Aku Dan 4 Kakakku

Aku Dan 4 Kakakku
Chapter 40


__ADS_3

Siang itu sepulang sekolah...


Raisa berlari mencari cari kakaknya..


" kak..kak Raka..kakak...!!?" teriak Raisa.


Maira dan nenek pun turun dari lantai atas ..


" ada apa sih sayang..." tanya Maira kepada putri tercintanya..


" ma, kak Raka sudah pulang..." tanya Raisa.


" baru saja mungkin masih mandi coba gi kamu cari di kamarnya.." jawab Maira.


Raisa pun segera melempar tas sekolah nya ke sembarang tempat membuat Maira dan nenek geleng geleng.


ceklekkkk..


Raisa membuka pintu dan terlihat Raka yang masih basah karena baru saja mandi dengan handuk terlilit di bawah pusar.


Raisa langsung menghambur memeluknya.


" kak, kak raka gak apa apa kan...? Aku khawatir sekali dengan kakak..." ucap Raisa yang membuat Raka bingung.


" Rai Rai ada apa sih...awas handuk kakak jatuh lo...udah lepasin, biar kakak ganti baju dulu..." ucap Raka sambil melepas pelukan adiknya yang semakin erat..


" biarin...." jawab Raisa.


" ets....enak aja ... lepasin gak, atau kakak tabok kepalamu .." ucap Raka mengancam Raisa.


Raisa pun melepaskan dekapannya dengan cengar-cengir..


" masih mending Kanaya yang meluk kakak, nah lo adek gue sendiri...hahhhh...dah sana keluar dulu kakak mau ganti baju, baru kamu jelasin..." gertak Raka.


Raisa pun keluar dari kamar kakaknya dengan muka ditekuk..


" ada apa sih sayang, " tanya Maira, dan Bima ternyata juga sudah pulang ...


Raisa tak menjawab hanya melirik dan mendengus kesal sambil berjalan dengan kaki dihentak hentakkan menandakan kekesalannya.. langsung menuju kamarnya.


" gak usah Mai biar aku saja yang samperin dia, kenapa lagi tuh anak ..." ucap Bima yang menarik tangan Maira untuk tidak mengikutinya.


Bima pun melangkah masuk ke kamar Raisa, tampak Raisa yang sedang duduk di sudut kasurnya, dengan muka lusuh..


Bima duduk di sampingnya dan mengelus kepalanya..


" sayang, ada apa sih, kamu diapain sama kakakmu..." tanya Bima karena tau Raka anaknya usil dan jail.


Raisa menatap papanya dan menggemgam tangan Bima.


" pa, tau gak kemarin kak Raka hampir saja di culik.." ucap Raisa yang membuat Bima kaget dan melotot.


" hahhh diculik...."


" iya pa, untung ada kak Reno, kak Reihan dan Abi di sana, jadi aku Raka bisa diselamatkan.."

__ADS_1


Bima tampak berpikir...


" kenapa pa, papa tau siapa kira kira pelakunya...aku tuh khawatir sekali pa sama kak Raka, tapi kak Rakanya malah marah marah.." jawab Raisa.


Bima mendengus dan melepas nafas panjangnya..


" anak gadis papa ini udah dewasa , sedangkan kak Raka putra papa juga sudah dewasa ,masasih bertengkar terus...lagi pula seorang gadis jangan asal sembarangan masuk kamar cowok dong biarpun itu kakaknya sendiri, kalau pas kakak lagi mandi malu kan..." ucap Bima dengan senyum hangatnya.


Raisa hanya mengangguk.


kemudian Bima minta Raisa keluar dari kamarnya untuk makan, dan Raisa pun nurut saja tapi disuruh mandi dulu gak mau... Bima hanya mendengus... ternyata susah juga ngurusin dua remaja yang masih labil apalagi Bu Siti dan pak Rahmat yang ngurusi 5 anak remaja sekaligus.


mereka pun segera bergabung di meja makan, tampak Raka dengan dinginnya sudah duduk dan muka yang segar.


" baiklah ayo kita makan..." ucap Maira.


mereka pun makan dengan lahap.


" setelah makan papa mau bicara sama kamu Raka..." ucap Bima


" iya pa " jawab Raka.


dan makan sore pun selesai ( bukan makan malam guys ,tapi memang masih sore 🤭)..


" Raka, apa benar kemarin ada yang mencoba menculikmu...? " tanya Bima.


Dan semua pun terkejut.


Raka mengangguk.


" sepertinya papa tau siapa mereka dan apa tujuannya..tidak lain adalah membawamu pulang paksa ke rumah Wisnutama..." ucap Bima.


" iya ,pa ... Raka sudah menduganya seperti itu..." jawab Raka.


" karena 3 hari yang lalu Sandra bersama anak perempuannya dari hasil pernikahan dengan pria lain...datang ke kantor papa dan meminta kamu untuk kembali ke keluarganya, apapun akan dia lakukan asal kamu mau menuruti semua keinginannya... tapi aku melarangnya, aku gak mau kamu ikut terpengaruh pemikiran jahat dan serakah seperti mereka.." ucap Bima sambil menggenggam tangan Raka.


Begitu juga Maira yang sudah berkaca kaca sambil memegangi bahu putra tercintanya itu..


" Raka, mama tau kamu sudah dewasa, sudah bisa memikirkan apa yang terbaik untukmu, dan kedua keluarga ini...kalau bisa jangan sampai ada ketegangan di antara keluarga Wisnutama dan Aditama...kamu pasti bisa memikirkan apa yang akan kamu lakukan sayang.." ucap Maira.


" iya ma, Raka dah tau apa yang akan Raka lakukan..." jawab Raka.


dan makan pun selesai , mereka segera kembali ke kamarnya masing masing.


🌺🌺🌺


Raisa tampak segar dengan rambut basah digerai.


Ting tong...


" bentar, ish siapa sih jam segini bertamu.." guman Raisa sambil berjalan ke arah pintu.


tampak wajah tampan dengan senyuman yang mengembang..


" eh kak Verrel, ayo masuk kak ..mau nyari kak Raka ya..." tanya Raisa.

__ADS_1


" eh ..enggak kok Rai, aku kebetulan lewat depan rumah mu , gak ada apa apa sih main aja..boleh kan ..gak ada yang marah kan..? " tanya Verrel dengan senyumnya..


Raisa gugup dan mengangguk.." aduhh kalau Abi tau kak Verrel ke sini bukan hanya marah , bisa bisa perang dunia ke tiga nih..." gumamnya dalam hati.


" o iya Rai, ini kebetulan aku tadi lewat gerai ayam goreng, Vea minta dibeliin sekalian aja aku beli buat kamu..." ucap Verrel sambil menyodorkan sekotak ayam goreng.


Raisa pun dengan terpaksa menerimanya.


mereka pun saling ngobrol sampai lewat jsm ,8 malam.


Raka Keluar dari kamarnya.


"hai rel, ngapain lo ke sini...!!?" tanya Raka sedikit ketus.


"iya ka, gue kebetulan lewat trus mampir sekalian main..o iya gimana hubungan lo dengan Kanaya.." Verrel balik tanya ke Raka yang membuat Raka berhenti berjalan dan menoleh ke arah Verrel.


" hhhh...ya baik baik saja, o iya terimakasih buat semua, karena Lo yang sudah hajar gue , dia makin sayang ke gue..." ucap Raka dengan senyum smricknya.


" sialan lo ...ditanya baik baik jawabnya menyebalkan, awas aja ,untung lo kakaknya Raisa cewek yang gue taksir... kalau nggak udah gue hajar lagi lo...kesel gue.." gumam Verrel.


" aduh..kak Raka kenapa sih..." tanya Raisa sambil memegangi jidatnya..


Verrel pun segera pamit untuk pulang, melihat Raka yang sudah mulai membuatnya emosi..


" okr Rai, gue pamit dulu ya, lain kali bisa kan kita jalan jalan buat nonton atau makan malam..." ucap Verrel.


" duh .. sialan gue harus jawab apa, masak gue tolak mentah mentah" gumam Raisa.


" gimana Rai bisa kan besok aku jemput kamu ya ..." tanya Verrel.


" ehm...gimana ya ...aduhh... sebenarnya aku juga ada janji sama...itu..." jawab Raisa gugup.


Raka melotot..


" hei awas gue bilangi Abi tau rasa lo..dah ...rel, dia udah punya cowok , mendingan lo lupain adek gue...daripada lo sakit hati nantinya..." ucap Raka dengan ketusnya .


Verrel hanya tersenyum..


" ihh...siapa juga yang mau rebut Raisa, enggak kok jangan salah paham dulu, kita hanya berteman... lagian kita nanti keluarnya juga gak kencan kok kita cuma jalan jalan ,nanti aku ajak Vea, kamu juga bisa ikut ajak Kanaya...iya kan Rai.." tanya Verrel dengan senyumannya yang manis.


Raks tak menjawab hanya menatap tajam Verrel.


" udah deh ka, jangan marah marah terus bisa darah tinggi lo...gue cabut dulu la...bye..." ucap Verrel berpamitan.


Raisa membalas dengan senyuman.


Raka hanya diam dan menatap Raisa.


" kau jangan bermain api, ingat dia itu cowok brengsek, yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.. kamu harus berhati hati Rai, kamu adek kakak satu satunya, dan juga kesayangan kakak..ingat jangan terlalu dekat dengannya.." ucap Raka memperingatkan Raisa.


Raisa pun mengangguk dan memeluk kakaknya itu.


" aku juga sayang banget sama kakak..aku gak mau kakak ninggalin Raisa dan kembali ke rumah Wisnutama, nanti aku gimana..." ucap Raisa.


" esht...siapa juga yang mau balik ke sana, aku memang ada urusan dengan mereka tapi bukan berarti aku mau menjadi bagian dari keluarga mereka..meskipun ibuku sendiri yang meminta aku akan tetap bersama papa dan kamu Rai..." jawab raka memperet dekapannya kepada adeknya itu.

__ADS_1


Raisa tersenyum bahagia.


__ADS_2