Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini
2 - 54 Phobia


__ADS_3

Deo langsung mendekati dan berteriak, "Yuri!"


Di baliknya tubuh Yuri, wajah perempuan itu sangat pucat. Rizki juga ikut mendekat memeriksa nadi dan nafas Yuri.


"Alhamdulillah masih hidup."


Mereka sangat syok dengan apa yang mereka lihat. Qavi dan Gara memeriksa ruangan sempit itu, melihat banyak tikus, baik yang masih hidup, yang sudah mati, atau yang hampir mati. Bukan hanya itu, di dalam juga bau comberan, dan baju Yuri sangat lembab dan menghitam.


"Jangan ada yang memegang apa-apa. Biar nanti polisi bisa memeriksa sidik jari pelakunya."


Chia dan Airu menangis. Qavi langsung menghubungi orang tua Deo, untuk memberi tahu apa yang terjadi.


Kepala sekolah dan semua guru datang, diikuti beberapa orang polisi yang ternyata sudah lebih dulu datang untuk meminta keterangan dari teman-teman Yuri.


"Itu banyak darah!" teriak Chia.


Rok Yuri memang banyak darahnya. Ambulans segera dipanggil. Deo ikut ke dalam mobil ambulans, sedangkan kepala sekolah, dua orang polisi lainnya, dan semua teman sekelas Yuri ikut dengan kendaraan yang lain. Mereka tidak ada yang tinggal di sekolah, tidak peduli dengan pelajaran. Kalau sudah begini, memangnya masih bisa belajar?

__ADS_1


Polisi yang tinggal di sekolah, langsung memanggil petugas forensik, untuk memeriksa TKP. Juga dibawa anjing pelacak, untuk ikut membantu mencari barang bukti.


Keluarga Yuri dan Deo sudah menunggu di rumah sakit. Mereka menangis melihat Yuri yang pingsan dan sangat kotor juga bau. Tangannya terlihat memar, belum lagi noda darah di roknya.


"Siapa yang melakukan ini pada anak kita?"


Deo mengepalkan tangannya. Dia tidak Terima Yuri diperlakukan seperti itu. Sudah cukup lama Yuri di dalam ruang UGD.


Akhirnya dokter keluar.


"Bagaimana, Dok?"


"Dok, anak kami ... anak kami ... dia tidak mendapatkan kekerasan seksual, kan?"


"Syukurnya tidak. Dia sedang datang bulan, dan luka di tangannya, karena dia kemungkinan memukul benda keras dengan tangan kosong."


Mungkin saja Yuri memukul atau menggedor pintu dengan kencang.

__ADS_1


Setelah melakukan tes lebih lanjut. Bisa dipastikan kalau darah yang ada di Yuri adalah darah haid dan tikus. Karena dari keterangan yang lain, memang di dalam banyak tikus, mungkin saja mereka mati karena diinjak-injak Yuri.


"Jahat sekali orang itu, mengurung Yuri dengan banyak tikus."


"Kayaknya orang itu memang mau menakut-nakuti Yuri."


Sayangnya, di area belakang itu tidak ada CCTV.


"Yang harus diperhatikan setelah dia sadar, adalah psikisnya. Dia akan mengalami trauma berat."


Mami Yuri kembali menangis. Dia mengatakan Yuri memang phobia ruangan sempit dan gelap, dan sekarang phobia itu pasti akan semakin besar.


"Kenapa Deo tidak tahu, kalau Yuri phobia ruangan gelap dan sempit?" tanya Deo.


Lalu mami mulai bercerita, kalau Yuri saat masih kecil, memang pernah diculik. Dimasukkan ke dalam peti mati untuk diselundupkan. Hanya diberi celah kecil untuk bernafas. Itu pun mulut, tangan dan kakinya diikat. Setelah dari peti mati, dia dikurung di dalam lemari baju.


Chia dan Airu memang tahu Yuri phobia ruangan sempit dan gelap, tapi tidak pernah tahu penyebabnya. Mati lampu saja, Yuri sidah ketakutan.

__ADS_1


Dulu, orang tua Yuri harus membawa Yuri ke psikolog untuk menyembuhkan traumanya, karena Yuri tidak mau ke luar rumah sama sekali, tidak bau bergaul dengan siapa pun.


__ADS_2