
teng🎵🎵
Bel pulang sekolah telah berbunyi.
Raisa beranjak dari tempat duduknya dengan lemas dan tertunduk sambil memegangi perutnya.
Abi hanya memperhatikannya .
Raisa tampak pucat .
Cika dan Mita pun panik..
" Rai kamu kenapa, kamu pucat lo " ucap Cika.
"aduh, Abi mana sih...trus apa kita antar Raisa pulang aja ya...kakaknya gak jemput lagi.." Mita mulai panik.
Vea datang bersama Deren.
Vea pun panik melihat Raisa yang pucat dipapah oleh mita dan Cika.
" aku gak apa apa ,perutku sakit, perih ini aduhh..." ucap Raisa.
" mangkanya Rai, kamu sih, pake makan kayak gitu...trus gimana.." ketus Cika.
" sepertinya lambungku bermasalah.." ucap Raisa sambil meringis menahan nyeri di perut dan ulu hatinya.
Tiba tiba Abi datang dengan mobil mewahnya..
" ayo masuk.." ucap Abi .
Cika dan Mita pun membantu Raisa untuk masuk dan duduk di bsngku mobil mewah milik abi..
Abi memasangkan selfbelt pada tubuh Raisa yang sudah lemas, tak menyia yiakan kesempatan Abi mengecup kening dan pipi mulus Raisa.. Raisa hanya mendengus kesal
" awas kamu bi, bisa bisanya mengambil kesempatan seperti ini .." gumam Raisa dalam hati.
Mita dan Cika yang melihatnya pun terbelalak dan hanya melongo tak percaya...sebucin itukah seorang Abi yang terkenal keren dan paling digandrungi cewek di sekolahan.
Ternyata hanya Raisa yang bisa melumpuhkannya.
" ach... so sweet " gumam Cika.
"est.." Mita menyodok perut Cika.
Di mobil Abi**
Raisa sangatlah lemas karena menahan sakit di perutnya.
" ok guys aku duluan ya.." ucap Abi kepada teman temannya.
Abi pun segera membawa Raisa ke rumah sakit terdekat..
Di perjalanan tak henti hentinya Abi mengusap kepala Raisa dengan lembut.
" makanya sayang, jangan begitu lagi, kalau sakit ..bukan hanya kamu sendiri yang merasakan, aku pun juga panik.." ucap Abi.
__ADS_1
Raisa hanya meringis kesakitan.
" sabar Rai bentar lagi nyampai." ucap Abi sambil menyetir dengan satu tangan karena tangan satunya mengusap usap kepala Raisa.
akhirnya sebelum sampai di rumah sakit Raisa terkulai tak sadarkan diri di mobil Abi.
Abi pun mulai panik dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tidak lama kemudian sampailah mereka di rumah sakit.
Abi menggendong tubuh Raisa dan segera membawanya ke ruang tindakan.
Di sana dokter memeriksa dengan teliti..
" Mas , pasien mengalami asam lambung naik.. yang disebabkan mungkin dia salah makan atau makan tidak teratur..tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan , setelah diberi obat , sakitnya akan berangsur hilang, tapi perlu dirawat beberapa hari baru bisa pulang...hanya perlu sedikit waktu.." ucap dokter yang memeriksa kondisi Raisa.
Kemudian Abi menghubungi Andre dan menceritakan semuanya..
Tak lama kemudian Andre pun datang bersama dengan Diandra.
" Abi, kamu di sini .." Diandra kaget melihat Abi di sini..
" iya kak, kakak kok bisa barengan sama kak Andre.." tanya Abi kepada kakak nya.
" iya kami baru saja makan siang..,"
Andre pun panik ingin segera melihat kondisi adeknya itu..
Tak lama kemudian ke tiga kakaknya yang lain pun datang...
"aduh hari penuh drama lagi nih.." gumam Abi mendengus kesal..
setelah melihat kondisi adiknya..bener saja , Raka berjalan menghampiri Abi yang duduk bersama Andre dan Diandra.
" heh...lo lagi lo lagi, pasti gara gara lo lagi adek gue jadi kayak gini..sini lo gue patahin tulang tulang lo.." ucap Abi yang beringas kemudian dipegangi oleh Raihan dan Reno...
Abi hanya melotot.
" Raka bisa diam gak, ini rumah sakit.." gertak Andre.
Raka pun mendengus kesal..
" apa gue bilang pasti dia lagi dia lagi yang cari keributan.." gumam Abi.
Raka sangat menyayangi Raisa, dia terus berada di samping tempat tidur Raisa dan tak lepas memegangi tangan Raisa yang masih lemah.
Raisa pun membuka mata, dan orang pertama yang dia lihat adalah Raka, kakaknya yang galak namun memiliki paras yang paling tampan di antara yang lain.
Raka tersenyum dan mengelus rambut Raisa.
" kak, kak Raka... Raisa di mana , aduh perutku sakit.." Raisa meringis.
" iya kakak di sini, kamu jangan banyak bergerak dulu, lambung kamu bermasalah..jangan bilang itu gara gara si Bima sialan itu..udah tau kamu memiliki masalah lambung dari dulu , gak boleh makan sembarangan dan stresss." ketus Raka dengan raut muka kesal.
" ets.. Raka, kamu gak boleh ngomong kayak gitu, walau bagaimanapun pak Bima adalah ayah kandung kalian berdua" sahut Raihan.
__ADS_1
" ayah kandung, maksut kak Raihan.." tanya Abi penasaran.
" Abi, kamu di sini.." ucap Raisa yang berusaha duduk dan dibantu oleh Raka untuk bersandar di pinggir dipannya.
Abi pun mendekat di sisi Raisa sedang Raka di sisi sebelah nya...
Ke-dua mata mereka saling bertatap tajam dan sama sama buas.
Reno, Raihan dan Andre yang melihatnya hanya memegangi jidatnya nya karena pusing melihat Raka dan Abi yang bertengkar tiap kali bertemu.
" aduhhh pusing aku lihat mereka, ayo sayang kita keluar dan aku antar kamu kembali ke butik." ucap Andre sambil menggenggam tangan Diandra.
" Rai, cepat sembuh ya , kakak mau kembali ke butik " ucap Diandra dengan senyum manisnya.
Raisa pun hanya mengangguk dan tersenyum " makasih kak"
Andre mengelus kepala Raisa dan mencium hangat kening adik kesayangannya itu...
"sekarang tinggalah Abi yang akan dikeroyok ketiga kakaknya Raisa yang menyebalkan semua.." gumam Abi.
Raisa yang menyadari adanya ketegangan di antara Abi dan ketiga kakaknya itu pun mendengus kesal.
" kakak ....!! hentikan...aduhhh kenapa sih kalian selalu mengeroyok Abi.."
Abi yang merasa dibela sama Raisa pun menjadi sedikit nyengir dan sombong.
" kak Raka, kak Raihan, dan kak Reno...kalian gak usah cemburu sama Abi..kalian adalah orang yang sama sama Raisa sayangi ..cobalah kalian berdamai.." Raisa mendengus lesu karena tak tahu lagi bagaimana caranya agar Mereka bisa berdamai dengan Abi.
Abi hanya terdiam dan memegangi tangan Raisa sambil sesekali mengelus lembut pucuk rambutnya..
Abi sudah tak perduli kalau kakak kakak Raisa memperhatikannya dengan sorot mata tajam mematikan.
" gue neg...lihat kelakuan mereka " kata Raka sambil memutar wajahnya ke samping.
" lo kenapa sih ka, kayak lo gak pernah pacaran aja...apa jangan jangan memang lo gak pernah pacaran..lha terus di Kanaya itu siapa, tiap hari lo anterin pulang..hahaha.." ucap Raihan terkekeh yang membuat Reno tersenyum menahan tawanya.
" kak, wajar saja kak Raka cemburu sama Abi, ya sebenarnya aku pun juga sama, cuma bedanya aku bisa mengontrol emosi sedangkan kak Raka tak bisa mengontrolnya.." ucap Reno.
" ya , kalian benar ..aku pun juga sama...
wajar saja kita ini adalah cinta pertama bagi Raisa, karena kita adalah pengganti ayah kandungnya ... rasanya baru kemarin kita menimang nimang nya di atas keretanya , dan kita mengajaknya main cilukba...hehhhh...kenangan kenangan yang tak pernah terganti..
"kamu Raka, jaga emosi kamu kontrol dan kendalikan emosi serta hilangkan jiwa pemarah kamu...pikirkan juga kebahagiaan Raisa, kamu bisa lihat betapa Abi sangat menyayanginya..ya kita memang sangat menyayangi Raisa tapi yang diharapkan Raisa adalah kasih sayang dari laki laki yang mencintainya sebagai kekasih.. sedangkan kita adalah kakak kakaknya , kita pasti memiliki tempat tersendiri di hatinya.. bukan lantas terus tak sayang sama kita..aku paham dengan apa yang kamu takutkan, aku pun sama, aku takut kasih sayang Raisa kepada kita jadi berkurang.. sebenarnya itu gak sama sekali...tetap, dia tetap sangat menyayangi kita.." ucap Raihan yang membuat Raka berpikir.
" lihatlah kak, Abi dari tadi juga tak beranjak dari sisi Raisa, dia juga gak lagi takut sama kita.. sepertinya bisalah kita coba berdamai dengannya..tapi tetap kita tak boleh lemah dan tak mengawasinya, kita harus tetap mengawasi Raisa jangan sampai pacaran mereka kebablasan.." kata Reno dengan sorot mata tajam ke arah Raisa dan Abi yang sedang bercanda.
" ehm...mungkin kalian benar, aku memang terkalu over protektif sama Raisa, karena aku sangat menyayanginya, entahlah dari dulu aku bahkan bisa korbankan apapun demi dia, apa karena ikatan batin di antara kami yang ternyata adalah saudara kandung..dan rasanya tak rela dia membagi cintanya untuk orang lain.." jawab Raka.
" iya.. aku paham, mungkin semua kakak laki laki di luar sana memiliki pikiran yang sama dengan mu dengan kita, aku pun berpikiran sama..iya kan Reno...memang rasa nya gak terima saja adik kesayangan kita trus membagi cintanya untuk orang lain yang tidak kita kenal..." tambah Raihan.
" iya kalian memang benar...tapi itu tadi, kita memiliki tempat tersendiri di hati adik kita..yang penting kita harus pastikan dia tetap bahagia..tak ada yang boleh menyakitinya bahkan seujung kuku pun..kita yang akan berdiri paling depan untuk membelanya..." ucap Reno.
Tak terasa hari sudah malam .
Tapi Abi masih tak mau beranjak dari sisi Raisa.
__ADS_1
" busyet dah nih bocah, bucinnya keterlaluan..dari sore tadi masih belum mau beranjak dari sisi adek gue" guman Raka yang melihat Abi malah ketiduran di sisi Raisa sambil memegangi tangan Raisa yang sudah terlelap.
Reno dan Raihan tetlihat kekelahan tertidur di sofa di sudut ruangan.