Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini
2 - 58 Dalam Pelukannya


__ADS_3

Pelan-pelan, Deo mendekati Yuri, karena samo aib sekarang, Yuri masih akan berteriak histeris jika ada orang yang mendekati dia selain papi mami dan eyangnya.


"Sayang," ucap Deo pelan di depan pintu kamar Yuri.


Yuri yang biasanya diam saja saat ada yang bicara, kini melihat Deo. Deo langsung tersenyum, ini awal yang bagus saat Yuri mau menoleh kepadanya. Deo perlahan melangkah, dan duduk di pinggir kasur sebelah Yuri.


"Sayang!"


Yuri masih melihat Deo, pria yang tiap hari selalu menyebut namanya dengan pandangan sendu.


"Cepat sembuh, aku kangen banget sama senyum dan tawa kamu. Kangen sama bawelnya kamu, kangen sama semua yang ada pada diri kamu."


Kini Deo memegang tangan Yuri. Tangan yang sudah lama tidak dia pegang. Kemudian, Deo mengusap rambut Yuri.


"Maafkan aku yang tidak bisa menjaga kamu. Sidah dia kali kamu terluka karena kelalaian aku. Maafkan aku, Sayang."

__ADS_1


Perlahan air mata Yuri menetes. Deo mengusap air mata itu, lalu mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Yuri. Setelah melepaskan kecupan yang singkat itu, Deo memeluk Yuri.


💧💧💧


Yuri yang sudah menerima kehadiran Deo, disambut baik oleh kedua pihak keluarga, meski Yuri masih tetap diam saja tanpa bicara apa-apa.


Hari ini, Teman-teman, kepala sekolah dan para guru menjenguk Yuri di rumahnya. Orang tua Yuri sudah meminta pelayan untuk membuatkan banyak hidangan.


"Yuri, cepat sembuh. Gue pusing kalau ulangan enggak nada yang kasih contekan," ucap Chia.


"Yee, dasar malas lo!"


Celotehan-celotehan itu hanya didengar oleh Yuri saja.


Wajah-wajah yang tidak asing, suara tawa yang sering dia dengar dulu, juga buku-buku sekolah yang diletakkan di depannya.

__ADS_1


Mereka baru pulang setelah makan malam. Yuri kembali merasa sepi. Deo menghampiri Yuri, membantu istrinya itu mengganti baju tidur. Menyisirkan rambutnya dan merapihkan bantal untuk Yuri tidur. Deo mulai membaringkan tubuhnya di sebelah Yuri setelah gadis itu terlihat nyaman. Sudah sejak kemarin mereka satu kamar lagi.


Yuri mulai memejamkan matanya, tapi kemudian dia memiringkan tubuhnya dan memeluk Deo. Deo merasa kaget. Ini untuk yang pertama kalinya Yuri memeluk dia setelah kejadian itu. Deo membalas pelukan Yuri, dan mengusap punggung istri tersayangnya.


Mereka akhirnya tidur dengan perasaan hangat. Deo berdoa, semoga trauma istrinya bisa segera hilang. Dia berjanji akan lebih baik lagi dalam menjaga Yuri.


Yuri merasa nyaman dalam pelukan Deo. Rasa takutnya hilang saat bersama Deo. Deo yang selalu menyebut namanya dengan lembut. Yang selalu memandang dia dengan tatapan hangat, dan yang pasti selalu sabar menjaga dia selama ini.


Yuri mengencangkan pelukannya saat terdengar gemuruh petir.


"Jangan takut," bisik Deo.


Dia sejoli itu sama-sama merasakan kehangatan dalam dekapan itu. Tidak perlu banyak bicara, tapi mereka tahu kalau mereka saling menyayangi, meski sering bertengkar karena hal-hal remeh khas anak remaja. Tapi pada dasarnya, itu lah yang menjadi warna dalam hidup mereka.


Subuh telah tiba. Deo membuka mata dan melihat Yuri yang masih ada dalam dekapannya. Begitu juga Yuri, yang masih memeluk tubuhnya dengan erat.

__ADS_1


Cup


Deo mengecup kening Yuri dengan lembut, dan perlahan bangun. Dia ingin membuatkan sarapan untuk Yuri.


__ADS_2