Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini
2 - 59 Kangen


__ADS_3

Berkat dukungan keluarga, suami, sahabat, teman dan para gurunya, akhirnya keadaan Yuri sudah mulai membaik. Gadis itu kembali ceria. Dia juga mengikuti ketinggalan pelajaran di rumah dengan dibantu oleh Deo.


Hari ini, pagi-pagi sekali Yuri sudah bangun. Deo meraba sisi sebelahnya dan tidak merasakan ada Yuri di sebelahnya. Mata pria tampan yang semakin dewasa itu terbuka lebar.


"Sayang, kamu di mana?" teriak Deo khawatir. Sejak apa yang terjadi pada Yuri, bukan hanya Yuri saja yang trauma, tapi juga Deo. Dia selalu khawatir jika tidak melihat Yuri meskipun mereka masih di dalam rumah sendiri. Apalagi saat bangun tidur, dia takut Yuri menghilang saat dia tidur dengan nyenyak.


Yuri membuka pintu kamarnya, dan perempuan muda itu sudah rapih dengan menggunakan seragam sekolahnya.


"Kamu mau ke sekolah?" tanya Deo.


"Iya dong, masa ke KUA."


Deo langsung cepat-cepat mandi. Dia tidak mau membuat istrinya itu menunggu lama. Tidak sampai sepuluh menit, Deo sudah selesai mandi. Dia segera memakai seragam sekolahnya, sepatunya, jam tangan dan segala macam aksesoris tampannya. Semua yang dia gunakan dia sesuaikan dengan Yuri.


"Ya ampun, kalian seperti anak kembar beda bapak dan ibu."


"Iya, apa kalian anak kembar yang terpisah oleh jarak dan waktu?"


Kedua orang tua Yuri geleng-geleng kepala melihat penampilan anak dan menantu mereka itu.

__ADS_1


"Sampai-sampai aroma mereka juga sama, ck ck ck."


Deo cengar-cengir saja mendengar ocehan mertuanya. Dia hanya memasang wajah polos banyak dosa.


"Ngomong-ngomong, kamu mau sekolah, Yuri?"


"Iya Pi, aku sudah kangen banget sama cilok di sekolah aku."


Yang dikangenin kok malah cilok?


"Ya sudah, tapi hati-hati ya. Jangan sendirian lagi meski hanya ke toilet saja."


Deo dan Yuri akhirnya pergi ke sekolah. Kedatangan Yuri ke sekolah membuat yang lain heboh. Mereka tidak menyangka kalau Yuri akan masuk sekolah hari ini.


Airu dan Chia langsung memeluk Yuri.


"Gue kangen. Akhirnya lo masuk sekolah juga."


"Ya elah, baru juga kemaren lo ke rumah gue."

__ADS_1


Airu dan Chia langsung menggandeng tangan Yuri, membimbing perempuan itu masuk ke kelas.


Keamanan di sekolah sudah ditingkatkan. Banyak CCTV yang di pasang di berbagai sudut dan sisi.


"Yuri, las banget lo masuk hari ini. Jam pelajaran pertama ada ulangan, gue nyontek lo ya, belum belajar soalnya."


Wajah Yuri langsung cemberut. Sepertinya dia salah mengambil keputusan masuk sekolah hari ini. Perempuan berwajah cantik itu melirik Deo.


"Nanti aku kasih contekan kalau kamu enggak ngerti."


Tidak lama kemudian bel masuk berbunyi, guru masuk ke kelas dan senang melihat murid yang selalu ceria itu kini sudah ada di tengah-tengah mereka lagi.


"Kamu boleh tidak ikut ulangan hari ini. Tapi kamu tunggu di kelas saja, ya. Jangan ke mana-mana."


"Iya, Bu."


Yuri melirik soal ulangan milik Chia. Otaknya yang cerdas langsung menjawab soal itu dalam hati.


Pikiran Yuri kini berkelana ke kantin. Dia sudah tidak sabar ingin makan cilok kesukaannya dan jus mangga.

__ADS_1


Terkadang teman-temannya juga akan membawakan dia jajanan yang ada di kantin, tapi tetap saja rasanya berbeda jika langsung makan dengan suasana yang meriah.


__ADS_2