
"Tumben-tumbenan lo telat Sa?" tanya Rasya pada Aksara lalu menganti kaos seragam dengan kaos olahraga. Keduanya berada di loker, setelah jam istirahat mereka akan melaksanakan pelajaran olahraga.
"Kesiangan gue," balas Aksara menyimpan seragamnya dalam lemari loker. Rasya yang berada di sampingnya tentu mengernyit curiga, sangat jarang sekali ia mendengar kata kesiangan dari Aksara.
"Kalian berdua buruan ke lapangan. Udah ditunggu Pak Bima!" ujar Nando teman sekelas mereka.
"Lo gak ikut?"
"Gue izin. Ada lomba hari ini," ujar Nando melirik tas ransel dipundaknya sekilas.
"Sorry! Sorry! Lupa, semoga menang ya! Kita duluan," pamit Rasya menepuk pundak Nando, memberikan semangat.
"Thanks bro!"
...
Dipelajaran terakhir yang Nala lakukan sejak istirahat usai adalah melamun. Hal itu tentu membuat ketiga temannya bingung, jarang sekali Nala melamum. Cewek itu lebih memilih tidur dibandingkan harus melamun tak jelas seperti ini.
"Jangan ngelamun, dilihatin Bu Sekar lo!" Natasya dengan keras menyengol lengan Nala, kejadian itu mampu membuat Nala tersentak dan tersadar.
"Kenapa?"
Natasya mengangkat bahunya tak acuh, ia memilih melanjutkan mengerjakan tugas, lebih tepatnya menjalin jawaban dari buku tugas Agathis.
"Kamu kenapa Nala? Saya liat dari tadi kamu ngelamun terus, kamu sakit?" pertanyaan yang Bu Sekar lontarkan membuat pandangan Nala teralihkan padanya. Nala mengerjapkan mata, lalu menggelengkan kepala. Mengatakan bahwa ia tidak apa-apa.
"E-enggak ada apa-apa Bu. Saya baik-baik aja," ujarnya.
"Ya sudah, kerjakan tugas kamu. Siang ini saya mau semua tugas dikumpulkan tanpa terkecuali," tegas Bu Sekar mulai berkeliling di setiap meja.
__ADS_1
"Mau gue bantu ngerjain?" tanya Agathis menutup buku novelnya. Dari mereka berempat, Agathis merupakan orang pertama yang selalu menyelesaikan tugasnya lebih awal.
Nala menatap Agathis cukup lama. Jujur saja, Nala sangat malas mengerjakan tugas di jam seperti ini. Biasanya jika tak ada guru, Nala memilih untuk tidur. Karena memang itu jalan terbaik, daripada ia terus mendengarkan tapi tak paham lebih baik Nala tidur. Walaupun Nala tau jika itu salah.
"Boleh, yang ketiga maksudnya apa?" tanya Nala pada akhirnya lalu menguap.
"Itu tinggal dicari aja kata-kata yang gak sesuai sama bahasa, kematin kan udah dijelasin tuh jenis bahasa, kalimat sama yang lain, nah nanti tinggal samain aja sama penjelasan itu." Agathis menjelaskan dan Nala mendengarkannya dengan seksama meski kantuk perlahan menghantuinya.
...
Pada akhirnya bel pulang sekolah berbunyi. Nala yang tertidur pun jadi terpaksa bangun. Perlahan megerjapkan mata sebelum mebatap sskitar, kelasny sudah sepi. Padahal baru beberapa menit yang lalu ia mendengar kebisingan.
"Lo ikut gak?" tanya Seira sembari mebghapus papan tulis. Hari ini adalah jadwal piketnya.
"Ikut ke mana?" Nala bertanya balik sambil mengemasi barang-barangnya.
"Ke toko buku. Mau cari buku," balas Agathis menaikkan kursinya ke atas meja lalu mematikan lampu, AC dan juga menutup jendela.
"Agathis doang yang cari buku. Kita ngikut aja," kata Natasya memperjelas.
"Tapi kayaknya gue mau pulang aja deh. Gue udah ngantuk banget. Kapan-kapan gue ikut ya, atau enggak lusa besok sekalian." Nala meransel tasnya lalu bangkit dari duduk, ia juga menaikkan kursi ke atas meja.
"Yah, yaudah deh. Hati-hati Nal!" kata ketiganya dan Nala hanya melambaikan tangan sebelum berlalu pergi.
Nala merogoh saku rok seragam dan mulai menghubungi Aksara, menanyakan keberadaan cowok itu. Namun belum sempat Nala bertanya, notifokasi pesan dari Aksara masuk.
Ternyata Aksara mengabarkan bahwa dia tak bisa mengantarkan Nala pulang karena harus mengikuti latihan.
"Jadi dia gak bisa antar gue pulang?" gumam Nala setelah membaca pesan Aksara.
Saat sedang berdiri di luar sebuah mobil putih terhenti tepat di depannya. Bahkan pemilik dari mobil tersebut mulai membuka kaca.
__ADS_1
"Mbak Anala ya?" tanyanya.
Nala mengernyit bingung. Tunggu, bagaimana dia tau namanya?
"Iya pak, saya sendiri. Kenapa ya?"
"Silakan masuk Mbak. Maaf telat datang karena tadi ada sedikit masalah di jalan," ujar bapak tersebut.
Nala mengerjap, lalu membuka ponselnya kembali. Detik itu juga dia tersadar bahwa yang memasan taksi tersebut adalah, Aksara.
...
Pandangan pertama yang Aksara lihat begitu tiba di dalam adalah melihat Nala yang tengah menata makanan di atas meja. Menyadari bahwa tak hanya ada dirinya di dalam, Nala cepat-cepat mengangkat kepala.
"Aksa- lo udah datang?"
Aksara mengangguk cepat, perlahan menghampiri Nala dan menarik salah satu kursi untuk duduk.
"Lo bikin kue?" tanya Aksara meneguk habis minuman ditangganya. Ia tak sengaja melihat kue berwarna putih. Ada beberapa potongan coklat di atasnya.
"Iya, cuma hiasnya doang. Kuenya beli di toko tadi."
"Kayaknya enak," cetus Aksara.
"Lo mau coba?" Nala yang sudah menaruh sepotong kue ke atas piring kecil itu menyerahkannya pada Aksara.
"Boleh?"
Nala mengangguk singkat. "Kan emang buat lo ... EH!"
.........
__ADS_1
...Chat Aksara Devara & Anala Debora 🧚🏻♀️...