Akhirnya Aku Kalah

Akhirnya Aku Kalah
Amarah


__ADS_3

Kring... Kring... Kring....


Suara handphone Putri berbunyi. Nampak dari layar handphone kak Ani. Putri mengangkat telopon dari Kak Ani.


"Put... Kamu bisa temani aku nggak  sebentar ke penjual laptop.??


"Tunggu ya kak ,,, akubtanya Rehan dulu."


"Ok. Kabari aku kalau Rehan memberi izin"


"Siip dehh kak...."


Telepon terputus.


Rehan yang ada di rumah kebutulan dia tidak pergi bekerja . Putri memberitahu Rehan bahwa Kak Ani ingin ditemani ke penjual Laptop.  Rehan mengizinkan Putri.  Putri nggak akan pergi jika Rehan tidak tahu dan tidak mengizinkan. Karena seorang istri yang keluar rumah tanpa sepengetahuan suaminya akan berdosa.


Setelah mendapat izin dari Rehan, Putri kemudian menelpon kak Ani.


"Halo kak.... Kak kesini aja jemput aku, soalnya Rehan sudah mengizinkan aku. "


"Ok. Tunggu".


Beberapa menit berlalu kak Ani sudah datang. Aku dan Alif pergi bersama Kak Ani. Dalam perjalanan Alif tak henti-hentinya merengek ingin dibelikan minuman. Aku meminta kak Ani singgah sebentar di penjual minuman. Setelah itu kami lanjut lagi ke toko laptop. Hujan turun begitu deras untungnya kami sudah sampai di toko laptop. Laptop kak Ani yang rusak akibat kehujanan di servis terlebih dahulu sudah dua hari laptop di simpan di toko tersebut.  Hari ini laptop kak Ani  masih dalam perbaikan sebentar lagi selesai. Kami menunggu sekitar satu jam lebih. Dan kebetulan hujannya masih deras jadinya kami menunggu sambil berteduh.


Kini hujan telah berhenti, tapi laptop kak Ani belum juga selesai. Handphone Putri berbunyi, Rehan menelpon.


"Sayang .... Kamu sudah selesai??? Jam berapa kamu pulang???


" Sebentar lagi, laptop kak Ani belum selesai di servis."

__ADS_1


"Ohiya....  Kalau begitu sudah dulu."


Rehan menutup teleponnya.


Servis laptop kak Ani lumayan lama hampir 3 jam kami menunggu, Rehan tak henti-hentinya menelpon, Rehan gelisah karena sudah cukup lama kami bepergian. Aku, Alif dan kak Ani mulai meninggalkan toko laptop tersebut, dalam perjalanan lagi-lagi Alif merengek meminta makan. Sepertinya dia sudah lapar. Jadi kami singgah sebentar di warung bakso untuk mengganjal perut yang lapar.  Setelah mabak ( makan bakso) kami melanjutkan perjalanan pulang.


Sesampainya dirumah, kak Ani tidak mampir dulu karena  waktu sudah petang sebentar lagi magrib. Kak Ani mulai melanjutkan perjalanan balik ke rumah sedangkan Alif dan Putri masuk ke rumah.


Rehan membuka pintu ...


"Sayang.... Kami lama karena laptop kak Ani baru selesai." Ucap Putri


Rehan bergeming. Tidak berkata sepata katapun.


Putri  dan Alif masuk rumah. Rehan masih saja diam.


"Sepertinya dia sedang marah karena aku terlalu lama." Gumam putri dalam hati sambil memegang tangan Alif.


Hening.....


"Kok, nggak jawab???" Putri menghampiri Rehan yang lagi duduk di depan tv.


"Kamu sebenarnya dari mana sih.... ????Kenapa lama sekali." Ucap Rehan marah.


"Kan aku sudah memberitahumu tadi mas.... Kalau laptop kak Ani masih di servis." Jelas Putri.


"Ini sudah jam berapa .... Apa kamu lupa waktu...??? Ucap Rehan ketus.


" Iya aku tahu ini sudah jam berapa, tapi kamu tahu kan aku perginya dengan siapa, lagipula aku juga membawa Alif. " Jawab Putri kesal.

__ADS_1


"Aku nggak suka kamu pergi terlalu lama...!!!!" Ucap Rehan yang masih marah.


" Mas.... Aku pergi dengan kakakku sendiri mas.... Kamu nggak usah marah begitu. Jika kamu ke rumah ibumu dan lama itupun kamu nggak mengabari aku , aku pernah marah nggak sama kamu, ini baru pertama kalinya aku pergi dengan kakakku kenapa Kamu  begitu marah. Sewajarnya kamu marah jika aku pergi dengan lelaki lain dan tidak membawa Alif. Tapi ini aku pergi dengan kakakku sendiri. Ipar kamu . " Jelas Putri marah.


Rehan tidak bergeming. Dia hanya diam.


" Terserah kamu mas, kalau kamu mau marah, yang jelas saya nggak suka kamu seperti ini." Seru Putri sambil meninggalkan Rehan dan masuk kamar.


Rehan yang dalam keadaan emosi memukul pintu kamar.


"Mas... Kalau marah jangan pintu yang kau pukul. Pukul saja aku. Biar kamu puas" teriak Putri dalam kamar .


Mereka hanya saling diam. Tak mau melanjutkan pertengkaran. Nanti tetangga mendengar. Alif menangis. Putri masih di  dalam kamar. Alif semakin menangis. Putri keluar kamar dan mengambil Alif. Mencoba menenangkan Alif. Rehan dan Putri belum bertegur sapa. Dua hari mereka saling diam. Walaupun begitu, Putri tetap melayani suaminya dengan memasak makanan untuknya dan menyuci pakaian.


Rehan sudah nggak bisa diam terus begini. Dia mencoba mengajak Putri berbicara, tapi Putri tak menjawab ataupun membalas perkataan Rehan. Dia masih kesal dan marah hanya gara-gara dia pergi dengan kakaknya.


Rehan mencoba meminta maaf dan menghilangkan sedikit egonya. Dia mencoba mengalah. Perkataan pertama tak di hiraukan Putri. Putri hanya mendiamkan perkataan Rehan.


"Sayang aku minta maaf" ucap Rehan sambil memeluk Putri dari belakang.


Putri hanya bergemim.


Rehan terus mencoba Sampai akhirnya  Putri memaafkan Rehan. Mereka sudah baikan. Senyum diwajah Putri kembali terlihat. Rehan dan Putri saling memeluk satu sama lain.


Rehan  kadang cemburu tidak tepat sasaran, dia juga ingin diperhatikan dan tidak ingin jauh -jauh dari Putri. Rehan sangat mencintai Putri walau Rehan dalam keadaan marah tapi dia tidak bisa marah sama Putri terlalu lama. Dia segera mengalahkan egonya demi baikan dengan Putri. Walau dalam hatinya masih kesal tapi rasa cinta ke Putri lebih besar dari amarahnya.


Beda halnya dengan Putri, dia betah marah dan tidak mau mengalah. Karena dia menganggap dirinya benar. Egonya sangat tinggi, walau pun kadang kala Putri yang salah. Putri nggak mau minta maaf , Putri gengsi, Putri memilih diam. Biarlah Rehan yang lebih dulu minta maaf karena dia tau Rehan nggak bisa marah lama terhadap Putri. Putri memafaatkan hal itu. Putri senang dirayu, karena pelukan sang suami bisa membuatnya tenang.


Satu hal yang harus diingat dalam menjalin hubungan keluarga atau ikatan pernikahan yaitu setiap keluarga pasti ada pertengkaran , tidak ada keluarga yang tidak pernah bertengkar, semuanya pasti ada baik dari hal kecil sampai hal besar, dari hal sepele sampai yang serius. Semuanya tergantung kita bagaimana menghadapi setiap masalah yang datang. Intinya satu orang harus menurunkan egonya tapi kalau bisa dua-duanya Alhamdulillah.... Tapi kalau nggak bisa satu aja sudah cukup. Agar  hubungan ini berlangsung membaik. Dalam pernikahan pasti ada asam , garam manisnya kehidupan. Tanpa hal itu pernikahan yang kita jalani tidak berwarna. Dan kita tak mampu menceritakan kejadian-kejadian ke anak kita dimasa depan.

__ADS_1


Untungnya Rehan selalu mengalah. Dia tidak pernah malu meminta maaf terlebih dahulu ini semua karena hubungan ini.  Putri dan Rehan baru saja bertengkar tapinkini mereka terlihat mesra kembali bahkan lebih mesra dari sebelumnya.


__ADS_2