Aksana

Aksana
37. AKSANA


__ADS_3


Nala menghela napas panjang sebelum membuka pintu kulkas, mencari camilan apa yang akan ia makan. Setengah jam yang lalu, dia dan Aksara baru saja menyelesaikan makan malam berdua.


Tapi kini perutnya meminta diisi makanan kembali. Piring di atas meja bahkan belum dia bereskan, di sana masih tersisa beberapa makanan yang belum habis.


Setelah beberapa menit terdiam, Nala mengambil kripik kentang pedas dan cookies coklat, tak lupa sekaleng minuman soda. Nala pun kembali ke sofa ruang tamu untuk melanjutkan menonton film yang sempat tertunda beberapa menit.


Tak lama suara pintu terbuka terdengar, Nala melirik sekilas ke sumber suara lalu melanjutkan kegiatannya. Aksara keluar dari kamar seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk, ia pun mendekati Nala.


"Makanan nya gak lo beresin?" tanya Aksara, menaruh handuk itu ke dalam tumpukan baju kotor dekat meja TV.


"Bentar lagi. Setelah filmnya selesai gue beresin," balas Nala lalu meneguk habis minumannya.


Aksara mengangguk, tak mempersalahkan. Ia memilih untuk melanjutkan kegiatannya tadi, membaca buku juga mengerjakan tugas. "Ada pr gak?" tanya Aksara masih fokus mengerjakan soal.


"Gak ada."


"Yakin?" Aksara menatap Nala, memastikan ucapan gadis itu.


Nala hanya bergumam pelan, "Gak percaya banget lo sama gue."


Aksara menghela napas panjang setelah mendengar balasan Nala. "Bukannya gak percaya, gue cuma gak mau kejadian kemarin keulang lagi. Jangan kebiasan buat nunda tugas nantiโ€”" belum sempat Aksara menjelaskan, suara teriakan dari kamar sebelah terdengar. Membuat mereka spontan berdiri dan bergegeas keluar.


"AAAAA!"


"AKSAA BANTUIN AKU!!" teriak Sabrina berlari menghampiri Aksara, dan bersembunyi di balik tubuh besar Aksara. Nala dapat menangkap gestur tubuh sabrina yang ketakutan, sampai-sampai perempuan itu memegang erat baju Aksara hingga tak berbentuk.


"Tenang dulu, baru bilang." Aksara mencoba menenangkan Sabrina. Setelah memastikan Sabrina tenang, perlahan perempuan itu mulai menjelaskan apa yang terjadi.


"Tadi kan aku makan, terus tiba-tiba ada kecoa terbang. Makanya aku lari," jelas nya bergidik ngeri. "Coba kamu cek ke dalam, kecoa nya masih ada atau enggak," pintahnya.


"Tunggu sini sebentar," Aksara masuk ke dalam apartemen Sabrina dan mulai mengecek sekitar. Nala yang sedari tadi hanya diam pun memustuskan untuk masuk ke dalam kembali.


"Udah gak ada," kata Aksara setelah benar-benar memastikan keadaan apartemen Sabrina dan tak menemukan apa-apa.

__ADS_1


"Kamu yakin?" Sabrina melirik ke dalam apartemennya.


Aksara mengangguk, "Iya, gini deh. Malam ini tidur di kamar sebelah lagi. Gue bakal semprot anti serangga dulu buat mastiin kalau benar-benar gak ada kecoa di dalam," katanya.


Sabrina menggeleng cepat, "Enggak, masa nginep di rumah kamu. Aku gak enak sama Nala," tolaknya. Ia tak ingin membuat Nala kembali kesal padanya seperti kemarin.


"Udah masuk," Aksara mendorong tubuh Sabrina agar masuk ke dalam.


"Ngapain lo kesini?" tanya Nala dengan ketus, bukannya mendapatkan Askara ia malah melihat Sabrina.


"Malam ini Sabrina bakal tidur di kakar sebelah. Sabrina alergi serangga," jelas Aksara masuk, lalu melangkah ke dapur untuk mengambil semprotan serangga.


"Masuk aja ke dalam. Nanti gue ambilin baju setelah gue semprot apartemen lo," katanya kepada Sabrina berlalu pergi.


...


Mobil melaju di tengah ramainya kendaraan, di dalam mobil ada Nala, Aksara dan Sabrina. Kata Aksara Sabrina akan sekolah di SMA mereka, artinya untuk saat ini sampai waktu yang tak ditentukan ia akan bertemu dengan Sabrina.


Sejak berangkat tadi, Nala hanya diam memandang jalanan sementara Sabrina dan Aksara, keduanya sibuk bercerita tentang lomba olimpiade dan soal-soal yang menurut Sabrina susah. Pembicaraan mereka tentu tak cocok untuk Nala, makanya mengapa sedari tadi ia diam.


"Kenapa Nala keluar? Gak dianter sampe sekolah aja?" tanyanya pada Aksara.


"Biarin, udah biasa dia." Aksara mengemudikan mobilnya lagi.


Dalam perjalanan menuju sekolah, Nala tak berhenti mengumpat. Bagaimana tidak, Aksara bahkan sama sekali tak mencegahnya. Dia bahkan menyesal karena sempat memberikan pujian pada Aksara karena berhasil membantunya mengerjakan tugas.


...


Agathis menghentikan langkahnya yang hendak ke kamar mandi ketika melihat mobil Aksara dari kejauhan. Matanya menyipit kala melihat Aksara tutun dari mobilnya, namun kali ini bukan dengan Nala.


Melainkan dengan perempuan lain yang menurutnya tak asing, bukan hanya Agathis yang bingung mepainkan anak-anak lain yang masih berada diluar juga merasa hal sama.


"Sabrina?" kata itu keluar dari mulut Agathis saat melihat Sabrina benar-benar terlihat jelas.


"Aksara sama siapa lagi? Kemarin sama Nala, sekarang udah beda aja."

__ADS_1


"Gila, ceweknya cantik bener."


"Bener, mana cocok lagi."


"Itu ceweknya siapa? Kok kayak gak asing sih."


"Itu Sabrina bukan? Dia yang waktu itu jadi pertukaran murid di Malaysia?"


Dan masih banyak lagi yang membiacarakan kehadiran Sabrina. Setelah hampir 2 tahun, Sabrina kembali ke sana.


Nala yang baru saja tiba di sekolah hanya dapat memandang binggung teman-temannya yang kini tengah membiacarakan Sabrina. "Kenapa pada bicarain dia sih?" kesalnya melangkah menuju kelas.


"Nala!" merasa namanya terpanggil Nala pun menoleh ke belakang dan mendapati Agathis, perempuan itu melambaikan tangannya dan berjalan mendekat.


"Kok lo ada disini?"


"Gue abis dari toilet," balas Agathis membuat Nala mengangguk paham.


"Ayo masuk, bentar lagi bel." Agathis mengajak Nala masuk ke dalam kelas sebelum bel berbunyi.


...


Di kantin yang ramai, Nala menunggu kehadiran Seira dan Natasya yang kini tengah memesan makanan.


Sambil menunggu kehadiran mereka, ia menatap sekitar dan terhenti pada dua orang yang tak jauh dari tempatnya duduk. Aksara dan Sabrina masih sibuk mengobrol, ada Rasya juga yang bergabung.


"Jangan dilihatin mulu," tegur Agathis berhasil membuat Nala tersadar.


"Siapa juga yang lihatin," balasnya ketus membuat Agathis menahan tawa.


"Ada yang mau gue tanyain deh ke lo," Agathis memberi jeda pada ucapannya untuk melihat ekspresi Nala sejenak. "Lo sama Aksara ada hubungan apa?" kali ini Agathis bertanya serius membuat Nala yang hendak minum jadi tersedak.


...


HALO HALO HALO, SELAMAT SIANG SEMUANYAA!!

__ADS_1


JANGAN LUPA BUAT TINGGALKAN JEJAK KALIAN DI BAWAH YAA, TERIMA KASIH ๐Ÿ’ข๐Ÿ’—๐Ÿ’ซ


__ADS_2