Akhirnya Aku Kalah

Akhirnya Aku Kalah
Kaget


__ADS_3

Tiga bulan berlalu, semenjak Rehan mengambil kontrakan, dia jarang pulang. Katanya untuk menghemat pengeluaran dan bensin. Apalagi BBM saat ini naik di tambah lagi jarak yang begitu jauh dari rumah terlalu banyak resiko di jalan. Bukan cuman itu Rehan juga saat ini kebanyakan harus masuk sif satu soalnya banyaknya permintaan pelanggang akibat keterlambatan produksi. Rehan dan teman kerjanya kebanyakan lembur untuk mengejar keterlambatan produk mereka. Terlambatnya suatu produksi akibat kurangnya tenaga kerja saat ini. Perusahaan masih mencari pekerja yang kompeten dalam hal produksi, tidak sembarang orang yang bisa dipekerjakan harus yang betul-betul mengerti.


Rehan pulang ke rumah dua sampai tiga kali satu minggu itupun jika ada ada yang ingin tukar sif, tapi jika tidak ada yang ingin tukar sif Rehan hanya balik ke rumah satu kali seminggu. Sekarang sudah serba canggih. Jika anak-anak rindu dengan ayahnya, Putri hanya menelpon Rehan dengan panggilan Vidio. Mereka saling bicara satu sama lain.


"Ayah kapan pulang??" Tanya Alif. Yang sudah rindu dengan Ayahnya padahal baru satu bulan di tinggal oleh Ayahnya untuk bekerja.


"Ayah ... Ayah..." Sahut Shireen yang duduk di dekat Rehan yang sudah pandai bicara.


"Nanti Minggu depan ayah pulang nak. Jika pekerjaan ayah cepat selesai" Sahut Rehan yang sebenarnya juga rindu dengan mereka.


"Ayah baik-baik disana"ucap Rehan. Shireen melambaikan tangannya ke ayahnya.


"Apa kabar sayang... Apa kamu baik-baik saja? Tanya Putri.


"Alhamdulillah baik, kalau kamu dan anak-anak ?? Tanya Rehan balik.


"Alhamdulillah... Baik juga, anak-anak juga baik, hanya saja mereka sering menayakan tentang kamu." Sahut Putri. Sambil menatap ke arah anak-anaknya.


"Beri pengertian ke anak-anak, bilang saja ayah lagi cari uang untuk membeli sesuatu untuk anak-anak. " Ucap Rehan.


"Iya mas..."


"Ayah belikan aku mainan yaahh??? Sahut Alif dari kejauhan yang lagi bermain dengan Shireen.


"Tuhhh.... Mas kamu dengarkan yang diucapkan Alif???"


"Iya sayang aku dengar, beritahu Alif nanti ayah belikan. Ohya sudah dulu sayang , aku mau lanjut kerja nih..." Ucap Rehan.


"Iya mas.. dahhhhhhh"


Video call terputus.


Putri lanjut mengurus kedua buah hatinya. Ayah Rehan sering datang ke rumah untuk menginap karena Rehan meminta Ayahnya untuk menemani Alif dan Shireen. Soalnya Alif takut jika cuman bertiga dengan ibu dan adiknya.


Semenjak Rehan nggak pulang, Putri kewalahan dalam mengurus kedainya karena dia harus belanja sendiri keperluan kedai jika bahan-bahannya habis. Selain itu Putri harus mengurus Alif dan Shireen seorang diri.


Jika Putri ingin pergi belanja untuk keperluan kedai, dia selau memberitahu Rehan jika ia ingin keluar rumah. Jika Rehan mengizinkan barulah Putri pergi. Alif dan Shireen , Putri titip terlebih dahulu dirumah orangtua Rehan. Karena Alif dan Shireen pintar jika bersama nenek dan kakeknya. Selain itu juga Putri belum terlalu lancar mengendarai sepeda motor. Jadi dia takut jika Alif dan Shireen ikut.


Sesampainya dilangganannya Putri segera membeli keperluan kedai sekalian untuk keperluan dapur dan anak-anak. Karena toko tersebut lengkap. Jadi nggak perlu ke toko lain. Putri hanya ke toko sebelah jika toko dilangganannya itu habis. Tapi untungnya saat ini masih banyak stok.


Ketika Putri selesai berbelanja, Putri kemudian segera pulang. Dalam perjalanan pulang terjadi sesuatu dengan Putri.


Prakkkkkk.....


Motor yang di gunakan tiba-tiba saja keserempet mobil. Padahal Putri dalam mengendarai motor tidak terlalu kencang hanya saja mobil yang menabrak berlaju sangat kencang untungnya Putri nggak terlalu parah. Hanya kaki kirinya yang luka akibat tertimpa motor.

__ADS_1


Mobil yang menyerempet Putri berlalu begitu saja tanpa berhenti sedikit pun.Mentang-mentang kamu punya mobil seenaknya saja berbuat, dasar orang yang tak bertanggung jawab. Sahut Putri dalam hati.


Orang yang ada disekitar jalanan itu segera menolong Putri.


"Kamu nggak apa-apa nak" tanya si penolong sambil mengangkat motor Putri yang saat itu kaki Putri ketindis motor.


"Iya pak, aku nggak apa-apa, cuman kaki saja yang luka." Sahut putri sambil menahan kesakitan.


"Waduhhh..... Belajaanku...." Ucap Putri sambil mencari belanjaannya. Melihat kesana kemari


Belanjaannya sudah terlempar dari motor untungnya nggak ada yang hancur. Putri mulai bangkit dari aspal di bantu oleh bapak-bapak yang ada disekitar jalan itu.


"Kamu bisa berdiri nak..???


"Iya bisa pak... Makasih pak sudah menolong saya". Ucap Putri yang mencoba menguatkan kakinya yang sakit.


"Sama-sama nak. Lain kali kamu hati-hati ." Ucap si penolong dan berlalu meninggalkan Putri.


Putri melanjutkan perjalannya dengan kaki terpincang-pincang, akibat tertindis motor. Putri mencoba menahan rasa sakit. Sepertinya kakinya terkilir.


Sesampainya dirumah, Putri kemudian menjemput Alif dan Shireen.


"Put... Kaki kamu kenapa, kenapa kamu jalannya seperti itu.?? Tanya Ayah Rehan penasaran.


"Aku tadi jatuh dari motor Yah... Keserempet mobil tapi ayah tenang saja kaki aku nggak apa-apa hanya luka sedikit." Sahut Putri mencoba menyembunyikan rasa sakitnya.


"Nggak usah Yah... Entar juga sembuh..!!! Alif .... Shireen ayo kita pulang nak.. sudah sore nihh nak...!!! Panggil Putri kepada kedua anaknya.


Mereka kemudian pulang kerumah... Alif melihat ibunya jalan terpincang-pincang.


"Ibu... Kaki ibu kenapa??" Tanya Alif..


"Nggak apa-apa kok nak.." jawab Putri.


Alif yang tanpa sepengetahuan ibunya menelpon ayahnya. Alif melakukan panggilan Vidio call. Panggilannya terhubung.


"Assalamualaikum... Ayah...."


"Wa'alaikum salam...."


"Ayah... Ibu.... Kaki ibu sakit !!!!


"Kenapa bisa nak, ??? Rehan kaget.


"Ibu tadi jatuh dari motor ketika dia pergi belanja untuk membeli keperluan kedai ."

__ADS_1


"Alif... Tolong berikan handphone mu ke ibumu nak, ayah mau bicara."


"Ibu... Ibu... Ibu... Ayah mau bicara."


Alif memberikan handphonenya ke ibunya yang sedang memasak di dapur.


"Iya  halo sayang...."


"Sayang .... Kata Alif kaki kamu sakit. Dan Kamu jatuh dari motor???"


"Nggak apa-apa kok  mas... Cuman luka sedikit nanti juga sembuh." Sahut Putri menyembunyikan rasa sakitnya dengan tersenyum.


"Kamu jangan bohong sayang... Sebentar sore aku akan pulang". Sahut Rehan dengan cemasnya.


"Nggak apa-apa kok mas... Emangnya besok kamu libur.???


"Iya... Besok kan hari Minggu jadi aku bisa pulang."


"Iya mas... Hati-hati dijalan."


"Iya sayang.."


Vidio call terputus, soalnya Rehan di panggil oleh rekan kerjanya. Putri kemudian melanjutkan memasak masakannya di dapur.


Kaki Putri bengkak akibat terkilir. Belum sempat Putri ke tukang urut karena sibuk dengan pekerjaan rumah dan kedainya.


Dia semakin sulit berjalan. Dia memegang di tembok rumah jika ingin mengambil sesuatu.


Pukul 17.30 Rehan sudah tiba di rumah. Dia bergegas masuk kerumah sampai-sampai dia lupa mengeluarkan helm yang ada di kepalanya.


"Assalamualaikum..." Teriak Rehan di balik pintu.


"Wa'alaikum salam... Alif tolong buka pintu nak, sepertinya Ayahmu sudah pulang." Sahut Putri yang duduk di depan tv.


"Ayah... Itu benar Ayah" ucap Alif sambil membukakan pintu yang sebelumnya melihat dari balik jendela.


"Ibu kamu mana nak, ??? Tanya Rehan dengan masuk terburu buru.


"Bagaimana dengan kaki kamu sayang,??" Tanya Rehan khawatir.


"Nggak apa-apa kok mas, sepertinya hanya terkilir." Jawab Putri sambil memperlihatkan kakinya.


"Ini sudah bengkak sayang, ayo kita ke tukang urut." Ajak Rehan.


"Nggak usah mas, nanti juga sembuh.!!! Sana.... Ganti baju dulu mas" ucap Putri mencoba mengganti topik pembicaraan.

__ADS_1


"Iya.. mas ganti baju dulu baru kita ke tukang urut kemudian ke dokter " ajak Rehan lagi.


Berulangkali Rehan membujuk Putri agar mau diajak ke tukang urut..  lama kelamaan Putri akhirnya mau juga.


__ADS_2