
Pagi itu di rumah besar Aditama.
"selamat pagi nek, ma, pa.." ucap Raisa sambil mencium mereka satu-satu kemudian ikut duduk di meja makan untuk sarapan.
" pagi juga sayang " jawab Bima sambil mengusap kepala putri tercinta.
" o iya sayang kakakmu mana kok gak ikut sarapan.." tanya Maira.
"bukannya kak Raka dari semalam gak pulang ya ma" jawab Raisa sambil mengunyah sarapannya.
" lo ,trus semalam tidur di mana...mas Bima kamu gak khawatir apa putramu gak pulang dari semalem.." ucap Maira dengan menatap tajam ke suaminya.
Bima yang sedang mengunyah sarapannya hanya tenang tak menjawabnya , membuat istrinya emosi.
" mas..kamu kenapa sih, dia putra mu lo putra ku juga aku jadi khawatir..nih.. trus semalam dia ada di mana, coba deh kamu hubungui Andre atau Reno barangkali Raka nginep di sana.." Maira mulai panik dan cemas.
Tiba tiba sebuah tangan melingkar di leher Maira dan memeluknya dari belakang..
" terimakasih ma , sudah mengkhawatirkan Raka, tadinya Raka pernah berpikir hanya Raisa yang mama dan papa sayang, ternyata Raka salah , mama yang bukan mama kandungku juga sangat menyayangiku.. terimakasih ma, Raka sayang sama mama.." bisik Raka yang membuat Maira senyum senyum sendiri, serta Bima dan nenek yang juga ikut tersenyum..
" iya Sayang, kalian berdua anak anak mama, pasti dong mama sayang sama kalian berdua." jawab maira sambil mengusap lengan putranya.
" ih...lebai amat sih.." ketus Raisa.
Raka pun melotot dan melepaskan dekapan terhadap mamanya lalu duduk di samping Raisa sambil menjitak kepala nya..
"aduhhh...kak Raka selalu deh...awas Raisa balas..." Raisa pun membalasnya dengan mencubit pinggang Raka.
"auu.... Rai Rai sudah Rai.. ampun..punya adek gini amat sih.." gumam Raka.
Nenek hanya tersenyum, terlihat begitu damai dan bahagia..
" sayangku Maira..apa kalian berdua gak berencana punya anak lagi.."
" uhuk..." Bima tersedak.
semua pun kaget dengan pertanyaan nenek..
" lo .. kenapa..emang salah... kalian masih muda..program dong biar nenek tambah cucu lagi.." ucap nenek dengan tersenyum.
Maira tertunduk dengan muka merah merona karena malu ,sedangkan Bima tersenyum menahan tawanya Karena gemas melihat istrinya.
Raka dan Raisa saling menatap.
"Rai yuk kita berangkat" bisik Raka.
" ayo kak ,kita gak ikut ikut" jawab Raisa yang juga berbisik.
sementara Maira, Bima dan nenek sedang berdebat masalah anak lagi.
" ayo Rai, apalagi kamu masih di bawah umur , gak boleh ikut mendengarkan yang orang dewasa omongin" bisik Raka sambil tersenyum..
" ih..kak Raka.." Raisa menepuk dada kakaknya.
Raka tersenyum sambil merangkul Raisa..
" oiya, kamu gimana sama Abi, kakak lihat sekarang Abi jarang main ke sini.." tanya Raka.
__ADS_1
Raisa hanya mendengus dengan nafas panjang...
" ya kemarin sempet renggang kami berantem terus , tapi sekarang udah baikan sih..tapi aku sebel sama satu cewek nyebelin yang selalu menggoda Abi di depan mataku.. namanya Sarah pindahan dari Bandung, ih..sumpah gue neg banget lihatnya.." jawab Raisa.
" masa sih " goda Raka.
" dah siang ni kak ayo kita berangkat " ajak Raisa sambil menggandeng tangan kakaknya.
" ma,pa,nek kami berangkat dulu, Raisa aku yang antar.." pamit Raka sambil mencium kening mereka satu satu..begitu juga dengan Raisa.
Bima pun terharu lalu terdiam .
" ibu lihat kan mereka sangat menyayangi kita..apa lagi coba..udah lah bu.
gak perlu program kalau tuhan kasih anak lagi ya Alhamdulillah kalau pun tidak ya ga apa apa kami sudah punya mereka, mereka darah daging Bima.. pewaris keluarga Aditama.." ucap Bima.
" tapi perlu kau ingat , Raka juga memiliki darah Wisnutama, sewaktu waktu mereka bisa memintanya pulang ke keluarga besarnya.." jawab nenek.
" tidak bu, mereka gak punya hak, dulu keluarga nya sudah membuang putraku, dan sekarang mau mengambilnya kembali, jangan harap..lagi pula Raka sudah tau semuanya, ibunya tak menginginkannya lahir di Dunia apalagi nenek nya yang ambisius itu..dia tahu mana yang lebih menyayanginya, aku juga takkan membiarkan mereka mengambil putraku yang sudah sekian lama aku rindukan...dengan mudahnya mereka mau merampasnya..tidak tidak akan ku biarkan.." ucap Bima dengan penuh ketegasan sambil meneguk segelas air putih di tangannya.
" mas, aku yakin Raka tau..kita sangat menyayanginya.. Raka tak mungkin tega meninggalkan kita..sungguh aku sudah menganggap Raka putra kandungku sendiri, lagi pula darah Raisa dan Raka sama mereka sama sama berasal dari darah Aditama.." ucap Maira.
" iya kamu benar sayang " jawab Bima sambil mengusap rambut istrinya.
" kamu gak kerja, ini udah siang lo , dag sana berangkat "
" baiklah sayang, aku berangkat dulu ya" ucap Bima sambil mencium kening istrinya sebelum dia menuju ke mobilnya untuk berangkat ke kantor.
🌺🌺🌺
Di lampu merah.
" ish... kenapa gak bisa tidur, palingan juga telponan sama Abi..ngaku..iya kan.." tanya Raka.
"iya.."
" trus.. kalau ada yang nyangka kita pacaran gimana bisa turun dong level gue"
"ihhhh...punya adek secantik gue masa malu sih... biarin aja ada yang nyangka kita pacaran..kak Raka kan memang cinta pertama Raisa.. pokoknya Raisa gak akan lepasin kakak.." goda Raisa sambil senyum senyum sendiri.
" eh... lepasin ih.. Rai Rai beneran itu lo pacar kakak..lihatin kita.." Raka goyang kan punggugnya agar Raisa melepaskannya tapi Raisa semakin erat mendekapnya.
" gak pokoknya...kak kanaya tau kok Raisa adek kak Raka..o ..jangan jangan ada lagi ya.."
" ih...apa lo kira gue buaya darat.." jawab Raka sambil mendengus kesal.
" ya kali aja.."
" lepasin gak..."gertak Raka.
tiba tiba Abi muncul dengan motornya dari belakang ..
" kenapa sih ribut malu tau dilihatin banyak orang, kamu mau bersandar kan ...sini sayang bersandar di pundakku saja.." ucap Abi dengan senyum smricknya.
" apa lo bilang, enggak..awas lo turun.." Raka tampak emosi dan mengancam Raisa.
Raisa tersenyum sambil ngasih kode ke Abi untuk tunggu di depan .
__ADS_1
Abi yang mengerti kode pun segera melajukan motornya dan berhenti di ujung jalan yang berada di depan lampu merah..
" gue tau akal lo Rai, gue yang besarin lo dari kecil masasih gue kalah strategi ama lo.." gumam Raka.
" kak, Raisa mau turun haus mau beli minum dulu.."
" enggak "
" kak, plis.. Raisa ingin berangkat bareng Abi.." ucap Raisa mengelas..dan mengaku kalah cerdik dari Raka.
" hhh... akhirnya jujur juga nih bocah...baiklah terserah, tapi awas macam macam..'' ucap Raka kemudian menghentikan motornya di dekat Abi..
Dan saat bersamaan sebuah mobil hartop berhenti di samping mereka..
Kemudian salah satu orang
itu turun dari mobilnya.
" kak Verrel" ucap Raisa tersenyum.
" Verrel, ngapain lo ke sini " ucap Raka penuh emosi.
" enggak ka gue cuma mau minta maaf atas kesalahan gue yang kemarin, sorry gue emosi, gue sudah dibutakan oleh perasaan gue ka, sungguh gue minta maaf " ucap Verrel penuh penyesalan.
Raisa mendekati Raka dan Verrel..
" kalian teman kuliah, ada masalah.. katakan kak Raka.." tanya Raisa.
" hhh... tanyakan sendiri padanya apa yang sudah dia lakukan " jawab Raka dengan senyum miringnya.
Raisa menatap Verrel tajam.
" hhh...gue pernah ngeroyok abang lo " jawab Verrel datar.
" hahhh...kak Verrel, Raisa gak nyangka.." Raisa terkejut dan tak percaya orang seperti Verrel yang sudah menyebabkan kakaknya masuk rumah sakit waktu itu.
" tapi Rai, itu karena aku lagi kalut Rai, pliss maafin aku, dan beri aku kesempatan untuk menjadi teman mu maupun teman kakakmu.." pinta Verrel.
" kak Verrel gue benar benar gak yangka lo... tapi sudah lah ok ok kalau kak Raka udah maafin kakak ya udah lah gak usah diperpanjang lagi..." ucap Raisa dengan senyuman manisnya yang membuat Verrel benar benar terbuai dan menghayal yang tidak tidak.
Raka hanya tersenyum miring..
" lo beneran rel, minta maaf ke gue...atau lo ada sesuatu...gue tau akal busuk mu..." ucap Raka.
Setelah Raka menyelesaikan ucapannya dia langsung melajukan motornya.
Abi yang berada di sana hanya diam.
Verrel tersentak setelah Raisa menimpuk bahunya.
" kak, kenapa sih ..kok kakak melamun.." ucap Raisa.
" ah enggak kok Rai, kakak cuma merasa bersalah saja sama Raka..." jawab Verrel.
" ya udah gak apa apa yang penting kak Raka udah maafin kak verrel..ok sekarang kita adalah teman..." ucap Raisa sambil mengulurkan tangannya .
Verrel pun menyambutnya dengan senang hati dan berbunga bunga..
__ADS_1
" baiklah kak , Raisa berangkat ke sekolah dulu...ya.... bye...." pamit Raisa kemudian naik ke motor Abi.