
Raka baru saja membuka matanya, dia terkesiap dengan hari yang ternyata sudah siang tapi tak ada yang membangunkannya.
dia segera bangun dan pergi mandi.
Raisa sudah duduk di meja makan sambil menikmati sarapan paginya.
Raka datang menjitak kepala Raisa..
" aduhhh, kak apa apaan sih sakit tau..." ketus Raisa.
" kamu kok gak bangunin kakak, sekarang udah jam berapa, kakak jadi terlambat tau...dah kamu berangkat sendiri aja, atau biar kakak telp Abi biar jemput kamu..." ucap Raka sambil berlari menenteng tas rangsel dan selembar roti untuk mengganjal perutnya.
" enggak...aku gak mau sama Abi, dia udah hianati Raisa...!!!" ketus Raisa dengan kasar.
Raka menoleh dan melotot ke arah Raisa..
"dasar cewek, maunnya menang sendiri..
coba kamu dengarkan dulu penjelasan Abi, jangan asal ambil kesimpulan...!!!!" ucap Raka.
" enggak pokoknya,aku benci sama dia, gak mau aku lihat mukanya lagi..." ketus Raisa.
Raka hanya mendengus.. kemudian kembali berjalan untuk berangkat kuliah.
Raisa yang sadar ditinggalkan oleh kakaknya segera berlari menyusul .
" ish ..kak... tunggu"
Raka tak menoleh dan tetap berjalan, sampai Raisa berhasil menarik tas rangsel Raka dan membuatnya hampir terjatuh .
" aduhhhh... Rai kamu nih ah...apa apaan sih...udah kakak bilang kamu berangkat sama abi atau biar diantar papa..." ucap Raka dengan muka merah karena marah.
" Raisa pokoknya bareng kakak..." ucap Raisa dengan ngos ngosan.
" enggak..kakak mau jemput kanaya dulu, dah terlambat nih..." gertak Raka.
Raisa segera meraih tangan Raka dan terus memegangi lengannya.
" ihhh...lepasin nggak..." gertak Raka lagi.
" enggak...!!" jawab Raisa dengan memasang senyum manis.
" kakak bilang lepasin...!!!" ucap Raka sambil melotot.
" pokoknya enggak.... seberapa penting nya sih Raisa di mata kakak dari pada kak Kanaya... Raisa gak penting ya di mata kakak... hiks hiks .." tanya Raisa sambil menangis sesenggukan.
" ish... mulai deh drama lagi..." Raka mendengus kesal sambil mengusap mukanya dengan kasar , dan sesekali melihat jam tangan di pergelangannya.
Bima dan Maira yang muncul dari dalam rumah pun hanya gelengkan kepalanya sambil tersenyum.
__ADS_1
" duh ..anak anak nih... masih pagi sudah ribut..." gumam Bima.
" biarin lah mas, nanti kalau sudah berkeluarga itu yang akan menjadi kenangan dan dirindukan keduanya..." ucap Maira yang anggun dan cantik walaupun di usia nya yang sudah tidak lagi terbilang muda.
Bima melangkah dan mendekati Raisa, sambil mendekap kepalanya mencium pucuk rambutnya untuk menenangkannya...
" udah udah sayang berangkat sama papa ya ... udah biarin kakakmu dengan urusannya sendiri... ayo sama papa ..." ucap Bima kemudian menggenggam tangan putrinya dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.
Raisa yang manja hanya mengikuti dan sesekali menyeka air matanya.
Sebelum masuk mobil Bima menatap ke arah Raka dan memberikan kode dengan ketipan matanya dan Raka pun yang sudah paham kemudian tersenyum dan segera berangkat menjemput Kanaya pujaan hatinya.
🌺🌺🌺
Di halaman sekolah.
Raisa turun dari mobil papanya dan segera memasuki gerbang sekolah.
" da ..papa ..nanti gak usah dijemput aku pulang bareng sama Vea dan cika ya pa.." ucap Raisa.
" enggak sayang, nanti biar mama yang jemput sama sopir...kamu jangan keluyuran, pulang sekolah ya ke rumah dulu..." ucap Bima dengan senyum manisnya.
" ya udah deh terserah papa..." jawab Raisa ketus dan kesal dengan semua orang, pertama Raka sekarang Bima.
Dan sebentar lagi pasti kesal dengan Abi.
" hh...pikir aja sendiri " jawab Raisa ketus.
Abi mengusap wajahnya dengan kasar.
" duh gadis ini , pasti susah lagi membujuknya..ahhh...gara gara Sarah...kalau saja bukan karena mama dan tante Sandra ini tak akan terjadi... tenang bi , tenang....cewek emang gitu... sebentar sebentar merajuk karena cemburu berarti dia sangat mencintaimu..." gumam Abi dengan frustasi.
Raisa dengan muka bersungut sungut memasuki kelas.
Di sana ada teman teman abi yang membuatnya semakin emosi.
" Raisa di mana Abi..." tanya Deren.
Raisa menoleh dan menatapnya dengan melotot tajam.
" cari aja sendiri....!!!!!! " jawab Raisa dengan kasar.
Deren terkejut dan terkekeh.
"ada masalah apa lagi sih bi bi... kasihan banget sih hidup lo.." gumam Mido.
"au ah...." jawab Deren.
Mido terkekeh.
__ADS_1
"Rai, emang Abi buat masalah apa lagi, heran gue punya cewek secantik lo , kok suka banget cari perkara ya..." ucap Mido yang langsung ditumpuk kepalanya oleh Abi, yang ternyata dari tadi Abi sudah berada di belakangnya.
Raisa hanya mendengus kesal...
Abi duduk di samping Raisa...
" sayang, udah dong marahnya, aku bisa jelasin kok..." rengek Abi.
Raisa tak bergeming, dia menoleh dan menatap dengan amarah yang semakin meledak.
" kamu udah jelas jelas jalan sama Sarah, pake mesra mesraan lagi di depan mataku, tunggu gak usah bicara gak usah bertanya apa aku cemburu...iya aku sangat cemburu, kamu aku telp dari sore tidak di jawab...sampai Verrel datang dan mengajakky makan malam, tau gak rencananya kamu juga akan aku ajak dan kita akan bareng...tapi ternyata kamu tidak lapar karena sudah terpuaskan oleh Sarah...."
" diammmmm.....!!!!!" teriak Abi sampai semua teman teman yang ada di kelasnya terkejut dan menatap ke arah mereka berdua yang sedang berseteru.
Raisa menundukkan kepalanya dan menangis kemudian berlari ke luar dengan membawa tasnya...
Abi pun mengejarnya dan menyambar tas nya di bangku..
" hai .. Rai, Bi...apa kalian gak akan masuk sekolah...mau ke mana..." teriak Deren heran.
Raisa terus berlari sampai ke luar gerbang dan terus berlari...menyusuri jalan dan gang.
Abi pun mengejarnya..
"Rai, tunggu Rai..."
tapi Raisa terus berlari dan mereka semakin jauh dari gedung sekolah.
sampai akhirnya Abi berhasil meraih tangan Raisa dan memeluknya seketika.
Raisa menangis di dada bidang Abi..
"sayang, maafkan aku sudah membentakmu, sungguh aku gak sengaja sayang... maafkan aku...makanya jangan buat aku marah ya... kamu tenang aja... selamanya kamu yang aku cinta...meskipun Sarah datang menggodaku, aku tak akan tergoda, dan kemarin itu karena mamaku dan mamanya Sarah yang memaksaku mengajaknya makan di cafe itu..
Raisa tak menjawab dia hanya terdiam di dalam dekapan Abi yang gagah dan tampan.
" menangislah sepuasnya, tapi jangan kau lepaskan dekapanku, selamanya aku akan mendekapmu, memelukmu jika kamu bersedih dan terluka.." bisik Abi.
Raisa menyeka air matanya dan melepaskan dirinya dari dekapan Abi kemudian menatap wajah Abi yang memancarkan aura kegantengannya dan membuatnya luluh seketika.
" tapi kamu gak bohong kan...." tanya Raisa.
Abi tersenyum dan mengusap kepala Raisa.
" baiklah tapi aku gak mau kamu jalan sama Sarah lagi.." ucap Raisa.
" eh...jangan gitu dong, gak mungkin aku gak jalan lagi sama Sarah, aku dan dia teman sejak kecil.. keluarga kami sudah sangat dekat tapi cintaku hanya untukmu Raisa Bima Aditama..jadi mulai sekarang kamu harus mempercayaiku, walaupun Sarah menggodaku dengan berbagai cara, aku akan selalu mencintaimu...kamu ingin kita tetap bersama kan, kamu mau hidupmu tenang dan bahagia kan...maka percayalah pada hatimu dan aku yang selalu menjaganya...di manapun aku berada aku gak pernah lupa ada hati yang harus aku jaga..." ucap Abi sambil memegangi pipi mulus Raisa.
Dan pada akhirnya mereka pun memutuskan untuk kembali ke sekolah dan belajar dengan baik...
__ADS_1