Alif sangat senang dan selalu mencari sesuatu jika ayahnya pulang kerja.


Rehan tak mau melihat Alif sedih walaupun dia belum gajian. Uang yang dia pakai untuk membeli makanan untuk Alif adalah uang bensin yang ia simpan ketika ia masih kerja dahulu di koperasi simpan pinjam.


Satu bulan pertama kerja Rehan pulang balik dari rumah ke tempat kerja. Yang jarak tempuhnya lumayang jauh. Jika Rehan masuk sif satu, Rehan berangkat dari rumah ke tempat kerja sekitar jam 5 subuh. Sampai di tempat kerja setengah 7. Itupun kalau jalanan tidak macet. Angin berhembus kencang menusuk hingga ke tulang. Itulah yang Rehan alami ketika pulang kerja  sif 2 di larut malam sekitar jam satu malam Rehan baru tiba di rumah. Suasana jalan begitu sepi, kadang hanya satu atau dua kendaraan yang lewat.  Kadang Putri menyuruh Rehan untuk jangan pulang jika dia bekerja sif 2 karena terlalu beresiko. Apalagi sekarang jalanan tidak aman banyak tukang begal kalau sudah lewat jam 10 malam yang berkeliaran di jalanan. Putri menyuruh Rehan untuk tinggal di kantor, nanti subuh baru dia pulang ke rumah. Tapi Rehan tidak menghiraukan perkataan Putri, dia tetap saja pulang tengah malam. Soalnya dia nggak tahu mau tidur dimana di kantor.


Dua bulan berlalu Rehan dan ke dua teman kerjanya berinisiatif untuk mengontrak rumah. Ini untuk antisipasi ketika musim hujan tiba. Karena kebanyakan jalan berlubang takutnya kalau hujan mereka nggak bisa cepat-cepat jadi mereka mengambil kontrakan untuk saat ini. Selain itu rumah kontrakan itu sebagai tempat singgah /istirahat ketika pulang kerja tengah malam. Rehan dan temannya masing-masing membawa keperluan untuk digunakan di kontrakan. Ada yang membawa kompor, bantal, tikar , dan masih banyak lagi.

__ADS_1


__ADS_2