Aku Dan 4 Kakakku

Aku Dan 4 Kakakku
Chapter 52


__ADS_3


"lo kenapa bi..." tanya Deren karena abi terlihat memegangi kepalanya.


" o iya Der, gue lupa hari ini gue harus jemput ibu gue di bandara .." jawab Abi.


" ish..lo ini bi, jadwal ketemu Raisa aja lo selalu ingat, nah giliran jemput ibu lo selalu lupa, kemarin lo diminta jemput kakak lo lupa juga ..apa yang ada di otak lo hanya Raisa, Raisa dan Raisa " ucap Deren.


plaks


satu timpukan untuk Deren karena banyak bicara.


" sialan lo bi, sakit tau.." ucap Deren sambil meringis.


" makannya jadi cowok jangan seperti cewek ,banyak bicara...!!! " timpal Abi.


tiba tiba Raisa muncul dan duduk di samping Abi.


Dengan senyumnya yang mengembang..dia tampak begitu manis.



" sayang, kamu ngapain ke sini..." tanya Abi.


"aku mau lihat kamu bermain basket..masa gak boleh sih..." jawab Abi.


Abi terlihat sedikit panik..


" kamu kenapa sih..." tanya Raisa.


" hari ini aku harus jemput mama ku di bandara Rai, dan kayaknya aku telat deh... gimana ya...dan ini pertandingan gak boleh ditinggal, karena babak penentuan..pusing gue..." jawab Abi.


Raisa memanyunkan bibirnya..


"terus...gimana ??" tanya Raisa.


"ehm... gimana ya...???" gumam Abi sambil berpikir.


Raisa mendekat dan memeluk Abi...


" udah jangan khawatir ada aku di sini, kamu selalu ada buat aku, dan aku selalu ada buat kamu... mana kunci mobilnya, biar aku yang jemput mama di bandara..lagi pula gak jauh juga palingan setengah jam juga dah nyampai..." ucap Raisa sambil membuka tangan nya untuk meminta kunci mobil kepada Abi.


Abi, terkejut, heran dan bengong sesaat..


" kamu...kamu bisa bawa mobil...??? yang bener sayang...jangan main main lo ini kota besar... banyak kendaraan, lalu lintas padat ...enggak, kalau terjadi apa apa gimana..enggak pokoknya, biar mama naik taksi saja..." sanggah Abi.


" ihhh...kok ngerehmin aku sih...kamu kan dah sering ajarin aku , kamu juga dah lihat kan aku bawa mobil..." ucap Raisa menyakinkan.


Abi mengeryitkan keningnya...


" hahhhh....yang ada bahaya tau..udah..udah..gak ada bantahan lagi...enggak pokoknya enggak..." gertak Abi.


" ishhh..." Raisa mendengus kesal dan memalingkan badannya.


Abi mengacak rambutnya kasar..

__ADS_1


" duh...dasar cewek, selalu maunya menang sendiri..." gumam Abi.


Dengan hanya melirik dan mendengus kesal Raisa melangkah meninggalkan Abi..


Abi mengusap kasar mukanya..dan berlari mengejar Raisa.


Abi meraih tangannya dan merangkul pundaknya..sambil berjalan.


" aku gak mau kamu kenapa kenapa sayang, gitu aja kok marah sih...jangan manyun dong, entar ilang lo cantiknya..o iya emang kenapa sih kamu ngotot banget pengen jemput mama, ada konspirasi ya dengan mama..biasanya sih yang di drakor mama dan menantu konspirasi menguras ATM suami untuk belanja..." ucap Abi membuat Raisa berhenti berjalan dan menatap Abi tajam..


" hhh....apaan sih..." ketus Raisa.


" jangan ngambek dong...i love you sayang.." rayu Abi sambil mencubit pipi cabi Raisa.


Raisa yang mendengar kata kata itu pun tertawa sampai menunduk..


" kenapa sih...ada yang lucu .." tanya Abi.


" wkwkwk....lucu aja ya mendengarnya..." ucap Raisa.


Abi pun heran.." apanya yang lucu, biasanya kamu suka aku mengatakan itu..." tanya Abi masih bingung di mana salahnya...


" enggak usah dikatakan juga sih aku dah tau dari dulu Abimana, hanya aku yang kamu cintai...." jawab Raisa sambil tersenyum.


Dan tak sengaja Vea,dan Cika melintas di depan mereka..


" ve...! .. ve , sini ve.." teriak Abi..


" ehm...ve minta tolong bisa gak, kamu ada kuliah gak habis ini..aku mau minta tolong anterin Raisa ke bandara untuk jemput mama..." tanya Abi.


"ok bi, gue akan anterin Raisa.. sekarang juga...ayo Rai..., Cik, lo ke kelas dulu aja ya...bandara gak jauh kok bentar doang.." ucap Vea.


Abi memberikan kunci mobil mewahnya kepada Vea..


" pakai mobil gue aja Ve, ini kuncinya..." ucap Abi.


Vea pun mengambil kunci dari tangan Abi.


"hati hati sayang" ucap Abi sambil mencium kening Raisa dan mengusap kepalanya dengan lembut.


" duh dah kayak suami istri saja kalian nih..." gumam Vea.


dan mereka pun segera ke bandara untuk menjemput mama Niar yang datang dari Belanda.


🌺🌺🌺


Sesampainya di bandara, ternyata mama Niar sudah menunggu agak lama..


Dari kejauhan tampak Raisa berlari dan langsung memeluk mamanya Abi itu dengan hangat, begitu juga Niar menyambutnya dengan ciuman hangat untuk Raisa calon menantunya.


" maafin Raisa ya ma, telat jemputnya.." ucap Raisa manja..


" gak apa apa sayang, emangnya Abi ke mana ini siapa teman kamu .." tanya Niar.


" saya sopirnya tante " jawab Vea dengan tersenyum.

__ADS_1


" ih ...bisa aja, ini Vea temanku ma.. Abi gak ijinin aku bawa mobil sendiri, dan kebetulan Vea dan lihai bawa mobilnya... " jawab Raisa.


Niar hanya tersenyum, dia wanita yang ramah dan lembut, jadi bisa bersikap baik dengan siapapun dan menyayangi siapa saja teman anaknya..


mereka pun segera menuju rumah kediaman Moiden.


☘️


Di lapangan basket**


Acara pertandingan pun selesai dan kemenangan diraih pihak Abi dan timnya.


Deren , Mido yang satu tim dengan Abi pun bergembira atas kemenangan timnya.


Tapi Abi terlihat susah..


" duhhh, kok Raisa belum balik ya .. telp gak aktif lagi...aduhhh apa ada sesuatu..."


gumam Abi dengan cemas.


Di jalan ***


"duh kok macet ya Vea.." ucap Raisa.


" iya nih Rai, parah ni macetnya..." jawab Vea.


Niar hanya tersenyum..


" aduhhh, pasti Abi udah selesai nih pertandingannya..cemas ni pasti..mana hp gue mati lagi.." gumam Raisa..


Dan akhirnya lepas juga dari kemacetan, mereka pun segera melajukan mobilnya..


Street cekikkkk...


Tiba tiba mobil mereka di hadang oleh sebuah mobil jeep Hitam dengan wajah ditutup masker semua..


"what...apa ini, mereka siapa...???" ucap Vea.


" Vea, mereka siapa!!!" tanya Raisa panik.


Bruks bruks..."keluar dari mobil, atau gue bakar mobilnya.


Dan mereka bertiga pun dengan gemetar keluar dari mobil...


" kebetulan hanya cewek cewek, sini berikan kunci mobilnya...hp dan uang kalian..." ucap salah satu dari mereka.


Dan ponsel Deren pun bergetar kemudian dan Deren pun segera membuka panggilan ternyata dari Vea..


" iya ve, kenapa sayang..."


[ ah... tolong, au...sialan kalian....dan suara keributan lainnya ...]


( tak sengaja Vea menekan nomer Deren sebelum para perampok itu memaksa mereka untuk turun dari mobilnya...)


Deren dengan paniknya segera memberitahu Abi.

__ADS_1


mereka pun segera mengecek lokasi dan langsung melaju ke tempat kejadian.


bersambung...


__ADS_2