
Apa kabar dirinya?
Sudah satu tahun berlalu. Tak ada yang tahu di mana keberadaan Freya dan bagaimana keadaannya.
Dia menghilang tanpa jejak.
Sungguh niat sekali perempuan muda itu untuk menghilangkan jejak, hingga tak satu orang pun yang bisa menemukannya.
Hari ini tepat satu tahun setelah kelahiran baby Chiro. Balita tampan itu memegang mainan mobil yang dibelikan oleh daddynya.
Oma, opa, grandma dan grandpanya pun memberikan banyak kado.
Terasa ada yang kurang tanpa kehadiran mama dari sang balita. Tubuh tegap Arby menggendong baby Chiro yang menggeliat gelisah.
Kita berdua harus kuat, baby Chiro.
Para orang tua tahu apa yang dirasakan oleh Arby. Mereka menatap nanar baby Chiro yang harus kehilangan sosok mamanya, bukan karena maut tapi karena perpisahan.
Mereka menyesali apa yang terjadi dalam rumah tangga anak mereka.
Namun sekali lagi, takdir tak dapat dihindari.
Lalu bagaimana kabar Nania, Aruna dan Nuna?
Menurut kabar dari yang Ikmal, Vian dan Marcell tahu, setelah Freya menghilang begitu saja tanpa jejak, bahkan tanpa berpamitan kepada Nania, Aruna dan Nuna, mereka bertiga pun berpisah jalan.
Nuna dikabarkan pergi ke Australia.
Nania pergi ke Korea.
Aruna ke Amerika.
Tidak ada juga yang tahu bagaimana kabar mereka bertiga. Apakah mereka akan bertemu lagi?
Bahkan, Freya dan Nuna tidak sempat berbicara secara empat mata akan kesalah pahaman yang terjadi. Tidak sempat meminta maaf atau memaafkan.
Mereka bisa menebak bahwa Freya juga ada di luar negeri. Tapi di mana?
Benua apa? Apakah benua Asia, Eropa, atau Amerika?
Negara apa?
Kota apa?
.
__ADS_1
.
.
Arby memeluk tubuh mungil baby Chiro. Setiap hari dia selalu tidur bersama belahan jiwanya itu. Rasa sesak yang harus dia rasakan setiap harinya selama hampir satu tahun sejak kepergian Freya hanya bisa dia pendam.
Bermain, tidur, makan, mandi bersama baby Chiro, seolah bisa menghilangkan segala rasa sakit di hati.
Dia akan segera pulang dari kampusnya untuk bersama baby Chiro, menghabiskan waktu bersama hingga menutup mata dan menyambut esok pagi dengan hal yang sama ... menghela nafas berat dengan pikiran, satu hari lagi waktu yang harus aku dan baby Chiro lewatkan.
🎼🎼🎼
Di sini aku masih sendiri
Merenungi hari-hari sepi
Aku tanpamu masih tanpamu
Bila esok hari datang lagi
Ku coba hadapi semua ini
Meski tanpamu oh meski tanpamu
Bila aku dapat bintang yang berpijar
Ku dapat tertawa menangis merenung
Di tempat ini aku bertahan
Suara dengarkanlah aku
Apa kabarnya pujaan hatiku
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Suara dengarkanlah aku
Apakah aku slalu dihatinya
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
__ADS_1
Kalau ku masih tetap disini
Ku lewati semua yang terjadi
Aku menunggumu oh aku menunggu
Suara dengarkanlah aku
Apa kabarnya pujaan hatiku
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Suara dengarkanlah aku
Apakah aku ada dihatinya
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya
Suara dengarkanlah aku
Apa kabarnya pujaan hatiku
Aku di sini menunggunya
Masih berharap di dalam hatinya oh
Suara dengarkanlah aku
🎼🎼🎼
Ini lanjutannya, ya.
**Note: Penting dibaca!
Di cerita 'Jarak' mereka pakai nama tengah ya. Ingat kan nama mereka? Kalau kata mereka sih hidup baru nama baru. wkwkwkkk
Happy reading.
Aku tunggu kedatangan kalian di sana. Jangan lupa tinggalkan jejak agar aku selalu semangat nulisnya.
Baru publish. Nulisnya sih kemarin tapi baru lolos review. Selalu dukung karya-karyaku, ya**.
__ADS_1