
Jam berdetak menunjukkan pukul 8 : 00 .
Seperti halnya jantung Bima yang bedegup kencang.
Setelah 20 tahun akhirnya akan bertemu dengan gadis yang dicintainya walaupun hanya persinggahan dan pelarian semata.
Dengan perasaan bersalah pria tampan berperawakan tegap itu duduk dengan mata menerawang jauh di masa masa bersama dengan seorang gadis polos yang ceria , yang smart , dan mempesona.
Bima melamun tanpa menyadari mobil mercy yang dikendarainya telah terparkir di halaman luas sebuah bangunan besar berlantai tiga..
Panti Asuhan Permata..sebuah bangunan kokoh yang menyimpan begitu banyak kenangan bagi seorang gadis yang terluka hati dan jiwanya .
Tok tok tok..
ceklekkkk..
Seorang ibu ibu paruh baya membuka pintu dan tersenyum menyambut tamunya..
kemudian mereka semua dipersilahkan masuk.
" bu Norma, kami ingin menemui Maira.." ucap bu Siti to the point.
kemudian bu Norma bangkit dan melangkah ke belakang dan meminta mereka untuk mengikutinya.
saat tiba di sebuah taman , lebih tepatnya halaman belakang.
deg ..ada jantung yang mulai berdetak kencang.
seorang wanita bermain dengan sebuah boneka , dia tertawa, dan sesekali menangis.. dipeluknya boneka itu, dan sesekali dibantingnya...
Bima mendekat dengan perasaan sedih dan,bersalah.. namun juga terbesit bahagia bisa bertemu lagi dengan gadis yang pernah dia cintai walau hanya sesaat atau lebih tepatnya pelarian.
Bima menyentuh pundaknya yang membuat wanita itu menoleh dan menatap ke arahnya.
"Maira, kau masih cantik seperti dulu..." ucap Bima seraya mengelus pipi mulus Maira.
Maira tetap diam dan terus menatap ke-dua mata Bima untuk menemukan semua jawaban dan mengumpulkan semua ingatannya.
tiba tiba Maira mundur dan bulir bulir air matanya menetes deras membanjiri pipinya.
Maira hendak berlari Tapi Bima lebih cepat menyambar tangannya dan memeluknya dari belakang..
" maaf kan aku Maira, aku gak akan pernah pergi meninggalkanmu lagi, kita akan bersama selamanya bersama anak anak kita, kita akan membangun keluarga seperti impian kita selama ini.."
ucap Bima berbisik di telinga Maira yang membuat Maira lemas dan luruh dalam pelukan Bima
Maira tak kuasa menahan tangisnya, dia menangis dengan tersedu-sedu..
__ADS_1
kemudian Bima memutar tubuh Maira sehingga mereka saling berhadapan.
Dengan lembut Maira menyentuh pipi Bima.
Bima pun memeluk tubuh Maira dengan hangat.
" maafkan aku sayang , maaf kan ..."
semua orang menangis terharu melihat kejadian ini..
Ibu Bima pun ikut memeluk kedua nya.
setelah beberapa saat kemudian, keadaan pun sudah tenang.. mereka duduk di ruang tamu..
Maira yang sudah jauh lebih baik ,tampak duduk di samping Bima dengan dress selutut warna cream dengan rambut hitam lurus dengan bandana..
Bima sesekali melirik wanita pujaannya itu..
" kau cantik sekali Mai , masih tetap cantik seperti yang dulu.." gumamnya dalam hati sambil senyum senyum sendiri.
Bima berniat menikahinya dan tinggal bersama sama di rumah nya bersama sama anak anaknya pula.
" Maira kau cantik sekali nak, mau kan Maira menikah dengan Bima..." ucap ibunya Bima dengan lembut kepada Maira.
Bima menggenggam tangan maira..Maira pun menatap mata Bima dengan sendu dan penuh harapan.
Bima pun langsung memeluk tubuh mungil Maira, dia benamkan kepala Maira dalam dekapan hangatnya.
" sayang, anak kita berada di tempat yang aman, sekarang dia sudah besar, nanti kita akan menjemputnya ya.. kamu tenang aja, jangan takut sayang aku gak akan pernah meninggalkanmu lagi..kita akan tinggal bersama, sama sama merawat anak anak kita.." ucap Bima, dan membuat Maira bertanya.
" anak kita gak cuma satu " tanya Maira.
" iya anak kita ada dua, satu bernama Raka dan satu lagi Raisa, Raka ganteng seperti aku dan Raisa sangatlah cantik seperti kamu." Bima mengatakan semua itu meskipun Raka bukan anak Maira tapi Bima sangat yakin Maira akan menyayangi Raka seperti anak kandungnya sendiri...
Bima tersenyum getir dengan menahan gejolak di dadanya karena rasa bersalahnya.
" benarkah, berarti mereka akan memanggilku mama , aku akan menyuapinya saat makan ,aku akan nengajaknya bermain dan aku akan mengantarkan nya ke sekolah.." ucap Maira.
" sayang, mereka sudah besar, mereka yang akan menyiapkan makan untuk kita dan mengantarkan kita ke mana mana... mereka anak anak yang baik..nanti kita jemput mereka ya.." ucap bima sambil mengelus pipi putih Maira dan mengecup lembut keningnya.
Maira menejamkan matanya, dia merasa ada sesuatu yang mengusik pikirannya, ingatan ingatan saat kejadian kejadian buruk kembali terputar seperti video dalam otaknya...
saat saat Bima memaksakan kehendak nya, saat orang tuanya sendiri mengusir nya dari rumahnya, saat hujan deras di tengah malam dia berjalan sendiri dengan tubuh lemas karena sedang hamil..
dan saat dia menunggu Bima tak kunjung datang...serta saat seseorang mengambil anaknya...
" achhhh..." Maira tersungkur di lantai..Maira mendongak dan betapa kagetnya melihat pria yang berada di hadapannya itu.
__ADS_1
Maira berdiri, dia menatap tajam ke arah Bima.
" Bima Aditama ...." satu kata lolos dari bibir Maira yang sudah mengingat semua, bahkan setiap detailnya tanpa terkecuali.
Bima melangkah maju..
Namun Maira melangkah mundur..
Betapa hancurnya hati Bima, setelah Maira mengingat semuanya, ternyata dia juga membencinya.
" Mai...aku minta maaf " ucap Bima .
" maaf, masih pantaskah maaf untuk laki laki bejat seperti kamu ...!!!" ucap Maira dengan sorot mata seperti singa yang lapar.
⚡⚡⚡
jedarrrrrr
seperti petir yang menyambar..
hati Bima sekali lagi hancur,remuk luluh lantah tak tersisa..
Bima tertunduk di kaki Maira dan menangis tersedu-sedu...hilang sudah kesan cool dan dingin dari seorang pemilik perusahaan besar..
Bima juga seorang laki laki biasa yang memiliki hati dan perasaan, dia ingin memperbaiki semua keadaan tapi kenapa sangat sulit dan butuh perjuangan.
" tentu saja semua butuh perjuangan Bima, semua butuh proses, ibarat kaca yang telah kau hantam pecah berserakan..mungkin masih bisa untuk disatukan kembali namun tidak akan bisa memberikan pantulan yang sempurna seperti sediakala..itu lah hati seorang wanita Bima...kami sebagai wanita bisa memaafkan setiap kesalahan tapi tidak akan bisa melupakan sedetikpun penderitaan yang telah diberikan..." ucap bu Norma.
Maira tetap menatap ke arah Bima yang sudah tersungkur tak berdaya di kaki nya.
" Bima Aditama, aku mohon pergilah , dan jangan lagi kau menemuiku.." ucap Maira dengan suara serak menahan luapan tangis nya.
" Mai, aku mohon maafkan aku Mai, berikan aku satu kali kesempatan, aku akan berubah demi kamu demi anak anak kita..tidak kah kau memikirkan bagaimana anak kita Mai, aku mohon Mai, biarkan anak kita merasakan kasih sayang keluarga yang utuh .." ucap Bima.
Maira pun menunduk dan mengangkat bahu Bima untuk membantunya berdiri..
" anak, anak kamu bilang, di mana anakku , di mana anakku .." teriak Maira.
Bima meraih kepala Maira dan mendekapnya dengan hangat.
" Bima, aku melahirkan seorang anak perempuan.. dia cantik tapi seseorang telah mengambilnya..di mana sekarang anakku, di mana dia Bima...." Maira menangis tak berdaya dan membuat semua yang ada di sana juga ikut menangis.
"sayang , anak kita sekarang sudah besar, dia sangat cantik seperti mu , dia sudah SMA, dia gadis pintar dan pemberani, setelah dia pulang sekolah aku akan membawamu menemuinya..tapi sekarang kita cek kesehatan mu dulu di rumah sakit ya..." ucap Bima dengan lembut.
akhirnya semua orang lega... Maira bisa tenang dan memaafkan Bima serta mengingat semuanya..
Akhirnya Bima pun bahagia .
__ADS_1
setelah melakukan cek kesehatan di rumah sakit , Bima membawa Maira ke kediaman nya, untuk mempersiapkan acara pernikahan nya dengan Maira walaupun secara sederhana.