Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini
2 - 63 Impian Masing-Masing


__ADS_3

Saat ini, keluarga besar Deo dan Yuri sedang makan malam bersama di salah satu hotel, untuk merayakan kelulusan mereka berdua.


"Aku punya berita gembira untuk kalian," ucap Yuri dengan mata berbinar.


"Aku juga, aku punya kabar gembira." Deo tidak ingin kalah memberikan kabar gembira.


"Kamu juga punya kabar bagus?" tanya Yuri.


"Iya. Kamu juga?"


"Kapok kamu enggak mau kasih tahu aku."


"Ini baru mau aku kasih tahu. Kamu juga diam saja."


"Lah, ini mau aku kasih tahu."


Kedua pasangan muda itu malah berdebat.


"Sudah, sudah. Jadi, apa yang mau kalian sampaikan?"


"Aku dulu."


"Jangan, aku dulu."


"Kamu seharusnya ngalah, dong."


"Kamu yang ngalah."


"Ya ampun kalian ini!Kalian katakan saja bersamaan. Nanti berita siapa yang paling heboh dan membahagiakan, opa kasih hadiah."

__ADS_1


Mendengar kata hadiah, tentu saja Yuri semakin senang.


"Ayo, kalian bilang sama-sama."


"Aku dapat beasiswa ke Swiss."


"Aku dapat beasiswa ke Amerika."


Mereka mengatakannya secara bersamaan. Deo dan Yuri saling pandang. Sementara keluarga mereka malah diam.


Ini di luar perkiraan mereka semua. Bagaimana bisa mereka mendapatkan beasiswa tapi di tempat yang berjauhan, aap mereka akan LDR?


"Aku ... aku sudah memimpikan ini sejak lama, bahkan sejak masih kecil," ucap Yuri pelan.


Bagaimana kalau dia dilarang pergi ke Swiss?


Sepertinya mereka berdua tidak ada yang ingin mengalah.


"Nanti kita pikirkan bersama bagaimana solusinya, ya."


Keluarga Yuri dan Deo tidak ingin langsung memutuskan begitu saja. Ini memang benar-benar di luar perkiraan mereka.


Melarang Yuri tapi mendukung Deo, tidak akan bisa diterima oleh Yuri.


Mendukung Yuri tapi mengorbankan cita-cita Deo, juga bukan hal yang bagus.


Makan malam itu akhirnya berlangsung dengan suasana yang kurang nyaman. Yuri sejak tadi diam saja. Dia hanya menggigit bibirnya, takut kalau impiannya akan musnah begitu saja karena harus ikut Deo ke Amerika dan gagal kuliah di Swiss.


Sesampainya di rumah, Yuri kasih diam saja. Dia mengganti bajunya dan langsung tidur.

__ADS_1


Deo sendiri juga tidak banyak bicara. Dia tidak pernah tahu kalau Yuri mendaftar beasiswa untuk ke Swiss.


Bukan salah Yuri juga. Toh dirinya juga tidak pernah cerita kalau dia mendaftar kuliah di Amerika. Bukan tidak mau cerita, dia hanya ingin memberikan kejutan untuk istri dan keluarga mereka.


Siapa yang sangka akan menjadi seperti ini?


Doa dan Yuri sama-sama memberikan kejutan yang membuat hati galau.


Deo dilanda dilema.


Haruskah dia memberikan Yuri ijin untuk pergi sendiri ke Swiss?


Bagaimana nanti kalau ada pihak ketiga di antara mereka?


Bagaimana kalau Yuri bertemu pria lain dan jatuh cinta padanya?


Tadinya dia berniat untuk mengajak Yuri kuliah bersama di Amerika. Hidup mandiri di sana dan mungkin bisa memiliki anak di sana.


Deo menghela nafas berkali-kali.


Ini berat baginya.


Dia membaringkan tubuhnya di sebelah Yuri. Melihat Yuri yang tidur membelakangi dirinya. Tidak ada obrolan malam sebelum tidur. Tidak ada acara nonton Drakor atau merusuh saat Deo main game online bersama sahabat-sahabatnya.


Aku harus bagaimana?


Deo tetap tidak bisa memejamkan mata.


Di sebelahnya, Yuri hanya memejamkan mata. Dia juga tidak bisa tidur. Kuliah di Swiss adalah impiannya sejak lama, tidak bisa dia lepas begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2