Aksana

Aksana
35. AKSANA


__ADS_3


Nala melangkahkan masuk kelas dengan sebal. Hari ini adalah hari yang paling menyebalkan terjadi. Mulai dari mendapatkan hukuman yang harus membuatnya lari mengelilingi lapangan, gosip tentangnya dan Aksara, hingga kembali mendapatkan hukuman dari Aksara yang menyuruhnya untuk membereskan gudang belakang yang kosong.


Dan lagi-lagi Aksara menjadi orang pertama yang membuatnya seperti ini.


"Nal, ngelamun terus. Ayo pulang!"


Agathis menyadarkan Nala, dan gadis itu langsung menatap sekitar kebingungan. Kelas sudah hampir selesai, anak-anak mulai mengemasi barang-barang mereka.


"Hah? Kok udah beres-beres?" Dalam kebingungan Nala mendekati tempat duduknya.


"Udah dari sepuluh menit yang lalu. Dan lo barusan datang. Tadi ada info kalau hari ini bakalan dipulangkan cepat." Nala meninju pelan lengan Seira, kemudian membereskan buku-bukunya untuk dimasukkan ke dalam tas.


"Lo dari mana aja sih, dicariin gak ada. Untung tadi Pak Beta gak nyadar kalau lo gak ada di kelas," Seira menutup tasnya lalu melangkah keluar untuk mematikan lampu.


Sejenak Nala menghentikan aktivitasnya membereskan buku-bukunya, gadis itu menatap Seira sebentar. "Ada deh," Nala mengangkat bahunya tak acuh membuat Seira berdecih malas.


"Dih, nyebelin!"


"Udah yuk balik! Gue udah ngantuk," Nala memakai tasnya lalu menguap sebentar. Setelah benar-benar memastikan tak ada barang yang tertinggal, keempatnya melangkah pergi meninggalkan kelas.


"Lo kenapa Nat, sakit? Kok diem mulu gue lihat."


Nala menyadari diamnya Natasya, sejak ia masuk ke kelas tadi hingga mereka keluar dan akan sampai lapangan temannya itu diam dan hanya menyimak.


"Hah, kenapa?" Natasya tersadar lantas menatap Nala bingung.


Nala menghela napas kasar lalu berdiri di samping Natasnya dan merangkul pundaknya. "Lo lagi kenapa? Diem mulu perasaan," ujar Nala mengulangi ucapannya barusan.


Natasya menggeleng, "Enggak, gue gak kenapa-napa." Balasan Natasya kembali membuat Nala mendengus.


Natasya menggigit bibirnya ragu dan melihat Nala. "Emm.. Nal, gue, minta maaf ya soal tadi. Gue gak bermaksud buat lo kesel kok, beneran deh!"


Nala mengangguk paham, kini dirinya tau hal apa yang membuat temanya yang satu ini diam. Nala tersenyum kemudian mengusap pelan pundak Natasya.

__ADS_1


"Gue kira apaan. Lupain aja, gak usah lo pikirin." Natasya bernapas lega mendengar jawaban Nala.


"Oh iya Nal, jangan lupa besok pengumpulan terakhir makalah Sejarah." Seira mengingatkan Nala, takut saja gadis itu lupa dengan tugasnya. Membuat Nala mengerutkan dahi, bingung atas perkataan Seira.


"Makalah Sejarah apaan? Emang ada?" tanyanya memandang Seira, Agathis dan Natasya bergantian.


Sudah mereka duga! Ketiganya hanya mampu menepuk jidat.


Seira menantap Nala serius, "Tugasnya minggu lalu Nal. Jangan bilang kalau lo belum ngerjain lagi?"


Nala menggeleng, belum mengerjakan tugasnya. Jangankan untuk mengerjakan tugas, dia saja baru tau bahwa ada tugas tersebut. Ini antara dirinya yang tak ingat atau memang Nala yang tak peduli akan tugasnya.


"Emang lo udah ngerjain?" tanya Nala kepada Seira.


"Udah. Malahan udah gue kumpulin tadi sama Natasya," balas Seira.


"Kok gak ngajak gue?" Nala menatap kesal Seira, bisa-bisanya cewek itu tak mengajaknya. "Terus, lo, udah ngumpulin belum?" Lalu Nala bertanya pada Agathis.


"Jangan lo tanya lagi kalau Agathis mah. Dia udah ngumpulin dari minggu lalu bahkan," cetus Natasya.


"Tugasnya diketik, jangan lupa pake format yang sudah di tentuin. Udah ada di group chat sejarah," ujar Seira. "Dan tugasnya gak kurang dari sepuluh halaman. Itu belum termasuk jenis sejarahnya ntar lo baca aja di group lebih detail nya gimana," imbuh perempuan itu membuat Nala mendelik kaget.


Apa tadi? Minimal 10 halaman? Gila!


"Sepuluh halaman, gila lo! Yang bener aja," protes Nala yang langsung mengambil ponselnya dari dalam saku, ingin memastikan ucapan Seira. Tangannya terus menscroll, mencari pesan Pak Boni —guru sejarah.


"Ah sial! Kenapa harus sepuluh halaman sih," decak Nala kesal setelah membaca keseluruhan pesan gurunya. Kemudian menyimpan kembali benda berukuran persegi itu ke saku seragam.


"Ya udah, gue sama Natasya balik duluan. Semangat ngerjain Nala! Ntar kalau gue ada waktu gue bantu. Byee," Seira melambaikan tangannya pada Nala dan Agathis, lalu mengandeng tangan Natasya untuk berlalu meninggalkan sekolah.


Kini Nala menatap Agathis, "Bisa Nal, gue tau lo bisa ngerjain." Agathis mengusap pundak Nala, memberikan semangat.


"Ya, tapi, gak sebanyak itu Aga!" Nala mengusap kasar wajahnya.


"Itu gak banyak Nal. Lo cuma perlu cari informasinya aja di internet, dibuku apa lagi."

__ADS_1


Nala menghela napas pasrah, ia paling benci ketika mendapatkan tugas seperti ini. Padahal biasanya Nala hanya perlu print tugasnya atau tidak membawakan barang apa yang diperlukan selebihnya mungkin ia akan mencari jawaban tugas dan memberikan link nya ke grup.


"Nala..."


Nala menoleh merasa familier dengan suara tersebut. Betapa terkejutnya dia saat melihat Aksara berdiri di sana dengan mobil hitam yang tadi lagi mengantarkannya ke sini.


"Aksara?" Nala gelagapan, dia tak menyangka jika Aksara akan menunggunya disini.


"Samperin Nal," bisik Agathis menyuruh Nala mendekat.


"Ayo pulang. Sampe kapan lo berdiri di sana," ujar Aksara membuat Nala mengambil langkah cepat mendekati cowok itu.


"Lo ngapain sih nungguin disini. Kan bisa nunggu di tempat biasanya Aksa. Lo sengaja kan biar gue dipandang buruk sama mereka?!" bisik Nala, tapi Aksara menjauhkan diri. Dia melirik Nala sekilas sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Aksara sialan!" umpat Nala dalam hati.


Bagaimana dia tidak kesal, sekarang mereka berdua menjadi tontonan anak-anak. Lapangan masih ramai akan mereka yang tengah menunggu jemputan.


Bahkan, lapangan yang awalnya ramai sesaat berubah sepi. Namun, tak lama, ia mendengar bisikan-bisikan pelan yang jelas namanya tercantum di sana.


Menyadari kecangungan terjadi, Agathis berpamitan pada Nala juga Aksara. "Nal, gue balik duluan ya. Bokap udah di depan, ntar kalau butuh bantuan buat ngerjain tugasnya bisa langsung hubungi gue. Gue duluan ya!" Agathis cepat-cepat meninggalkan tempat.


"Temen lo udah pulang. Ayo balik," Aksara menarik tas Nala. Sementara Nala tak berhenti memberi sumpah serapah pada Aksara atas apa yang dia lakukan.


...


...HAII KALIAN, APA KABAR? ...


...Ayoo ramein lagi cerita ini! maaf terlambat update, dari kemarin bingung mulainya gimana dan baru nemu idenya tadi pagi :( ...


...Makasih yaa udah meninggalkan jejak kalian disini, makasih juga udah nunggu cerita mereka walaupun agak aneh ceritanya 😔...


...Bentar lagi tahun baru, dan aku usahakan buat up lebih sebelum tahun baru tiba yaaa! Sehat-sehat kalian 🙆🏻‍♀️🧚🏻‍♀️💢...


__ADS_1



__ADS_2