Aku Dan 4 Kakakku

Aku Dan 4 Kakakku
Chapter 53


__ADS_3

Tak butuh waktu lama Abi dan Deren sampai di tempat kejadian, terlihat para perampok itu hendak memukul Raisa...


"hentikan brengksek, berani kalian sentuh kekasihku, ku hajar Kalian..." teriak Abi..


dan perkelahian pun tak terhindarkan...


bruk braks...


Niar yang panik pun segera menelpon polisi..


Dan tak lama kemudian, polisi datang membekuk kawanan perampok yang ternyata sudah menjadi incaran pihak berwajib karena sangat meresahkan masyarakat.


Abi mendekati Raisa dengan lengan yang berdarah karena goresan benda tajam.


"Raisa kamu gak apa apa sayang..." dengan paniknya Abi memeluk Raisa...begitu juga dengan Niar yang memeluk keduanya.


Deren pun mendekati Vea.


" Vea, kamu gak apa apa kan...??" tanya Deren kemudian memeluk Vea dengan lembut.


mereka pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Moiden...


Niar segera mengobati luka pada lengan Abi.


" kalian, dengarlah baik baik..." ucap Niar kepada Abi dan Raisa.


" aku minta kalian menikah saja , minggu depan kakak kalian akan menikah, mama minta kalian juga menikah ...untuk menghindari fitnah dan aku lihat kalian sudah semakin lengket aku takut kalian kebablasan.." ucap Niar.


Raisa dan Abi pun terdiam dan saling berpandangan..


" hahhh..harus secepat itu ma" tanya Raisa yang sudah diminta sama Niar untuk memanggilnya mama.


" ya kalau Abi sih mau besok mau lusa ya gak apa apa ... " ucapnya kemudian di sodok perut nya sama Raisa.


"aduhhh Rai..sakit tau..." bisik Abi sambil mendekatkan wajah nya ke pipi Raisa hendak menciumnya.


" ye, kalau beranten aja gak ada sakitnya gak ngeluh, giliran cuma disodok segitu saja dah sakit tau sakit sayang ..ish...lebay..." ketus Raisa.


" ya beda dong..kan nyodoknya dengan kasih sayang, kalau berantem kan penuh kebencian dan ambisi...tau kan bedanya..." ucap Abi sambil meraih dagu Raisa dan mengecup mesra bibir lembut dan manis yang menggoda.

__ADS_1


Niar yang berada di situ pun melotot dan gelengkan kepala.


"ehem...sudah ...puas...ayo lanjutkan...ok ok...Sayangku..deal besok kalian menikah ..


mama nanti sore datang ke rumah keluarga pak Bima Aditama..." ketus Niar yang malu dan emosi melihat kelakuan sepasang kekasih itu.


Abi dan Raisa pun kelicutan..


" ish...ini gara gara kamu bi.." bisik Raisa.


" kamu, yang menggodaku " jawab Abi gak mau kalah.


Niar semakin emosi..


"hesss....stop...gak ada penolakan, gak ada alasan...besok titik..." ucap Niar kemudian berjalan menuju lantai atas untuk memberitahu suaminya perihal masalah ini dan besok mereka harus menikah.


Deren dan Vea yang duduk di sofa pun hanya tersenyum menyaksikan peristiwa ini.


" apa kamu mau kita menikah juga sayang?" tanya Deren.


"ya jangan dulu dong...kakakku harus menikah lebih dulu...kak Verrel saja sampai saat ini masih jomblo.." jawab Vea.


" iya juga ya, kasihan mereka sama sama jomblo.


Abi dan Raisa berjalan menuju ruang tengah tempat Deren dan Vea bercengkerama.


"waduhh...yang mau menikah..apa kabarnya nih...masih aman kan , masih segel kan .." goda Deren.


Raisa melotot dan melempar kotak tisu kepada Deren, membuat semua tertawa.


"aduhhh Rai, jangan marah dong , bener lo aku tanya...melihat kelakuan kalian banyak yang menyimpulkan kalau kalian sudah melakukan itu...hahaaaaa..."


" sekali lagi lo bilang, gue lempar pakai guci ..." ketus Raisa yang sudah emosi.


Abi hanya tersenyum melihat kekasihnya yang menggemaskan..


❤️❤️❤️


Keesokan harinya di rumah Bima Aditama.

__ADS_1


Niar dan Abi benar benar datang untuk melamar Raisa.


Bima dan Maira pun tak keberatan karena sudah lama juga mereka menantikan lamaran ini...melihat Abi dan Raisa yang sudah sangatlah dekat.


Bima pun tak keberatan menerima Abi sebagai pendamping hidup Raisa , karena Bima sudah melihat sendiri besarnya cinta Abi kepada putrinya.


"tapi bu Niar, sebenarnya ada dua hal yang penting yang harus saya sampaikan... sebelum berlangsungnya pernikahan ada baiknya yang sebenarnya tentang kami..." ucap Maira menoleh kepada suaminya yang dibalas anggukan dan senyuman.


Niar pun hanya tersenyum dan menggenggam tangan Maira dengan lembut.


" mengenai status Raisa wali dan nasap, Abi sudah menceritakan semuanya..kami tidak keberatan..toh bukan itu yang penting, melainkan hubungan baik dan cinta kasih sayang di antara mereka lah yang lebih utama...kami tidak mempermasalahkan hal itu..." ucap Niar membuat Bima dan Maira lega dan tersenyum.


"tapi ada satu lagi bu Niar" ucap Maira.


" apa bu Maira"


" mengingat usia mereka masih sangatlah muda, dan juga belum lulus kuliah , apa sebaiknya menurut kami setelah mereka menikah biarkan mereka menyelesaikan kuliahnya dulu dan mengejar mimpi mimpinya agar tidak menyesal di kemudian hari..." ucap Maira.


" ehm...maksut bu Maira gimana ya , maaf saya kurang mengerti" tanya bu Niar penasaran.


Bima mengambil nafas panjang dan mulai bicara " setelah mereka menikah jangan biarkan mereka bersama dulu mereka harus menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu, Raisa harus bisa mengejar mimpinya dia ingin menjadi seorang desainer.. dan mungkin Bima bisa membantu papanya di perusahaan... karena tak mungkin setelah menikah mereka terus tetap begini mereka harus memiliki penghasilan sendiri untuk membangun rumah tangganya lebih baik lagi..." ucapan Bima yang membuat Abi melongo.


Niar dan Abi saling berpandangan..


" hahhh... masa iya setelah menikah kami harus berpisah..." gumam Abi.


" bukannya berpisah nak Abi... tapi jangan dulu melakukan hubungan suami istri agar Raisa tidak hamil dulu dan biarkan dia merasakan masa mudanya bersama teman-teman dan sahabatnya, pasti nak Abi paham..." Ucap pak Bima.


" aduhh... terus buat apa kita menikah kalau tidak bisa bersama" sanggah Abi.


"ehm... iya bu Maira pak Bima saya paham saya mengerti semuanya.. papanya Abi juga mengatakan demikian sebaiknya setelah menikah Abi tinggal di Belanda dan menyelesaikan pendidikannya di sana.. sedangkan Raisa biarkanlah menyelesaikan pendidikannya di sini sampai dia benar-benar sukses menjadi desainer dan meraih mimpi dan cita-citanya, kami pun paham kami tidak ingin menyia-nyiakan masa muda mereka.. kenapa saya ingin buru-buru menikahkan mereka karena mereka sudah terlalu sangat dekat saya tidak ingin terlalu banyak dosa di antara mereka.." ucap Niar.


" ma .. Beneran... terus.." tanya Abi frustasi.


" ish... jangan bikin malu ah, nggak lama kok Sayang kuliah Kamu kan tinggal 3 tahun lagi.." ucapkan sambil tertawa.


Bima dan Maira pun tersenyum lega setidaknya masa depan Raisa masih terlihat jelas di depan mata ..masa mudanya tidak akan sia-sia meskipun menikah muda tapi bisa menggapai cita-cita dan mimpinya mereka sungguh bahagia.


pada akhirnya Abi bisa menerimanya.

__ADS_1


__ADS_2