
Waktu telah berlalu, 2 minggu sudah Raisa terbaring tak sadarkan diri...
Abi semakin hancur dan berantakan..hidupnya seperti kehilangan arah.
hari ini Reno yang datang menjaga Raisa.
Reno duduk di samping adik kesayangannya.
Dengan lembut dia menggenggam tangan Raisa yang lemas dan pucat.
" Rai, tahukah kamu..kami sangat merindukan mu , tingkahmu yang manja, ulahmu yang bikin kak Raihan dan kak Raka marah marah seharian...dan iya kau tau Rai, Abi sekarang sedang mengalami masa masa terpuruknya, besarnya cinta nya padamu membuatnya kehilangan arah, tidak kah kau kasihan Rai, bangunlah Rai, demi kami, demi Abi...." ucap Reno sambil mengusap matanya yang sembab.
ceklekkkk
Abi datang dengan tertunduk...
" Bi, kau... semalaman kata kak Diandra kamu gak pulang, ke mana kau bi...jangan bilang kau mabuk mabukan di bar...hhh... Abi..." gumam Reno dengan sedihnya..
Abi duduk di samping Raisa tanpa berkata sepatah katapun ...bau alkohol masih tercium ..
" gila kau bi..." gumam Reno.
__ADS_1
Abi menatap Raisa begitu dalam.
" aku memang Sudah gila kak, aku gila karena adek kakak tak jua membuka matanya..." jawab Abi datar.
Reno mengacak rambutnya karena frustasi.
" hahhhh...gue juga jadi gila karena lo bi...sadar dong bi , sadarlah...." gertak Reno.
"kalau Raisa tak kunjung membuka matanya, akan aku hancurkan keluarga Wisnutama, sampai ke akar-akarnya, lihat saja perusahaan yang sudah dibangun bertahun tahun akan hancur dalam sekejap mata.. dan nenek tua yang sudah menembakkan peluru kepada kekasihku akan aku pastikan hidupnya seperti di neraka..." ucap Abi dengan tatapan menakutkan.
Dan pada saat itu Raka ternyata sudah berada di balik pintu sehingga mendengar semua apa yang diucapkan Abi.
Raka terdiam dan menelan semua ucapan dan ancaman Abi.
Reno menatap wajah Abi yang seketika berubah menjadi seorang yang menakutkan...dan bukanlah seperti Abi yang dia kenal seperti selama ini.
" Bi, kau baik baik saja...." tanya Reno.
" kak, apa kau melihatku sedang baik baik saja ???" jawab Abi yang membuat Reno bergidik ngeri..inilah sisi gelap seorang Abimana Oscar Moiden.
Reno terdiam dan membungkuk membisikkan sesuatu di telinga Raisa..
__ADS_1
" Raisa, adikku sayang .. dengarkan kakak baik baik... sekarang bangunlah Rai, jangan biarkan Abi kembali menjadi gengster yang kejam...hanya kau yang bisa mengendalikannya..."
Abi hanya terdiam dan menggenggam hangat tangan Raisa kemudian mencium lembut kening kekasihnya itu.
" sayang, apa kau ingin aku menghancurkan semua orang yang telah menyakitimu...baiklah sebentar lagi kau akan mendengar mereka menangis karena kehancurannya..tenanglah kamu sayang ..." ucap Abi sambil mengecup singkat bibir Raisa yang hanya terdiam selama dua minggu ini.
Reno yang berada di sampingnya pun hanya terdiam dan tak mampu berbuat apa apa...
Tiba-tiba jari Raisa bergerak...
Abi yang menyadarinya segera menatap ke arah Reno.
" kak, Raisa mulai bergerak...!!! " ucap Abi .
Reno pun berlari ke luar untuk mencari Dokter, dan saat membuka pintu terlihat Raka yang berdiri mematung di luar pintu.
Tak lama kemudian Dokter bersama timnya pun datang dan memeriksa keadaan Raisa..
Raisa mulai membuka mata, dia tersenyum karena begitu membuka pertama kali yang dilihatnya adalah Abi pemuda yang sangat dia cintai..
Air mata Raisa menetes..
__ADS_1
" hei sayang kenapa kamu menangis, aku di sini sayang, ada kakak kakak kamu juga , mama dan papa baru saja datang..." bisik Abi.
Reno yang sibuk memperhatikan perubahan wajah Abi yang tadinya garang menakutkan, seketika lembut dan penuh cinta ketika melihat kekasihnya sadar dari komanya.