Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini
53 P3K


__ADS_3

Freya sangat yakin pesan mereka tidak hanya ini, namun sudah dihapus oleh Arby. Freya langsung meng-screenshoot pesan itu lalu mengirimkannya ke ponselnya, setelah itu dia menghapus hasil screenshoot dan jejak pengiriman ke ponselnya agar tidak diketahui Arby walau sebenarnya Arby juga tidak akan tahu. Freya membuka galery di ponsel Arby, dan melihat tanda privasi. Itu tempat penyimpanan folder rahasia yang harus menggunakan kode untuk membukanya, namun Freya malas karena sudah tahu isinya seperti apa.


Freya menjatuhkan ponsel itu ke lantai.


Brak!


Lalu menginjaknya hingga hancur, setelah itu dia meletakkan bantal sofa di atas ponsel rusak itu.


Ini baru ponsel, nanti hati kalian yang akan aku hancurkan.


Jam tujuh semua sudah berkumpul di ruang makan.


“Freya, bagaimana keadaan kamu sekarang? Apa masih sakit?” tanya Surya sebagai psikiater Freya.


“Memang siapa yang sakit?”


Mereka memang bingung melihat Freya sudah bangun pagi sekali dan telah berada di teras vila. Namun lebih bingung lagi saat Freya malah lupa akan kejadian tadi malam.


“Kamu tidak ingat tadi malam?”


“Tadi malam aku nonton sama Nania dan Aruna, tapi ketiduran. Nanti malam nonton lagi ya Nan, Run?”


Mereka melihat raut wajah Freya yang memang biasa-biasa saja, seolah tidak terjadi apa-apa. Tidak terlihat seperti orang yang habis mengalami kesakitan luar biasa. Lagi pula tidak mungkin juga Freya tadi malam bersandiwara, berpura-pura kesakitan dengan wajah yang sudah pucat pasi dengan bibir gemetar dan keringat dingin.


Selama beberapa tahun ini, di waktu tertentu, Freya memang akan mengalami kesakitan luar biasa di bagian kepalanya. Namun keesokan paginya saat dia terbangun, dia akan sehat kembali bahkan tidak mengingat kesakitan tersebut. Tidak ada satu orang pun yang tahu, termasuk para keluarga, sehingga kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan secara khusus ke rumah sakit dan Freya memang tidak pernah mengingatnya.


“Sebaiknya kamu diperiksa ke rumah sakit Freya, mungkin ada hal serius yang terjadi.”


Freya semakin bingung, sebenarnya mereka kenapa.


“Ada yang lihat ponsel aku enggak, sih?”


“Aden nyari ini?” tanya pengurus villa ini.


Arby kaget melihat ponselnya yang sudah hancur.


“Kok ponselku hancur?”


“Sepertinya terinjak, Den. Tadi saya temukan di lantai, ketutupan bantal sofa.”


Arby menghela nafas, untungnya dia punya cadangan untuk hal-hal penting di ponsel tersebut.


Jam lima tiga puluh tadi mereka semua mulai berolah raga, sebagai permulaan tahap penyembuhan Freya, karena semuanya membutuhkan proses yang panjang. Tidak hanya sehari dua hari atau seminggu dua minggu.

__ADS_1


“Karena sekarang tanggal merah, kalian bisa jalan-jalan di sekitar vila. Tapi nanti jika sudah kembali waktu sekolah, kalian harus tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar namun online.”


Mereka memang tidak boleh tergesa-gesa melakukan rehabilitasi kepada Freya, karena tidak ingin Freya tertekan. Yang penting mereka selalu mengawasi Freya dan memastikan bahwa Freya tidak menggunakan barang-barang itu lagi.


“Ayo Nan, Run, kita jalan-jalan. Mungkin saja nanti ketemu lebah desa yang bisa kita bawa pulang,” ajak Freya penuh semangat.


“Lebah desa?”


"Buat apaan lebah desa?"


“Iya, lawannya bunga desa, lebah desa bukan, sih?” tanya Freya dengan polos.


Uhuk uhuk


Bukan hanya satu dua orang saja yang tersedak, tapi semua. Bahkan Vian sampai menyemburkan air minumnya. Freya menepuk punggung Ikmal yang duduk di sebelahnya dan memberikan air minum.


“Hati-hati dong, ganteng.”


Bukannya meredakan, perkataan Freya itu kembali membuat yang lain serasa akan mati tersedak.


“Iya juga ya, kalau ada bunga desa, seharusnya juga ada lebah desa, kan?”


“Sudah, itu enggak penting. Yang penting tugas kita sebagai pendiri P3K harus tetap aktif.”


“Dih, ngaco.”


“Terus?”


“Persatuan Pecinta Pria Keren.”


“Berarti kami target kalian, dong?”


“Dih, enggak level.”


“Kalian mah bagusnya di mananya, coba?”


Keempat pemuda itu mendengkus.


Sementara itu, Nuna sudah tiba di puncak. Dia berada di vila yang tidak terlalu jauh letaknya dari vila Arby jika menggunakan mobil.


Mau melarang aku ke sana? Mana bisa!


Nuna sedang menikmati sarapannya dengan segelas teh manis hangat. Dia berpikir bagaimana caranya agar dia juga bisa tinggal di sana dan ikut sekolah online, meskipun rasanya sangat sulit.

__ADS_1


Di tempat Freya.


Semua remaja itu sedang berjalan-jalan di perkebunan. Ternyata tidak hanya teh saja, tapi di sana juga ditanam berbagai jenis sayuran organik yang nantinya akan di jual di mall-mall. Buah-buahan juga di tanam di sana. Nania dan Aruna berteriak heboh. Mereka melihat kebun strawberry yang buahnya besar-besar dan matang. Mereka langsung berlari dan memetik buah-buah itu.


Freya pun tak mau kalah. Dia langsung memetik buah dan sayuran segar untuk di buat salad dan berbagai jenis hidangan lainnya. Freya yang memang hobi masak sudah memiliki rencana apa saja yang akan dia masak nanti, karena suatu saat nanti dia juga ingin memiliki restoran.


“Mal, sini deh!” teriak Freya memanggil Ikmal.


“Apa?”


“Bawain.”


Freya langsung menyerahkan keranjang berukuran besar itu kepada Ikmal, lalu Ikmal berjalan di belakang Freya. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang berwisata.


Melihat itu, Marcell dan Vian langsung berlari menghampiri Nania dan Aruna, meninggalkan Arby sendiri yang tak memiliki pasangan.


Arby berdecak kesal, tahu gini dia ajak saja Nuna, pikirnya.


Mereka kembali ke villa dengan tiga keranjang penuh dengan buah dan sayuran segar. Nania memotong sirsak dan membagikannya kepada Freya dan Aruna.


“Buat kami mana?” minta Marcell.


“Potong sana sendiri!”


“Kita yang bawain keranjangnya juga.”


“Heleh, bawa segitu aja ngeluh.”


Freya membuang biji sirsak itu langsung dari mulutnya dan biji sirsak itu loncat cukup jauh. Nania dan Aruna yang melihatnya ikut-ikutan melakukan itu.


“Jorok woy!”


Biji sirsak itu tepat mengenai wajah Vian. Tidak lama kemudian pelayan membawakan tujuh gelas jus sirsak yang disuruh oleh dokter Anwar.


Sirsak memiliki zat Serotonin Reuptake Inhibitor (SRI) yang dapat mempengaruhi mood manusia dan bersifat detoksifikasi untuk menghilangkan racun dengan cara merebus akar, kulit pohon, daun, dan bunga sirsak. Sejak zaman kuno, tanaman ini sudah digunakan oleh masyarakat pedalaman Amerika sebagai obat penenang sakau.


“Seger banget.”


“Ya, nanti kalau kamu pisah sama Arby, minta harta gono gininya vila ini beserta semua perkebunannya,” saran Nania menghasut sambil cekikikan.


“Ho’oh. Nanti aku jadikan tempat wisata, sayur dan buahnya aku jual. Aku buat restoran dan ngambil bahan-bahannya dari sini. Villanya aku sewakan, bla bla bla ....” otak bisnis Freya langsung bekerja aktif.


Arby mendengkus, sedangkan orang tua Arby dan Freya yang mendengar itu saling memandang. Bukannya karena kesal dengan perkataan Freya, tapi mereka langsung menyadari bahwa kemampuan bisnis Freya memang langsung terlihat, bahkan baru satu hari dia di sini, Freya bisa langsung memberi gagasan dan mengeluarkan ide-ide yang tentu saja bisa menambah pundi-pundi kekayaan keluarga itu.

__ADS_1


__ADS_2