
Raisa tampak begitu kesal sambil beberapa kali menelpon seseorang tapi tak bisa.
Dengan dres selutut , riasan natural khas anak muda...membuat Raisa terlihat sangatlah cantik.
Beberapa kali menghubungi Abi tapi gak bisa..
akhirnya Raisa menyerah dan duduk mendengus dengan kesal di bangku teras.
tin tin
Verrel pun tiba , Raisa tampak sumringah dia menghampiri mobilnya dan bergegas masuk ke dalamnya yang dia kira ada vea, ternyata tidak ada siapapun hanya mereka berdua.
Raisa menjadi gugup dan takut..
" jangan jangan apa yang dikatakan kak Raka benar dia memang pria bajingan... aku harus hati hati..." gumam Raisa dalam hati.
" Rai, maaf ya vea gak jadi ikut katanya ada sedikit urusan , ya maklum lah dia sedang belajar menjadi selegram jadi sibuk terus dengan hp dan laptopnya." ucap Verrel membuka obrolan.
"i i iya kak gak apa apa .." jawab Raisa dengan sedikit gugub.
Dan tibalah mereka di sebuah cafe , di sini suasananya terkesan romantis , sangat cocok untuk yang sedang di mabuk cinta.
Mereka pun segera turun dari mobilnya..dan mengambil tempat duduk di pojokan sebelah kanan, menghadap ke jalan .
memang Raisa yang memilih nya agar tidak terlalu tertutup .
" Rai, kamu mau makan apa???" tanya Verrel.
" terserah deh kak..." jawab Raisa.
" ok..."
mereka pun terlihat semakin akrab dan obrolan yang santai membuat Raisa tenang dan melupakan rasa takutnya.
saat mereka sedang asyik ngobrol dan tiba tiba Raisa dikejutkan dengan kehadiran seorang pemuda yang melintas di hadapannya sedang berjalan dengan seorang gadis...
Raisa langsung melotot dan berdiri spontan membuat Verrel pun heran dan ikut melihat apa yang dilihat Raisa.
Dengaan gemetar Raisa memanggil Nama seseorang ...
"Abi..."
Abi pun merasa sangat mengenal suara itu,langsung menghentikan langkahnya dan terdiam untuk sejenak... kemudian menoleh dan sangatlah kaget...
" Raisa..."
Abi menatap Raisa tidak percaya...
Raisa pun seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Abi jalan dengan Sarah.
Sarah hanya tersenyum puas..
Tiba tiba bulir bulir air mata membasahi pipi mulus Raisa ...
Raisa berlari meninggalkan Abi dan Sarah yang berdiri mematung...
saat Abi ingin mengejarnya, tangan Sarah terlebih dulu menyambarnya dan tak membiarkan dia mengejar Raisa, dan Verrellah yang mengejarnya.
Saat Abi melihat Verrel mengejar Raisa, hatinya sungguh pedih...
__ADS_1
Terlihat kenyataan ternyata Raisa ke sini juga tidak sendiri tapi berdua dengan seorang pemuda.
Abi terdiam dan menatap Sarah dengan tatapan buas..
" pergi kau dari sini " gertak Abi kepada Sarah.
" ta tapi bi, aku ksn ke sini bersama kamy, masasih kamu tega menyuruhku pulang sendiri..trus kalau mamaku tanya gimana" sanggah Sarah.
" aku gak perduli, ok...kalau begitu aku yang akan pergi..." ucap Abi sambil berlalu dari hadapan sarah..
" Abi.... Abi... tunggu bi..." teriak sarah..
Tapi abi sama sekali tak perduli dan tetap berjalan dengan raut muka penuh kekesalan.
" hikcs hikcs hikcs..."
Raisa duduk dan menangis di sebuah kursi yang berada di taman di depan cafe tersebut...
Verrel datang dan duduk di sebelahnya.
Dia genggam tangan Raisa.. Raisa pun kaget dan segera melepaskan nya..
" sorry sorry Rai, aku hanya ingin menenangkanmu..." ucap Verrel.
Raisa tak menjawab dan tetap menunduk sambil menangis.
sementara Abi mengendarai mobilnya dengan galau, dia putuskan untuk berhenti sejenak dan melihat ponselnya..
Betapa kagetnya ternyata ada banyak panggilan tak terjawab satu jam yang lalu, tertulis nama sayangku ( Raisa).
Abi pun kaget dan merasa bersalah..
Tapi setelah Abi mencari cari keberadaan Raisa yang tetap tidak ketemu, dia memutuskan untuk menghubungi Raka..
Raka mengatakan Raisa baru saja pulang bersama Verrel..
" ok kak , kalau Raisa sudah pulang syukurlah..."
[hai..lo apain adek gue ..dia pulang, masuk ke dalam rumah sambil nangis nangis, jangan jangan li sudah apa apain adek gue ya ...jawab bi...]
" enggak kak ( Abi menceritakan semua yang terjadi) "
[ baiklah , gue ke kamar Raisa, lo pulang aja...gua tenangin adek gue...]
" baik kak"
Abi menutup telponnya dengan sedikit lega... ternyata su Verrel itu tidak sejahat yang dibayangkan.
🌺🌺🌺
di kamar Raisa.
ceklekkkk
" boleh kakak masuk" tanya Raka yang membuat Raisa mendongak.
Raka naik ke atas kasur dan duduk di sebelah Raisa.
Raisa terus menangis karena kecewa ..
__ADS_1
Raka mendekat dan memeluk adeknya itu..
kemudian Raisa menceritakan apa yang terjadi, sama persis dengan apa yang barusaja Abi ceritakan..
" udah sayang... Abi mungkin gak sengaja merubah setelah ponselnya menjadi silent... kamu tenang ya .." ucap Raka yang begitu menyayangi adeknya..
dengan susah payah Raka meyakinkan Raisa untuk tenang dan berhenti menangis, hingga membuat tertidur...
Raisa yang tidur dalam dekapan kakaknya..
Karena pintu sedikit terbuka membuat Bima dan Maira masuk ke kamar Raisa dan geleng geleng melihat kedua kakak beradik itu...
" Mai, kamu memikirkan sesuatu atau tidak " tanya Bima kepada istrinya itu.
" iya mas, kita tidur di sini juga" jawab Maira...
" iya , kamu ambil kasur lipat di bawah tangga" ucap Bima.
" baik mas..." jawab Maira denan tersenyum.
kemudian mereka pun segera tidur berdua di bawah tempat tidur Raisa..
sedangkan nenek yang juga terbangun , sangat heran dengan kelakuan mereka dan ikut tidur di sofa yang berada di kamar Raisa.
Akhirnya mereka semua tidur di kamar Raisa.
dubidu bidu du du🎵🎵
alarm pun berbunyi..
Raisa mengeryipkan matanya, dia melihat kakaknya masih tertidur, dan betapa kagetnya, melihat papa dan mamanya juga tertidur di sana begitu juga nenek....
Raisa membangunkan kakaknya.
" kak kak...bangun..kak ... lihatlah mereka juga tidur di sini..." ucap Raisa sambil tersenyum.
" aduhhh Rai, jangan ganggu kenapa ah... masih ngantuk nih .." jawab Raka.
Raisa memandangi wajah polos mama dan papanya saat tertidur begitu damai dan mereka sangatlah romantis tidur dengan saling mendekap...
Raka pun bangun dan megusap wajah adeknya itu dengan tangannya.
" ihhh ... kenapa sih kak..." ucap Raisa dengan kesal .
mendengar kegaduhan itu Bima dan Maira pun membuka matanya begitu juga dengan nenek.
" selamat pagi ma,pa " sapa Raisa.
Raka hanya menggaruk kepalanya kemudian menarik selimutnya dan tidur lagi..
" kak, pergi sana ke kamarmu sendiri kak..." ucap Raisa.
" nah ini emangnya kamarnya siapa ..???" tanya Raka.
" kamar Raisa!!!" jawab Raisa kesal.
Raka pun bangun dan beranjak pergi menuju kamarnya sendiri...
" setidaknya lo udah lupain kesedihan lo semalam Rai " gumam Raka.
__ADS_1