
**
pagi menjelang siang di kediaman pak rahmat.
Raisa sedang duduk di teras sambil membantu ayah dan ibunya memilih kecambah untuk gado gado.
sedangkan kakaknya dengan kesibukannya sendiri sendiri di dalam rumah, karena hari ini hari minggu mereka semua libur dan lebih memilih di rumah saja.
Raisa, ayah , dan ibunya tengah asik bercanda dan bercerita , tiba tiba sebuah motor gede warna merah berhenti di halaman rumah.
Raisa terbelalak menatap nya.
" ish ..ngapain tuh anak ke sini, cari masalah saja ,aduhhh mana kak Raka dan kak Raihan ada di rumah lagi...aduhhhh..." gumam Raisa yang melihat Abi datang dengan senyum manisnya.
" Raisa itu temanmu atau teman kakakmu " tanya ibu.
Raisa menggaruk kepalanya..
"ehm...teman Raisa bu..." jawab Raisa gugup.
Abi pun menyapa ayah dan ibu Raisa dengan senyum dan sopan memcium tangan mereka berdua.
" udah ,kalian ngobrol di sini aja, ibu sama ayah mau siapin dagangan dulu ya, ayo yah.." ucap ibu.
Ayah dan ibunya pun masuk ke dalam rumah, tinggallah Raisa dan Abi berdua duduk di teras.
suasana tegang , mereka hanya diam dan saling menatap.
" Bi, ngapain kamu ke sini " bisik Raisa lirih takut kakaknya mendengar.
" aku kangen sama kamu " jawab Abi lirih dengan senyuman nya yang melelehkan hati Raisa.
Raisa pun tersenyum bahagia.
" emang kakak kakak kamu ada di rumah, yuk kita jalan " ucap Abi.
" ish...gak bisa , kakak gak bolehin aku keluar sama cowok .. mereka semua ada di rumah.." jawab Raisa dengan masih berbisik.
" kakak kakak kamu kok gitu amat sih "
" tau..."
ehem ehem
Raka muncul dari dalam rumah bersama Raihan...
Dengan ganasnya mereka menatap Abi yang sedikit pucat.
" ok , kakak duduk di sini , apa yang akan kalian katakan..cepat..." ucap Raka yang membuat Raisa kesal.
" apaan sih kak " ucap Raisa sambil mendorong Raka.
Raihan melotot ke arah Raisa dan menjitak kepala adiknya itu.
" aduhhhh kak, sakit tau..." ucap Raisa.
Abi hanya bengong melihat tingkah ketiga kakak beradik itu .
Kemudian Reno muncul, dan menyapa Abi dengan ramah..
" hai Bi, apa kabar..dari rumah kamu " tanya Reno penuh wibawa sebagai seorang kakak.
" Alhamdulillah kak, iya dari rumah , mau main aja kebetulan kakak memintaku belu obat di apotik dan dekat sini " jawab Abi.
" o...kirain ada apa, oiya Rai, kok Abi tidak kamu kasih minum sih , buatin dong kasihan panas lo "
__ADS_1
Raisa pun tersenyum dan beranjak ke dapur untuk membuat teh untuk Abi.
kemudian, Reno , Raihan dan Raka duduk mendekat sambil terus menatap ke arah Abi.
" gila nih keluarga, horor banget, mau diapain nih gue..." gumam Abi dalam hati.
" lo udah berapa lama, dekat ama adek gue " tanya Raka.
" em ..em...kira kira sebulanan ini kak " jawab Abi.
Raka melotot dan menggebrak meja
bruaks
" baru sebulanan lo udah berani pacarin adek gue, mikir gak sih lo..." ucap Raka dengan tatapan mematikan.
Abi hanya diam menahan amarahnya.." sialan nih orang orang, apa gak pernah pacaran, heran gua" gumamnya dalam hati.
" Abi, lo beneran suka sama Raisa " tanya Raihan.
Abi mengangguk.
" eh... jawab yang bener dong Bi " ucap Reno datar.
" iya kak, aku sangat menyayanginya" jawab Abi .
" beneran, lo gak bohong, gue pegang ucapan lo , sekali saja lo bikin adek gue nangis ,gue hajar lo habis habisan..ingat itu.." ucap Raka dengan nada tinggi mengancam.
Abi mengangguk.
sesaat kemudian Raisa datang membawa secangkir teh panas.
Dia curiga Kakak kakak nya yang menyebalkan ini pasti melakukan sesuatu kepada Abi.
Ehem...
Raisa berdehem untuk mengusir kakak kakaknya yang usil itu.
" ok ok ...ayo kak kita masuk ke dalam , ngantuk gue mau tidur lagi " ucap Raka mengajak Raihan.
Raka, Reno dan Raihan pun masuk ke dalam rumah.
akhirnya Abi dan Raisa hanya berdua di teras , mereka mengobrol dan sesekali tertawa bercanda.
kemudian muncul Andre dari belakang rumah..
Andre pun senang melihat Abi di sana, dia langsung menghampiri dan menyapa Abi.
" hai Abi, apa kabar kamu.."
" baik kak "
" kamu sudah lama di sini , kok gak ada yang kasih tahu sih.." ucap andre.
" cuma main aja kok kak, kebetulan Raisa ada di depan tadi..,"
" o iya kakakmu gimana kabarnya " tanya Andre antusias.
" kak Diandra, agak kurang enak badan kak, kacapaian kali dia, ngurus butik di beberapa tempat ." jawab Abi.
Andre pun ikut duduk dan ngobrol santai di sana.
sementara di dalam rumah kakak kakak yang ngeselin itu tengan mengintip sambil bergibah membicarakan kakak sulungnya itu.
" ka , sini lo lihat kak Andre,aneh banget tau gak, dia seneng banget sama Abi..." ucap Raihan sambil mengintip Raisa Abi dan Andre yang tengah asik ngobrol di teras.
__ADS_1
" waduhh...kak Andre kelihatan baik banget lagi sama cecunguk itu " ucap Raka yang langsung ditimpuk kepala nya sama Raihan.
" ish ,kal Raihan "
" ya, jaga tuh mulut , bilangnya cecunguk itu pacarnya Raisa adek lo adekku juga tau.."
" iya iya sorry "
Reno pun menghampiri Raka dan Raihan yang sedang berdebat di samping jendela.
" kak, kalian nih gak malu apa pake ngintip segala...kalau penasaran ikut gabung sono.." ucap Reno sambil tersenyum.
" apaan sih Ren, heran gue " jawab Raka.
" ehm...kalian penasaran kan kenapa kak andre baik banget sama Abi, ya karena ada maunya, kakak Abi itu cantik nah kak Andre mau deketin...nah begitu kata Raisa.." ucap Reno.
Raihan dan Reno pun terdiam.
"ya udah ka, biarin aja apa maunya kak Andre, udah tua juga kasihan gak nikah nikah.." ucap Raihan.
mereka pun meninggalkan jendela dan kembali dengan ponselnya masing-masing, sementara Reno lebih memilih membantu ayah dan ibunya memasak di belakang.
sementara di teras .
Andre pamit mau masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Raisa dan Abi berdua di teras.
" Bi, kamu tadi gak di apa apain kan ama kakak kakak ku " tanya Raisa.
Abi tersedak minuman.
uhuk
" aduh ,hati hati dong Bi " ucap Raisa sambil mijitin punggung Abi.
" udah , Rai gak apa apa ...enggak kok mereka gak bilang apa apa cuma tanya aja dah berapa lama kita dekat , itu doang.." jawab Abi.
"beneran "
" iya " jawab Abi sambil tersenyum menggenngam tangan Raisa.
" Rai, nanti malam yuk kita jalan "
" Bi, gini ya bukannya aku gak mau , tapi kalau keluar malam kakak kakak ku pasti gak ijinin..udah kita kayak gini aja , lagian kita kan satu kelas tiap hati ketemu kali, atau kamu bisa kan main ke rumahku seperti ini..." jawab Raisa.
" ok " balas Abi yang sebenarnya ngedumel dalam hatinya... aduhhh di rumah ini kakak kakak nya horor kayak begitu mana asik.
" hei, kok bengong..." ucap Raisa sambil menyenggol lengan Abi.
" kalau gitu besok pagi aku jemput ya , aku bawa motor ..."
" ok deh , kalau begitu aku bilang kak Raka gak usah anterin " jawab Raisa.
Abi menatap lekat wajah Raisa yang cantik dengan mata yang tajam dan mempesona.
tak menyangka dalam hatinya kok bisa bisanya dia begitu tergila gila sama nih cewek, dulu jual mahalnya kebangetan sekarang bucinnya bikin gemes.
Raisa yang sadar di tatap oleh Abi pun bergelayut di lengannya sambil mengusap rambutnya. dengan sendu Raisa pun menatap ke dua mata Abi yang bernetra agak kebiru biruan itu.
Dalam hati Raisa pun heran kok bisa dia jatuh cinta padanya , udah nyebelin , play boy pacarnya di mana mana , suka kasar lagi..tapi dengan tatapan nya yang dingin justru membuat aura kegantengan nya keluar.
" eh... mikir apa sih gue " gumam Raisa.
setelah beberapa saat Abi pun pamit pulang, tak lupa dia titip salam buat kakak kakak nya itu.
kemudian Abi pun melajukan motornya memecah keramaian jalan ibu kota.
__ADS_1