Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini
2 - 6 Ghibah Suami Istri


__ADS_3

"Kate, gue udah keren, belum?"


Deo memakai kaca mata hitamnya, dan menyugar rambunya. Saat ini mereka ada di parkiran sekolah, namun masih di dalam mobil. Mereka pergi ke sekolah bersama, karena mobil yang lain bannya bocor.


Bukan bocor sembarang bocor, tapi sengaja dibocorin oleh sopir atas perintah yang mulia raja dan ratu di rumah itu, alias orang tuanya Deo.


"Gue heran, di depan murid-murid lain, lo sok cool, keren, berkarisma. Coba kalau mereka tahu aslinya lo kaya gimana, gue jamin mereka jadi ilfeel."


"Lo tahu enggak, rata-rata cewek tuh doyan sama cowok yang kelihatan cool, bad tapi cerdas, ya kaya gue, ini."


"Dih, sombong."


"Ck, lo suka sama cowok yang kaya gimana?"


"Ya yang keren lah, enggak suka tebar pesona, cerdas."


"Tuh, itu kan gue."


Yuri memicingkan matanya.


"Jadi gimana, keren kan, gue?"


"Kaya tukang urut, lo."


"Sembarangan!"


Yuri cekikikan, merasa senang bisa membuat Deodoran kesal, habis manggil dia kate terus, sih.


"Karena lo udah bilang gue tukang urut, ayo sini lo gue urut dulu. Biar sekalian kita malam pertama di mobil."


Yuri langsung kabur, kali ini Deo yang cekikikan.


Masa iya gue malam pertamaan di mobil. Bisa diketawain daddy, gue. 'Kere lo, boy?' pasti daddy bilang gitu.


Sesampainya di kelas, suasana masih kosong, hanya ada Yuri. Mereka memang pergi pagi-pagi sekali karena takut ketahuan yang lain.


Yuri mengeluarkan harta karunnya yang berupa kaca kecil, lalu senyum-senyum sendiri.


Cantik banget sih, gue.


Pasti nih cewek muji diri sendiri deh, dasar narsis.


Deo tidak sadar diri, bahwa dirinya juga narsis.


Satu persatu murid-murid memasuki kelas.


"Yuri, i miss you so much," teriak Chia.


"I miss you too, Honey."


"Dasar lebay, baru juga sehari enggak ketemu," cibir Gara.


"Eh, agar-agar, diam aja, lo."


"Ngomong-ngomong, kemaren gue kayanya lihat lo di mall deh, Ri."


Flashback On


Asik berdebat karena papa mama, mereka tidak sadar bahwa tidak jauh dari mereka ada sahabat-sahabat mereka.

__ADS_1


"Tunggu, itu ada Chia sama Airu. Jangan lewat sana."


"Emang kenapa?"


"Gengsi dong, masa gue cewek most wanted begini ketangkap basah jalan sama lo."


"Sembarangan."


Saat mereka mau memutar arah, ternyata ada Gara dan Qavi.


"Jangan ke sana, ada Gara dan Qavi."


"Kenapa emang?"


"Ck, nanti mereka pikir gue jadian sama lo. Terus ngegosip di sekolah, nanti ciwik-ciwik pada patah hati dan berhenti ngejar-ngejar gue. Mereka kan takut sama lo yang galak."


"Sembarangan."


Tak menemukan jalan lain, karena yang ada di sebelah mereka adalah toko kramat (baca: pakaian dalam), akhirnya mereka belok ke kanan dan masuk ke dalam satu ruangan tanpa melihat tulisan di atasnya TOILET WANITA.


Keadaan tempat itu sangat sepi, dan mereka masih tak menyadari karena sibuk bedebat siapa yang paling kece di sekolah. Yuri yang melihat kaca besar, langsung sibuk poles sana poles sini. Memakai bedak bayi dan pelembab bibir. Sedangkan Deo juga merapihkan rambutnya yang tak berantakan itu.


"Duh, bibir gue, seksi banget sih. Jadi pengen ciuman, deh."


"Ayuk, sini ciuman sama gue."


Deo langsung mendekati Yuri, bermaksud menakut-nakuti gadis imut itu, tapi ya syukur-syukur kan kalau bisa ciuman beneran, pikir Deo, si perjaka ting tong.


Saat Deo menangkup kedua pipi Yuri, pintu terbuka.


"Aaaa, dasar anak muda jaman sekarang. Berani-beraninya kalian berbuat mesum di kamar mandi."


Yuri dan Deo terlonjak kaget.


"Dasar pasangan mesum."


Emak-emak bertubuh gempal itu memukul Deo dengan tas belanjaannya. Deo yang menangkis setiap serangan itu, membuat tas belanjaan itu jatuh dan isinya berantakan.


Berbagai model pakaian dalam dengan ukuran big size dan berwarna mentereng menyilaukan mata Deo.


"Ya ampun, gede banget, Tan, ukurannya."


"Dasar mesum!"


Sibuk memasukkan pakaian dalam yang jumlahnya, Deo dan Yuri mengambil kesempatan kabur. Gawat nanti kalau dilaporkan ke security atas tuduhan perbuatan mesum.


VIRAL


Sepasang anak muda tertangkap basah melakukan perbuatan mesum di toilet kamar mandi dalahbsatu mall di Jakarta.


Yuri dan Deo yang membayangkan hal yang sama menggelengkan kepala mereka.


"Itu tante-tante banyak banget beli pakaian dalam. Mana ukurannya bikin merinding, lagi," ucap Deo.


"Mau dijual lagi, kali."


"Ck, kayanya suaminya yang ganas, deh."


"Maksudnya?"

__ADS_1


"Lo tahu enggak?"


"Enggak."


"Ish, nih gue ceritain. Tapi lo jangan cerita sama siapa-siapa, ya? Ini rahasia rumah tangga kita!"


Yuri manggut-manggut.


"Daddy gue kan suka ngerobek pakaian dalam mommy. Makanya mommy rutin beli pakaian dalam."


"Masa?"


"Iya, orang gue enggak sengaja denger pas mommy ngomong kaya gitu. Mommy bilang gini 'Yang, kamu jangan ngerusak pakaian dalam aku terus, dong.' gitu."


"Lo nguping?"


"Bukannya nguping, tapi menyimak. Pahami ya, M E N Y I M A K. Lagian suruh siapa ngebahas pakaian dalam di dapur, di kamar kek. Daddy sama mommy gue, enggak keren banget, deh."


"Owh gitu, berarti papi gue juga suka ngerobek pakaian dalam mami gue juga, ya. Soalnya mami kan juga doyan beli pakaian dalam. Gue aja yang masih belia begini, enggak gitu-gitu amat."


"Awww ...."


"Aduh, duh. Sakitttt woyyy ...."


Telinga Yuri dan Deo dijewer.


"Bagus ya kalian, ghibahin orang tua dan mertua sendiri."


"Eh, Mami, Mommy, sudah selesai membeli pakaian kramatnya?"


"Sudah dong. Kamu enggak beli, Yuri? Sekalian pilihin buat Deo."


"Ih, Mami. Enggak malu apa ngomong kaya gitu?"


Yuri menunduk, pura-pura malu, padahal dalam hati menerka-nerka berapa ukuran Deo, sambil matanya melirik ke pusaka yang masih tidur pulas itu.


"Apa lirik, lirik?" tanya Deo sambil menyilangkan tangannya ke bawah.


"Kamu juga Deo, harus belajar milih pakaian wanita, jadi nanti kan kamu bisa kasih kejutan ke Yuri. Beli pakaian dalam kek, dress kek. Nanti juga kamu doyan ngerobek pakaian dalam Yuri," ucap Ray yang diangguki oleh Marteen.


Deo mendengkus, tapi matanya juga singgah ke milik Yuri.


"Awas, entar mupeng," balas Yuri.


Mina dan Ara cekikikan melihat tingkah mesum Yuri dan Deo, padahal semua itu keturunan dari mereka.


"Kita makan dulu, yuk. Cape dari tadi mutar-mutar," kata Marteen.


Dari tadi kalian mutar-mutar juga, hanya mutarin satu toko. Tanpa tahu nasib kami hampir di amuk masa gara-gara kepergok ada di toilet perempuan. Belum lagi dicibirin orang-orang gara-gara manggil papa mama.


Flashback off


"Yuri, kenapa sih, muka lo kok merah begitu?"


"Oh, enggak."


Bel berbunyi, menyelamatkan Yuri dari pertanyaan Ara dan Chia selanjutnya.


*Selamat-selamat.

__ADS_1


Ternyata backstreet dari teman sendiri itu lebih berbahaya dari pada backstreet dari orang tua*.


Padahal mereka sendiri belum pernah merasakan backstreet dari orang tua itu seperti apa.


__ADS_2