Aku Dan 4 Kakakku

Aku Dan 4 Kakakku
Jadian


__ADS_3

Dengan muka bersungut sungut Raisa berjalan menyusuri teras menuju ke kelasnya yang berada di lantai 2...


" Rai, kamu kenapa seperti nya marah banget..." ucap Deren yang mengekor di belakang Raisa.


Raisa pun menoleh dan tak memberi jawaban ,hanya mendengus...


" Rai Rai, lo lihat Abi gak.."


" kok tanya sama gue , lo cari aja sendiri..." jawab Raisa dengan ketus.


" kok sensi amat sih..apa lagi dapet ya..." ucap Deren yang di dengar oleh Raisa..


membuat Raisa kembali menoleh dengan tatapan tajam melotot..


" Rai Rai, sabar Rai... sorry...gua mau cabut..." ucap Deren sambil berlari ke luar menuju halaman untuk mencari Abi.


Raisa memasuki ruang kelas dengan muka cemberut dan ditekuk.


" Rai, kamu kenapa sih , masih pagi juga sudah burem aja tu muka .." ucap cika.


" gue sebel cik...pagi pagi udah bikin masalah aja, heran gue kok ada orang nyebelin kayak dia..ihhhhh...sebel sebellll "


" sabar Rai, siapa sih yang lo maksut " tanya cika penasaran.


" ya siapa lagi di muka bumi yang paling nyebelin...udah sok ganteng , mana playboy lagi, di mana mana gue disamperin cewek cewek, ...awas lo gangguin pacar gue...ih siapa juga yang gangguin dia yang ada tuh dia yang selalu gangguin hidup gue ..heran gue...!!!!! " jawab Raisa kesal.


" ehm...pasti Abi lagi, kayaknya terobsesi amat tu cowok ama lo rai " ucap Cika sambil senyum senyum sendiri.


" idihhh....gak deh, gak banget... ogah gue " jawab Raisa.


"awas lo Rai, senjata makan tuan itu nanti, ingat ya hati hati antara benci dan cinta.."


" eshhh....stop Jangan teruskan...neg gue dengernya..." ketus Raisa sambil berdiri dan beranjak pindah duduk di bangkunya.


" iya iya nona manis, tapi ingat gue akan dapat makan gratis kayaknya nih di kantin...hahaha...." ucap cika sambil tertawa.


" apa lo bilang, siapa yang traktir lo..." jawab Raisa heran.


" hahaha..lo lupa dito kan berataruh kalau lo jadian sama Abi gue dan mita akan ditraktir sepuasnya...di kantin...."


" hahhhh..sialan tu dito gue di buat taruhan...awas ya tu anak..." gumam Raisa yang tambah sewot.


" Mido, rupanya banyak yang diuntungkan kalau mereka jadian, lo denger kan Dito Mita dan Cika juga taruhan.." ucap Deren dan mido yang dari tadi berada di balik pintu yang tak sengaja mendengar perbincangan Raisa dan Cika barusan.


" lo bener Der, kita harus cari cara agar mereka benar benar jadian...sapa tau gue ada kesempatan buat deketin Cika..." ucap Mido.


" ya bener juga kita harus buat rencana kayaknya nih...'' jawab Deren tersenyum licik.


kemudian kedua pemuda itu berbisik bisik saling kasih pendapat untuk menjebak mereka berdua...


" eh diam lo Der, ada Abi datang ke mari..sapa siapa lagi tu bocah, aduhh katanya mau dapetin Raisa masih saja gandengan sama cewek" ucap Mido sambil pegangi jidatnya.


" dasar , di mana mana cowok ganteng emang gitu, kayak gue nih dah ganteng masih jual mahal..." ucap Mido.

__ADS_1


" ya elo.. emang ganteng Do , tapi dompet lo yang tidak mendukung .Jaman sekarang emang cukup ganteng doang, enggak lah Do, justru cewek itu nomer satu yang dilihat mobil dan dompetnya, nah mobil Lo apa, motor aja satu satunya kreditan juga..hahahaaaa" ketus Deren seperti tanpa dosa..


" Ya elah , jangan di perjelas juga kali Der , lo seneng temen lo ini jomblo sampek tua , heran gue" jawab Mido sinis.


" bercanda kali Do, kok lo jadi sensi gini sih." ucap Deren terkekeh.


" ngomongin apa sih, seneng banget.." ucap Abi yang datang bersama Vea gadis manis teman seangkatan tapi beda kelas..


" ini Bi, si Mido mau ngajak gua nonton ntar malem...ya gue ogah lah emang gue apaan jeruk makan jeruk jadinya.." ucap Deren yang langsung ditumpuk sama Mido.


" sialan lo " ketus Mido.


Abi hanya tersenyum dan menggeleng sambil melangkah, sedangkan Vea tetap saja menggandeng lengan Abi.


Saat Abi hendak masuk , dia melihat Raisa yang sudah berada di bangkunya sambil menulis di buku diary miliknya.


Abi pun tersadar kalau diary nya tadi dia letakkan di bawah loker meja , pasti dia sudah ambil..


" duh , mana belum sempat gue baca lagi..sial kok bisa sih gue lupa " gumam Abi.


"ahm..apa Bi, kamu mengatakan sesuatu ya " ucap Vea mendayu ndayu manja.


Abi tersenyum dan melirik ke Raisa


" enggak aku cuma mau bilang kamu manis sekali "..sambil mengecup punggung tangan Vea .


Raisa mendongak dan tampak menyimpan kekesalan.


Abi tersenyum menang


" kamu kok duduk di sini sih sayang, deket sama gadis ini lagi..." ejek Vea yang membuat Raisa melotot .


" hai , ..di mana sih kelas lo ngapain juga lo di sini...kalau mau pacaran sono di lapangan jangan di sini..." ucap Raisa geram.


" eh ..lo kok nyolot sih...gue cuma mau anter pacar gue ke sini..." jawab Vea .


" hhh...pacar , pacar yang mana, emang lo yang ke berapa yang ngaku pacarnya dia, gak kelas banget sih..." ketus Raisa yang sudah semakin emosi.


" lo.....!!!!!!.. awas lo..."


" udah Ve , lo keluar aja sana..." ucap Abi sambil tersenyum licik.


Vea pun kesal dan keluar dari kelas Raisa dengan muka bersungut sungut..


Abi menatap lekat wajah Raisa...


" ngapain lo lihatin gue "


" enggak gue cuma mau tanya kenapa sih gadis gue suka nya marah marah mulu , kalau gak marah.. kamu itu cantik banget " ucap Abi sambil tersenyum.


Deren , Mido, Mita,dan Cika yang melihatnya hanya tersenyum senyum sendiri...


" makan makan enak gratis..." ucap Deren dan Mido sambil cekikikan.

__ADS_1


" hah....sial ..." gumam Raisa.


" ayo lah Rai kita berdamai saja ya ? " ucap Abi mulai frustasi gak tau lagi cara merayu gadis ini..


" enak aja. Ok asalkan lo kembalikan diary gue"


" nah bukanya tadi sudah ada sama dia " guman Abi heran.Kemudian dia coba meraba loker mejanya, ternyata masih ada..


Abi pun tersenyum lega...


"tapi beneran lo mau jadi pacar gue" ucap Abi menegaskan.


" hahhhh emang harus " jawab Raisa.


Abi mengangguk.


Raisa mendengus kesal dan membuang nafas panjang


" tapi , gue minta lo gak pernah telp gue dan jangan datang ke rumah gue, atau lo habis sama kakak kakak gue. dan satu lagi jangan pernah sentuh gue, dan putusin semua cewek lo" ucap Raisa.


" ok, gue terima semua " jawab abi bersemangat.


" ok gue terima "


"ok guys..ntar makan siang gue traktir semua di kantin" teriak Abi dengan senyum kemenangan.


dan semua teman yang ada di kelasnya pun bersorak gembira.


" ish, ngapain sih bikin malu aja " gumam Raisa sambil menundukkan mukanya di bangku.


" ingat ya, gue mau jadi pacar lo karena gue mau diary gue balik, bukan karena gue suka ama lo " ucap Raisa sambil melotot tajam.


" tenang aja cantik seiring berjalannya waktu lo juga akan tau siapa gue Abimana Oscar Moiden, pemuda keturunan Belanda yang tak akan pernah ditolak wanita.." ucap Abi sambil terkekeh.


" hahhhh pede amat sih lo " dengus Raisa membuang muka.


" Rai , lo tau mereka semua bertaruh kalau kita bisa jadian ada yang mau traktir makan , masa lo gak bisa sih senengein teman teman lo.." bisik Abi yang membuat Raisa terdiam dan berpikir.


Abi pun tersenyum licik " hahhhh mulai kena nih cewek"


"sekarang gue yang mau bertaruh kalau gue bisa bikin lo jatuh cinta sama gue , lo harus menjadi asisten gue seharian , berani gak.." ucap Abi dengan senyum miringya.


" hahhh..tetap aja lo yang diuntungkan" jawab Raisa gak mau kalah.


" ya elah Rai, gitu doang gak berani, berarti benar dong sekarang Lo dah jatuh cinta sama gue "


" ihhhh ya enggak lah .. ok , ok kalau lo bisa bikin gue jatuh cinta sama lo, gue akan menjadi pelayan lo seharian "


jedar r...


Abi pun kaget, begitu juga Raisa yang tak tau apa yang dia katakan.


" ok ok deal " ucap Abi sambil tersenyum.

__ADS_1


" sial , ngomong apaan sih gue " desah Raisa yang menyesal dengan apa yang dia katakan barusan.


__ADS_2