Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?


__ADS_3

Deo mencuri-curi ciuman pada Yuri. Kenapa di curi? Karena saat ini mereka berada di sekolah. Ada yang pernah mempergoki mereka berdua, yaitu Chia dan Situ, yang langsung mupeng, dan ngebet banget pengen punya pacar juga. Pacar dulu, karena kalau langsung punya suami, mereka belum siap.


"Belum siap diperawani, katanya sakit ya, Yuri?"


Deo, Gara dan Qavi yang mendengar pembicaraan setengah mesum itu, langsung melirik.


Yuri kembali teringat malam pertamanya, dan tanpa sadar langsung meringis sambil merapatkan bagian sensitifnya.


"Jangan tanya-tanya, karena itu pertanyaan yang susah dijelaskan dengan kata-kata."


"Berarti harus langsung praktek, ya? Awww!"

__ADS_1


Chia memegang keningnya yang disentil oleh Gara.


"Kecil-kecil sudah mesum."


"Kok gue? Tuh si Yuri sana Deo, kecil-kecil sudah nikah!"


Mereka diam, tapi langsung tertawa. Rahasia ini hanya mereka berenam saja yang tahu. Yuri senang, sahabat-sahabatnya tidak menjauh darinya, dan tetap seperti biasa. Mereka akan sesekali menginap, tidur bersama Yuri dan menyingkirkan Deo, membuat pria itu mendengkus karena kehilangan guling empuknya.


Qavi dan Gara juga sama. Sesekali akan menginap dan tidur bersama Deo. Biar tidak menyebabkan rasa iri, akhirnya mereka kalau mau menginap, harus di hari yang sama, jadi masing-masing ada temannya. Karena Deo tahu, mereka dalam seminggu nginap tiga hari, lah dia jadi punya jatah satu malam saja dong bersama Yuri? Teman kurang ajar, memang!


Yuri memeluk lengan Deo, saat ada perempuan entah dari sekolah mana yang sejak tadi terus menatap Deo. Deo itu kan suaminya, tidak akan dia biarkan ada perempuan yang menggoda Deo. Deo sendiri merasa senang melihat Yuri yang seperti itu, itu tandanya Yuri menganggap dia ada. Menganggap Deo adalah suaminya.

__ADS_1


Deo sendiri juga tidak akan suka jika ada pria yang terus memandang Yuri. Deon sadar, meskipun Yuri itu kalau bicara blakblakan dan kadang terkesan sombong, tapi banyak yang menyukainya, karena sifatnya yang periang dan tidak membosankan, juga sebenarnya sangat baik.


Chia dan Airu terus senyum-senyum jika ada pria tampan. Mereka langsung akan menjauh dari Gara dan Qavi, takut mereka dianggap pacar mereka dan mengurangi jumlah Fans mereka.


Qavi dan Gara diam saja, sudah sangat paham dengan tingkah para gadis itu. Tapi giliran ada maunya saja, langsung merepet.


"Lapar nih, kalian traktir kami, ya!" Tuh kan, kalau ada maunya, baru deh dekat-dekat. Dan itu bukan permintaan apalagi pertanyaan, tapi keharusan.


Untung bukan pacar gue, batin Gara dan Qavi bersamaan.


"Yang, kamu mau makan apa?" tanya Deo pada Yuri.

__ADS_1


"Aku mau makan steak sama spageti."


Mereka langsung masuk ke kafe, mencari tempat duduk yang nyaman. Di dalam, ternyata ada beberapa teman sekelas mereka. Yuri langsung menghampiri mereka. Dia memang paling suka dengan keramaian, dan tidak pernah bersikap pura-pura tidak melihat agar tidak perlu menyapa. Itulah yang Deo juga dari Yuri, sombong tapi enggak sombong.


__ADS_2