
" kau dengar sendiri kan Nura o iya tante Nura dan kau Miko... Raisa yang nyaris hancur karena kalian masih mau memaafkan kalian, tidak kah kalian merasa malu dengan ulah kalian yang sungguh rendahan.." ucap Abi sambil menggenggam erat tangan Raisa.
Nura tak henti hentinya menangis.. sesekali dia usap air matanya yang berderai.
" Miko, Nura... apakah kalian saling mencintai..???" tanya Niar.
Miko dan Nura saling berpandangan..Nura menunduk dan tak tau harus menjawab apa..
Miko tetap dengan tatapannya..dia raih tangan Nura dan dengan berani dia mengatakan cintanya yang begitu besar kepadanya.
Semua orang pun tercengang dibuatnya.
" hahhh gila , ini beneran..." gumam Abi.
Raka yang sudah tenang pun hanya terdiam.
" kamu benar benar mencintai nya Miko, usia kalian terpaut jauh hampir 15 tahun.." tanya Niar menegaskan.
" iya tante, aku sudah memikirkan, tapi aku harus bertanggung jawab atas apa yang sudah ku perbuat kepadanya, aku telah berbuat kelewat batas... memang dulu aku mencintai nya karena uang dan hanya main main saja.. tapi lama kelamaan aku gak bisa pisah darinya, aku mencintainya... setelah aku lulus sekolah aku mau meminangnya tante.." jawab Miko yang membuat Nura berbunga bunga bahagia.
Niar tersenyum dan memeluk adiknya..
" Abi apa yang harus kau lakukan sekarang" tanya Niar.
" maksut mama apa"
" bukannya kamu termasuk murid berpengaruh di sekolah, kamu harus bisa membuat semua teman temanmu diam dan tak mengungkit masalah ini lagi , biarkan Miko menyelesaikan sekolahnya yang hanya tinggal beberapa bulan lagi.. sedangkan Nura biarkan dia keluar dari sana, dia bisa mengurus perusahaan kakek karena 50 persen juga miliknya..." ucap Niar dengan tersenyum dan menggenggam tangan adiknya.
Abi terdiam dan menatap Raka.
Raka mengangguk dan menepuk pundak Abi..
" terserah padamu Abi, aku hanya memintamu menjaga Raisa adikku satu satunya, hanya dia adikku dan bukan sarah atau yang lain.." bisik Raka.
deg...hampir saja terlupakan..
" ok, aku bisa mengaturnya , tapi katakan dulu Miko siapakah dua orang yang meminta kerjasama denganmu..." tanya Abi.
" Sarah dan mama nya Sandra , mereka yang memintaku melakukan itu dan merencanakan semuanya..." jawab Miko.
deg deg
" hahhh... Sandra, tidak mungkin dia tega berbuat seperti itu ..." gumam Niar tak percaya.
" hhh...aku sudah menduganya, dia memang wanita yang ambisius..bahkan dia pernah menculikku padahal aku anak kandungnya sendiri yang dibuang oleh mamanya..dan beberapa kali menemui papa Bima untuk meminta kembali padanya tapi papa menolaknya Karena sudah ada mama Maira di sisinya...hhh..awas saja nanti " ucap Raka.
Niar pun mengangguk karena sedikit banyak dia tahu ceritanya dan seringkali Sandra curhat masalah keluarganya padanya.
setelah semua tenang . miko pun bangkit dan menggenggam tangan Nura, biarpun usianya berbeda jauh tapi Nura masih terlihat cantik dan awet muda.
" kamu pucat sayang" tanya Miko.
__ADS_1
" entahlah Miko" jawab Nura.
semua orang pun heran, ini beneran apa drama lagi..tapi tiba tiba Nura pingsan tak sadarkan diri dalam dekapan Miko.
Niar pun histeris...dan segera membawa Nura ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit , Nura dipasangin selang infus dan harus dirawat beberapa hari .
" apa yang terjadi dengan adek saya Dok" tanya Niar khawatir.
Dokter wanita muda dan cantik itu hanya tersenyum..
" ibu kakaknya ya, pantesan wajah kalian mirip dan sama sama cantik..gini bu , bu Nura tidak apa apa dia hanya kecapekan dan stresss..jadi kami harus merawatnya beberapa hari untuk menjaga kondisi bayinya agar tetap sehat..." jawab dokter cantik itu.
" hahhh...bayi...maksut bu dokter, adekku hamil, hahhhh... benarkah..." ucap Niar sambil melongo tak percaya.
" iya bu, dan o iya di mana suaminya..." tanya dokter.
" i i i...iya itu ada di luar dok, nanti biar aku yang kasih kabar bahagia ini..." jawab Niar.
dokter itupun hanya tersenyum dan memberikan beberapa resep obat dan vitamin untuk menjaga kondisi kandungannya tetap sehat..
Niar keluar dari ruangan Dokter yang menangani Nura..
Dengan langkah gontai dia berjalan.
Abi, Raisa, Raka dan Miko sangat penasaran dengan apa yang sesungguhnya terjadi.
" ma, tante Nura kenapa??? " tanya Abi yang penasaran.
" iya ... Tante Nura kenapa, ihhh ...mama nih..."dengus Abi.
" Nura hamil 6 minggu " jawab Niar.
jedarrrrrr
โกโกโก
" hamil..." jawab Abi, Raisa dan Raka bersamaan
Miko tersenyum bahagia.
Raka menoleh ke arah Miko dan menepuk pundaknya...
" dengan menikahinya adalah tindakan paling tepat Miko karena dia hamil anakmu dan kau akan menjadi seorang ayah..." ucap Raka yang dibalas senyuman dan anggukan dari Miko.
๐บ๐บ๐บ
Nura sudah sadar dan dengan bahagia juga bisa menerima kehadiran anak dalam kandungannya..
Miko pun datang dan dengan senyuman manisnya dia mendekat dan menggenggam tangan Nura, sesekali juga mengelus perut Nura yang masih belum kelihatan membesar.
__ADS_1
Sedangkan Niar, Raka, Abi dan Raisa memutuskan untuk pulang.
Di dalam mobil.
" nggak nyangka ya bu Nura sekarang tiba tiba hamil" gumam Raisa yang didengar oleh Abi yang sedang fokus menyetir.
Abu hanya tersenyum sambil memikirkan cara untuk menggodanya.
" ya , memang...tapi kasihan apa bila Miko tidak bertanggung jawab.." ucap Abi.
" tapi dia mau menikahinya kan, berarti dia tanggung jawab dong, aduhhh kok bisa ya Miko .. Miko..." ucap Raisa.
Abi melirik ke arah Raisa yang sedang melihat lihat ke arah jendela.
Abi mulai beraksi,dia genggam tangan Raisa yang berada di atas pahanya.. kemudian meremasnya dan mencoba memyentuh paha mulus Raisa yang terbalut celana levis kesukaan anak muda.
Raisa menoleh ke arah Abi dan melotot.
"hhh..apa yang kamu lakukan, singkirkan tanganmu , dasar..." teriak Raisa.
Abi hanya tersenyum dan menarik tangannya yang nakal..
" awas ya sekali lagi kamu lakukan itu aku hajar kamu..." ketus Raisa.
" iya dan aku menunggu itu, kamu menghajarku sampai lemas..." goda abi.
" ach....tante .. Abi terus menggodaku.." rengek Raisa.
" abiiiii... sudah " ucap Niar yang lembut.
Abi terkekeh ..
" o iya Rai, itu bajunya dibenerin dulu, masa kelihatan dari sini, untung aku yang lihat...aku gak rela kalau dilihat orang lain..." ucap Abi sambil melirik ke arah Raisa yang panik membenarkan kancing bajunya.
" ihhhh...kamu emang kurang ajar ..lihat aja nanti...aku blok nomer kamu dan gak usah hubungi aku lagi .." ketus Raisa.
" yeeee...ya jangan segitunya dong aku cuma bercanda ..tapi bener lo itu tadi kelihatan setengah lo dadamu, aku di lema sebenarnya,aku kasih tau atau aku biarkan saja untuk ku bisa cuci mata dan menghayal kan menyet"
" prakss" belum selesai mengatakan langsung satu timpukan buku tepat mengenai pundaknya dan membuatnya berhenti bicara dan meringis kesakitan.
" hhh ..sakit tau Ra"
"lagian jaga tu mata jangan suka lihat yang diharamkan.." ketus Raisa yang sudah kesal
" lagi pula dadamu kecil, gak ada yang nafsu melihatnya kecuali aku..hahahaaaaa.." abi tertawa puas sudah sukses membuat pipi Raisa merah merona.
" inhh....tante , abi tante, dia goda Raisa terus..." rengek Raisa.
Niar yang berada di bangku belakang hanya memegangi jidatnya melihat ulah mereka berdua..
"Abi ..udah diam, lagi pula kamu jangan berani beraninya menyentuh anak gadis..." ucap Niar.
__ADS_1
๐บ๐บ๐บ
Akhirnya merekapun tiba di rumah setelah mengantar Raisa ke rumah pak Bima.