Aku Dan 4 Kakakku

Aku Dan 4 Kakakku
Sulit untuk memaafkan.


__ADS_3

Setelah mendengar cerita Bima , semua terharu..


Andre dengan bijaksana menepuk pundak pak Bima, dia kuatkan hatinya, dan memeluknya dengan hangat.


" pak Bima, Andre janji, akan mengembalikan Raka dan Raisa ke bapak, mereka akan memaafkan Anda, berikan mereka waktu pak.." ucap Andre.


Pak Bima hanya mengangguk dan membalas pelukan hangat Andre " terimaksih ya nak"


semua hanya diam membisu.


" karena malam sudah semakin larut , saya dan ibu saya pamit dulu ya bu, pak Rahmat..saya mengucapkan terimakasih sudah merawat dan mendidik anak anak saya , titip mereka ya pak, bu.." ucap Bima sambil menyeka air matanya.


Pak Rahmat menepuk pundaknya.


" tentu nak Bima kami akan menjaga Raka dan Raisa, mereka adalah bagian dari keluarga ini.." ucap pak Rahmat.


" nak Bima, tunggu...maaf ibu lancang mau ngomong sesuatu..kalau nak Bima berkenan dan berbesar hati tolonglah nak Bima temui Maira.." ucap Bu Siti..yang membuat Bima bergetar hebat mendengar nama Maira.


deg


" Maria...."


" iya nak, barangkali dengan pertemuan Kalian bisa membuat dia ingat kembali dan sembuh dari gangguan mental nya, kasihan dia nak Bima, maafkan ibu..kalau melihat kondisi Maira semua orang pun tak akan bisa memaafkanmu apalagi Raisa sebagai putrinya akan sulit menerima nya.. kalau memang kau masih memilik hati cobalah kau menemuinya dan meminta maaf atas apa yang telah kau perbuat di masa lalu..besok aku akan membawamu menemuinya di panti asuhan Permata.." ucap bu Siti panjang lebar.


Bima semakin hancur, rasanya kakinya sudah lemas dan tak bisa lagi dibawa melangkah ke luar..


" baik lah bu , besok kami akan ke sini lagi, ayo nak kita pulang sekarang.." ucap nenek ( ibu bima) kemudian memapah anaknya ke luar menuju mobil mewah miliknya dan segera pergi untuk pulang.


sementara di dalam rumah, ibu, ayah , Andre, Raihan dan Reno masih diam mematung .


Mereka terlihat masih syok atas kejadian barusan.


Bagaimana mungkin keadaan yang tadinya baik bak saja tiba tiba berubah menjadi seperti ini.


" kak, Raihan mau temui Raka, aku mau tidur di kamarnya dan membantunya berpikir." ucap Raihan kepada Andre.


" terserah kamu.. Rai.." jawab Andre datar.


ceklekkkk


Raihan membuka pintu kamar Raka..


Terlihat Raka yang duduk mematung di atas tempat tidur.

__ADS_1


" kakak mau tidur di sini boleh..?? " tanya Raihan sambil merapikan bantal dan duduk di samping Raka..


Raka tak menjawab hanya mengangguk.


" udah ka, ayo tidur besok aja lagi mikirnya " ucap Raihan.


" Raka gak bisa tidur kak"


" kenapa" ( pura pura nggak tau)


" ka , coba tanyakan ke hatimu , bisakah kamu memaafkan pak Bima, padahal pak Bima sangat menginginkan kalian berdua .. bahkan sekarang dia sudah sesukses ini hanya untuk kalian berdua, dia pun tidak mau menikah karena mencari kalian.." ucap Raihan


" tapi apa yang aku dengar dari nenek selama ini sangatlah berbeda, nenek bilang ayah kandungku seorang bajingan yang meninggalkan ibuku.." jawab Raka.


" lantas Kamu percaya begitu saja, sedangkan menurut cerita pak Bima sendiri tidaklah seperti itu..justru pak Bima yang akan bertanggung jawab namun dihalangi oleh kakek dan nenekmu..."


" aku harus mencari kebenarannya kak.."


Raihan hanya mengangguk.


" terlepas dari itu semua ka, kamu harus sadari kalau sekarang kamu sudah menemukan ayah kandungmu,adikmu dan keluarga mu..kamu harus bisa menerima kenyataan ini.." ucap Raihan.


" dan satu lagi ya ka, bila nanti kamu sudah bisa memaafkan mereka, dan kau pergi meninggalkan kami ,aku minta jaga dirimu dan Raisa..kami sangat menyayangimu dan Raisa .." ucap Raihan yang membuat Raka menunduk dengan tetesan air mata yang lolos dari kedua matanya.


🌺🌺🌺


Di kamar Raisa.


ceklekkkk


Andre membuka pintu kamar Raisa.


Dilihatnya adik kesayangannya itu sudah tertidur pulas...Andre pun tersenyum dan menggeleng.


" ehm..Raisa ( sambil mengelus rambut Raisa)...sudah sayang , kamu istirahat,kamu tenangkan hati kamu...kami juga akan menenangkan hati untuk mempersiapkan diri kami melepaskan dirimu dan Raka..jangan pernah lupakan ,kamu memiliki kakak kakak seperti kami ya sayang..'' ucap Andre sambil menyeka buliran air matanya yang tanpa sadar meluncur dari kedua matanya.


Kemudian Andre menutup pintunya pelan pelan dan betapa kagetnya, di belakangnya sudah ada Reno dengan senyum cool nya.


" kak, Raisa sudah tidur kah ? " tanya Reno.


Andre mengangguk.


Reno pun tidak jadi ke kamar adiknya , dia ikut mengekor Andre yang duduk di sofa ruang tengah.

__ADS_1


" kak, kak Andre sedih ya.. Reno tau kak ,sedih atau tidak...yang pasti kita harus siapkan hati kita untuk melepas Raka dan Raisa kembali kepada keluarga kandungnya.." ucap Reno.


" iya kamu benar Ren..aku gak tau apa aku rela atau tidak, yang pasti hati ini sakit sekali setiap mengingat mereka..." jawab Andre datar.


Reno hanya terdiam.


" apa tanpa mereka rumah ini akan menjadi sepi ya kak, mungkin sebentar lagi kak Andre juga akan menikah dan memiliki keluarga baru..dan mungkin juga kak Raihan akan menyusul ke pelaminan..hhhh...tinggallah Reno seorang di sini...tapi aku di sini akan merawat ayah dan ibu di masa tua mereka, meskipun aku nantinya menikah dan memiliki keluarga baru aku akan tetap merawat ayah dan ibu.." gumam Reno.


" eh...ngomong apa sih Ren, meskipun kita nanti sudah memiliki keluarga baru kita tetap akan menjaga dan merawat ayah dan ibu, mereka tidak akan pernah merasakan kehilangan anak anak nya..." ucap Andre seraya tersenyum.


" ngomong ngomong kak , gimana hubungan kakak dengan kak Diandra kakaknya Abi itu..mengingat usia kakak, gas aja kak , jangan tunggu lama lama..disikat orang nanti nyesel.." ucap Reno mencoba bercanda dan mengalihkan pikiran dari masalah Raka dan Raisa.


Andre melotot sambil tersenyum dan menjitak kepala Reno..


" ehhh...dah berani ya kamu godain kakak , emangnya naik motor pake gas kopling..hahahaha .." jawab Andre.


" serius kak "


" iya , hubungan kami sudah semakin dekat, mengingat usia kakak nih dah gak penting jadian atau apa lah, yang penting ' will you marry me ??' ok dia bersedia ya udah tinggal tunggu tanggal perkawinan nya, tapi dia bilang selesaikan kuliahnya dulu tinggal scripsi udah selesai.." jawab Andre.


Reno terkekeh...


" jadi to the point ya kak , ok ok good, you are my good brother..dingin dan romantis.." ucap Reno.


Mereka mencoba bercanda untuk melupakan semua kesedihan. ..


* di kamar pak Rahmat dan bu Siti*


hiks hiks hiks...


" sudah bu, kita harus iklhas, mereka kembali kepada orang tua kandungnya... bukannya kemarin kemarin ibu sendiri yang minta anak anak untuk pulang ke keluarga mereka..tapi kenapa sekarang ibu bersedih.." ucap pak Rahmat sambil mengelus punggung istrinya untuk menenangkannya.


" iya pak, memang aku yang mengharapkan mereka pulang kepada orang tua kandung mereka, semata mata untuk membuktikan keikhlasan ku terhadap apa yang di tetapkan Alloh bahwa mereka bukanlah anak anak kandung kita, tapi ternyata tidak bisa pak, sulit sekali, dari kecil mereka bersama kita, rasanya tak bisa aku lepaskan begitu saja.. hiks hiks...." jawab bu siti dengan deraian air mata dan suara tangisan yang sudah semakin serik.


mereka tampak bersedih...


Rumah yang biasanya ramai dengan celotehan , kegembiraan, dan ulah anak anak yang sekarang tumbuh remaja..kini terasa sepi, diliputi deraian air mata..


Semua bersedih... semua terluka...


Begitu juga dengan Bima dan ibunya , mereka pun bersedih dengan segala penolakan dari anak anaknya.


Titik terang yang seharusnya membahagiakan karena berhasil menemukan darah dagingnya yang selama ini di cari , namun sebaliknya , tidak disangka anak anaknya yang selama ini dirindukan ternyata menyimpan dendam atas kesakitan yang diterima ibunya .

__ADS_1


sungguh keadaan yang miris...


__ADS_2