
Fatima berencana meminta cuti, dia ingin pulang ke kampung halamannya. Untuk menjenguk kedua orang tuanya. Ayah Fatima sedang sakit keras inilah alasan Fatima ingin cuti.
Fatima menemui bosnya di dalam ruangan.
"Assalamualaikum...... " ucap Fatima.
"wa'alaikum salam..... " jawab Ibu Karin.
"Apa boleh saya masuk???" tanya Fatima
"Silahkan masuk Fatima. Ada perlu apa kamu menemui saya.??? Tanya Ibu Karin balik.
"Begini Buu.... saya mau minta cuti selama sebulan karena Ayah saya sedang sakit. Saya ingin menjenguk Ayah saya dulu Bu..." Jelas Fatima
"Satu bulan??? Itu lama sekali Ima..." Ucap Bu Karin dengan nada terkejut
"iyhaaa Bu... saya mohon, ayah saya sakit Bu..." ucap Fatima .
Fatima terus memohon kepada bosnya agar diberi cuti selama satu bulan. Usahanya berhasil, dia diberi izin cuti oleh bosnya. Untungnya bos Fatima orang yang baik dan mengerti keadaan Fatima. Fatima sangat bersyukur mempunyai bos seperti beliau. Bukan cuman memberi izin, Ibu Karin pun menambahkan gaji Fatima, katanya untuk biaya berobat ayahnya. Fatima sungguh senang. Dia pun mencium tangan Ibu Karin sebagai tanda terimah kasih, kemudian dia meninggalkan ruangan Ibu Karin.
Sepulang kerja Fatima juga memberitahu Lisa bahwa dia berencana ingin pulang ke kampung halamannya.
Sontak saja Lisa terkejut mendengar ucapan Fatima. Setelah mengganti pakaian, Lisa kembali menanyakan rencana Fatima. Karena Lisa belum percaya dengan ucapan Fatima. Lisa berfikir Fatima hanya bercanda.
"Ima.... Apa betul dengan ucapanmu tadi sore?? Apa kamu benar-benar ingin pulang kampung?? Kamu nggak bercanda kan..?? Tanya Lisa yang sedang makan.
" Iyhaa Liss.... saya serius dengan ucapan saya, saya sudah meminta cuti sama Bu Karin. Bu Karin pun memberi saya izin." Jawab Fatima.
"Berapa lama kamu disana??? Tanya Lisa lagi
"Mungkin satu bulan." Jawab Fatima.
"Kok... lama amat?? Jadi saya sendirian donk disini..!!" Ucap Lisa
"Nggak lama kok Liss.. Lagian saya pulang ingin menjenguk ayahku yang sedang sakit. Kalau Ayahku sudah sembuh, saya pasti balik kesini lagi kok." Jelas Fatima.
"Semoga ayah kamu cepat sembuh yhaa Ima.. aamiin" kata Lisa.
__ADS_1
"Aamiin...... Makasih Lis atas doanya." ucap Fatima sambil memeluk sahabat sekaligus teman sekamarnya.
"sama-sama Ima." Ucap Lisa yang masih di peluk Fatima.
Keesokan harinya barang-barang yang akan di bawah Fatima pulang sudah siap di dalam koper. Tak lupa pula dia menyiapkan ole-ole untuk keluarganya. Lisa begitu sedih di tinggal Fatima. Bagaimana tidak, setiap hari dia bersama Fatima, makan bersama, pergi kerja bersama, jalan-jalan kesana kemari selalu bersama. Persahabatan mereka sangat erat. Hingga Lisa tak sadar meneteskan air matanya ketika melihat Fatima memasuki bandara dan perlahan meninggalkannya.
Sebelum itu terlebih dulu Lisa memeluk Fatima.
"Kabari saya kalau kamu sudah sampai yhaaa imaa... ? Ucap Lisa sambil memegang tangan Fatima.
" Iyhaa... Liss... nanti aku kabari kamu kok.." jawab Fatima sambil memeluk Lisa untuk terakhir kalinya.
Fatima pun meninggalkan Lisa. Dari kejauhan Fatima melambaikan tangannya kepada Lisa sambil mengusap matanya. Agar Lisa jangan sedih. Fatima semakin jauh dari pandangan Lisa dan mulai memasuki pesawat.
Di atas pesawat Fatima melihat kota yang selama lima tahun ini dia tinggali terlihat begitu indah. Di kota inilah saya menemukan sahabat sebaik Lisa dan bos sebaik Bu Karin. Semoga kita bisa berjumpa lagi.
Fatima terbangun dari tidurnya, tak terasa dia sudah tiba di kota kelahirannya. Pramugari pesawat pun memberitahukan kepada seluruh penumpang untuk menggunakan dan mengencangkan sabuk pengamannya karena tinggal beberapa menit lagi pesawat akan mendarat.
Pesawat sukses mendarat dengan baik, para penumpang mulai turun satu persatu. Rasa syukur yang diucapkan Fatima karena sampai dengan selamat. Diapun mulai meninggalkan pesawat. Nampak dari kejauhan keluarga sudah menunggunya. Pelukan hangat dari keluarga membuat Fatima tak sadar air matanya menetes karena begitu bahagianya dia bertemu dengan orang - orang yang dia sayangi.
Sesampainya dirumah, Fatima di sambut dengan tangis gembira oleh kedua orang tuanya.
"Alhamdulillah.... kamu baik-baik saja nak..." Ucap ibu Maemunah sambil memeluk anaknya.
"Iyha Bu.... Alhamdulillah.... Bagaimana dengan Ibu??? Tanya Fatima balik.
"Ibu baik-baik saja nak, cuman Ayah sudah sakit tapi sekarang keadaannya sudah semakin membaik." Jawab Ibu Maemunah.
" Alhamdulillah.... jadi Ayah sekarang dimana Buu.... aku ingin melihat ayah , Buu..?" Tanya Fatima lagi.
Terlihat seorang laki-laki yang keluar dari kamarnya dengan perlahan sambil memanggil nama Fatima....
" Fatima.... Fatima.... kamu sudah pulang nak...??" Ucap Ayah sambil melihat di sekelilingnya sesosok anaknya.
"iyhaaa Ayah... Fatima sudah pulang..." ucap Fatima sambil memeluk Ayahnya.
Tiba-tiba saja semua orang berhenti tertawa, mereka terharu bahagia melihat keluarga ini saling bertemu. Rindu yang selama ini dipendam akhirnya meledak. Air mata pun tak mereka rasakan jatuh dari pipi mereka. Mereka saling melepas rindu satu sama lain.
__ADS_1
"ohiya.... Ayah,,, Ibu... saya punya oleh-oleh bh buat kalian berdua." ucap Fatima sambil memberikan bungkusan kepada kedua orang tuanya.
Ayah dan Ibu Fatima membuka ole-ole tersebut. Betepa terkejutnya melihat ole-ole yang diberikan Fatima. Mereka berdua memeluk Fatima dan mengucapkan terima kasih atas pemberiannya.
Fatima bersyukur bisa melihat ayah dan ibu tersenyum bahagia.
Fatima hampir lupa mengabari Lisa... Kalau Fatima sudah sampai... Fatima pun menelpon Lisa....
Dring...dring...dring... suara handphone Lisa berbunyi.
Lisa melihat ternyata Fatima menelpon kemudian menjawab teleponnya.
"Assalamu'alaikum.... Lis..." ucap Fatima.
"wa'alaikum salam... Ima... Apa kamu sudah sampai Ima??"tanya Lisa
"Alhamdulillah Lis... saya sudah sampai ... saya sudah bertemu dengan orang tuaku." Ucap Fatima.
"Alhamdulillah... bagaimana keadaan ayahmu Ima? tanya Lisa lagi.
"Alhamdulillah.... ayah saya sudah baikan." jawab Fatima.
"Syukurlah .... Kalau begitu.. Berarti kamu akan cepat kembali kesini." ucap Lisa.
"Kamu tuhhhh Lis... baru sehari saja tidak bertemu sudah seperti itu... Bagaimana kalau saya tidak pulang yha..." goda Fatima.
"Aku sendirian disini Ima, semuanya terasa sepi tanpa kamu Ima. Aku bagaikan bulan yang tak ada cahayanya.." Ujar Lisa
"Hahahaha..... Kamu lebayyy bangettt shiii Lis...".ucap Fatima.
"Lebayy sedikit nggak apa-apa. Khan...!!! ohiya sudah dulu yhaa Ima.. Saya mau lanjut kerja dulu." ujar Lisa
"iyhaa Lis... maaf yha udah ganggu. Lain kali saya telepon lagi." ucap Fatima sambil menutup teleponnya.
Suasana malam di desa begitu tenang, suara hiru pikuk kendaraan hampir tak terdengar. Cuacanya pun dingin hingga saya memerlukan jaket untuk menghangatkan tubuhku. Fatima yang sedang keasyikan memandangi langit malam hingga tak merasakan kedatangan ayah dan ibunya. Sontak Fatima kaget.
bersambung...
__ADS_1