Aksana

Aksana
32. AKSANA


__ADS_3


Sudah dua kali Aksara berkeliling di dalam apartemen untuk mencari Nala. Tapi sosok yang dirinya cari tak kunjung ketemu. Dan belasan panggilan sudah cowok itu lakukan namun, Nala satupun panggilan tak Nala balas.


Aksara mengehala napas sambil menguyur rambutnya ke belakang menggunakan telapak tangan. "Kenapa susah banget sih Nal, buat hubungin lo." Setelahnya Aksara berdiri, harap-harap Nala pulang lebih awal.


Ketika Aksara ingin melangkah keluar, bel apartemen terdengar membuat Aksara mendekat dan mengira bahwa itu Nala yang datang. "Seben—" belum sempat tangannya mengapai pintu, balasan dari luar berhasil mengagetkan Aksara.


"Ini Nenek, apa kamu ada di dalam?" ucap Rianna dari luar dengan suara serak.


...


"NALAA, AYO MAKAN!"


Tepat saat Nala membuka pintu, teriakan melingking Seira terdengar membuatnya spontan menutup telinga. Nala yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Agatahis dan Seira, keduanga tengah menyusun makanan di atas piring.


"Gak tau malu lo. Rumah orang juga pake acara teriak-teriak segala," tegur Nala setengah jengkel. Meski di dalam rumah kini hanya ada mereka bertiga, tapi tetap saja teriakan Seira tadi benar-benar keras.


Bagaimana jika teriakan nya tadi terdengar hingga luar dan berhasil menganggu mereka? Nala pastikan Seira akan mendapatkan sumpah serapah darinya lebih dulu.


"Lagian lo lama bener di kamar mandi," ujar Seira merasa tak bersalah. Dengan kesal Nala melempar tisu bekas yang ada di sampingnya pada temannya. "Nala, kotor!" decak Seira membuang tisu itu ke dalam tong sampah.


"Diem Ser, jangan teriak-teriak!" Nala hanya mengedikkan bahunya tak acuh.


"Ada charger gak? Hp gue mati," ujarnya menatap Seira dan Agathis.


"Ada, di dalam tas. Lo ambil aja, ada di atas sofa!" kata Agathis menunjuk tas berwarna Biru miliknya. Nala mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan dapur, mengambil charger Agathis di dalam tas.


"Udah ketemu belum?" tanya Agathis, tahu-tahu perempuan itu sudah berdiri di sebelahnya sambil membawa piring berisikan makanan. Seira juga baru saja datang, cewek itu membawa gelas juga botol berisikan minuman dingin.

__ADS_1


"Udah," ucap Nala mengangkat charger hitam milik Agathis. Setelah terpasang Nala memandang ponselnya yang perlahan menyala.


Nala mengenyitkan dahi begitu tak sengaja melihat belasan panggilan tak terjawab dari Aksara, cowok itu juga mengirimkan pesan dengan jumlah banyak— tak biasanya Aksara seperti ini.


"Ini kenapa banyak panggilan tak terjawab dari Aksara? Tumben-tumbenan dia ngebel gue sebanyak ini, mana spam chat pula." Nala bergumam dalam hati, karena penasaran ia pun menekan pesan tersebut dan mulai membacanya satu persatu.


Aksara sipaling Ketos : Nala, dimana?


Aksara sipaling Ketos : Gue tunggu di apartemen sekarang


Aksara sipaling Ketos : Lo belum pulang? Bisa pulang sekatang?


Aksara sipaling Ketos : Nal, pulang sekarang. Nenek mau kesini dia udah diperjalanan


Aksara sipaling Ketos : Sekarang lo dimana? Masih di cafe atau udah di tempat lain? Gue jemput ke sana


15 panggilan tak terjawab


Dan masih banyak lagi pesan yang Aksara kirim. Satu hal yang membuat Nala terdiam, Nenek Aksara akan datang ke apartemen? Sementara kini Nala berada di luar.


"Nal, kenapa?" Nala tersentak saat Agathis menepuk pundaknya.


"E-engga ada,", Nala menggeleng mencoba menenangkan diri meski hatinya berkata lain.


"Emm... guys, kalau gue pulang duluan gimana? Nyokap gue tiba-tiba kasih kabar dan nyuruh gue balik, hari ini ada keponakan yang mau dateng ke rumah. Jadi, buat kerja kelompok hari ini gue gak bisa ikut," katanya membuat Agathis dan Seira sejenak bertukar pandang. Untuk sesaat keduanya terdiam sampai Agathis membuka suara.


"Yaudah gak papa. Tugasnya biar gue sama Seira yang selesaiin. Kalau tugasnya belum selesai besok kita kerjain bareng-bareng di sekolah. Lo balik duluan aja gak papa. Pasti Tante Zora udah nungguin, " ujar Agatahis memperbolehkan Nala untuk pulang lebih dulu.


"Oke, gue duluan ya!" tanpa membuang waktu Nala mengemasi barang-barangnya.

__ADS_1


"Balik naik apa?" Seira menatap Nala yang kini tengah berkemas.


"Mau dianter supir aja gak Nal?" tawar Agathis. "Biar gue bilang ke Pak Tanu sekarang buat panasin mobilnya," katanya kembali dan akan beranjak dari tempatnya.


"Enggak usah Ga, gue balik naik ojek aja. Gue udahpesen tadi. Sorry gue harus balik duluan, kalau belum selesai besok gue yang lanjutin, byee guys!"


Nala berlalu pergi tepat dengan ojek yang dia pesan datang. Buru-buru Nala naik ke atas motor, berharap Nenek belum tiba di apartemen.


...


Masih menggunakan seragam sekolahnya Nala turun dari motor dan berlari masuk ke dalam. Sepanjang perjalan hatinya dibuat tak tenang. Baru kali ini Nala dibuat panik, selama ini ia paling santai tapi entah mengapa kali ini terasa berbeda.


Sejenak Nala mengatur napasnya. Lift terhenti tepat di lantai 10, gadis itu segera keluar dan sedikit berlari untuk bisa tiba di apartemen. Sambil mengatur napas Nala menekan password dan saat pintu terbuka, disitu tubuhnya terdiam.


"Enak ya keluarnya? Sampai-sampai lupa sekarang sudah jam berapa? Dari mana saja kamu?" tanya Rianna memandangi kehadiran Nala yang baru saja tiba.


Bukan, bukan Rianna yang dia lihat tetapi seorang gadis perempuan cantik yang duduk di sebelah Aksara. Keduamya tengah mengobrol bahkan Nala dapat melihat keduanya tertawa.


Aksara menyadari kehadiran Nala pun lantas berdiri, ia mendekati Nala yang masih saja diam di tempat. "Lo udah pulang?" tanyanya.


"Dia siapa?" tunjuk Nala langsung pada perempuan yang duduk di sebelah Aksara tadi.


...


Hai, selamat datang kembali di cerita Nana. Btw beberapa episode kedepan cerita ini bakalan tamat jadi tungguin aja yaaa!


Jangan lupa buat mampir di cerita Arkan dan Kanaya juga ya, aku tunggu kehadiran kalian di sana 🙇🏻‍♀️


Makasih buat kalian yang udah baca cerita ini dan meluangkan waktunya sedikit. Semoga terhibur 👋

__ADS_1


__ADS_2