
Raisa terus berlari ke kelasnya tapi sudah kosong cuma ada 2 tas punya dia sendiri dan punya Abi...
" ach...." Raisa memegangi dadanya yang ngos ngosan.
Dia terduduk di lantai dan meringis menahan nyeri di dadanya, jantungnya berdegup sangat keras ..
Abi yang ikut berlari pun segera menangkap Raisa.
" kamu kenapa Rai, Rai sadarlah Rai jangan bikin gue takut.." Abi semakin panik, dia tepuk tepuk pipi Raisa dia sandarkan kepala Raisa di dadanya dan terus menepuk pipinya.
" ambil nafas Rai pelan pelan, kamu jangan tertidur, ayo lakukan pelan pelan.." ucap Rai sambil membelai kepala Raisa yang berkeringat dingin.
" uhhhhh....hahhhhhh...huhhhh...hahhhh..." Raisa mencoba mengatur nafasnya.
Abi pun lega , dan mengambil nafas panjang.
Raisa masih lemas dia tetap bersandar di dada bidang Abi.
" Abi , terimakasih ya " ucap Raisa dengan suara yang sangat pelan karena terlihat masih lemas.
" terimakasih untuk apa Rai, aku gak akan biarkan siapapun menderita karena aku Rai, dan semua ini juga karena salahku " ucap Abi.
" terimakasih karena kau tidak memberiku nafas buatan lagi, lebih baik gue mati, itu dosa Bi, tau gak sih lo, atau pura pura bego.." ucap Raisa yang membuat Abi melotot dan mengerut kan rahang nya yang tegas.
"ish...lo memang nyebelin ya Rai, gak bisa ya lo bersikap dewasa sedikit" ketus Abi.
" ya emang benar kan , terus salah gue di mana " ucap Raisa yang masih tetap bersandar di dada Abi.
" trus apa lo gak sadar sekarang lo berada di dadanya siapa , gak sadar atau lo juga pura pura bego.." ucap Abi yang mulai kesal.
" iya sadar gue, lagi pula cuma bersandar doang , gak ngapa ngapain kan.." ucap Raisa yang masih lemas.
" ok ok gue nyerah, emang cewek gak pernah salah, lama lama gue bisa jadi gila kalau terus ngomong Ama lo, dasar aneh, cewek aneh lo " dengus Abi yang terlihat frustasi.
" iya gitu dong, Lo harus mengakui seorang wanita, sebuah negara bisa hancur karena wanita." ucap Raisa tak mau kalah.
" dan gue bisa menjadi benar benar gila karena lo.." ketus Abi.
mereka pun mulai lelah dan perutnya keroncongan.
" Bi, kamu gak lelah menopangku terus dari tadi " tanya Raisa sambil menoleh ke Abi.
" ya lo tau gue lelah ,nah lo dari tadi gak mau beranjak dari gue, " ketus Abi.
" ya maaf " ucap Raisa sambil tersenyum.
__ADS_1
Raisa pun mulai berdiri tapi kakinya masih terasa sedikit lemas.
Abi pun memegangi pundaknya.sambil membawa ransel mereka, mereka pun mencoba mendatangi tempat pak satpam, dan untunglah pak satpam masih ada di tempatnya.
" pak , pak tolongin kami dong" ucap Raisa sambil melambai lambaikan tangannya.
Pak satpam pun menoleh namun ekspresi nya sungguh menyebalkan seperti melihat hantu..
" ha ..han...hantu.....tolong......." teriak pak satpam sambil belari kencang.
Raisa dan Abi pun heran saling tatap .
" kenapa ya lihat kita seperti lihat hantu...'' dengus Raisa heran.
" atau jangan jangan gue bener bener sudah mati , aduhhh gimana nih gue masih ingin mengejar cita-cita gue, gimana dong " ucap Raisa yang panik dan ingin menangis.
Abi yang berada di sampingnya pun geram dan menjitak kepala Raisa.
" aduhhhh..''
" dasar aneh lo , kita masih hidup kali, tapi mungkin kalau gue tadi gak kasih lo nafas buatan mungkin benar benar lo sudah meninggoy " ucap Abi sambil tersenyum miring .
" ihhh... Lo yang cari cari kesempatan, lo yang kurang ajar " ketus Raisa.
" Masih saja ngeselin heran gua... emang apa susahnya sih bilang terimakasih doang" gumam Abi.
" makin lama makin bikin emosi aja, gue lepasin lo biar nyungsep di tempat sampah mau.....!!!! ..udah sekarang gue gak butuh terimakasih dari elo, yang gue butuhin sekarang lo diam, lama lama bisa darah tinggi gue..." ucap Abi kesal tapi tetap memegangi bahu Raisa karena Raisa masih lemas dan tak mampu berdiri sendiri.
Raisa hanya tersenyum....
" lo lucu juga kalau marah marah gitu menggemaskan " ucap Raisa sambil menatap wajah Abi yang terlihat sangat tampan.
" ternyata lo tampan juga"
Abi tersenyum dan memapah Raisa berjalan menuju kursi di depan ruang satpam dan membantu Raisa untuk duduk.
" awas ingat pertaruhan kita, berarti lo siap siap jadi asisten gue seharian , ingat 24 jam " ucap Abi sambil tersenyum menatap Raisa yang terlihat lesu dan lemah dengan wajah pucat.
" terserah lo Bi " gumam Raisa.
Abi pun tersenyum penuh kemenangan.
"Rai mana karet tali lo , sini biar aku kuncir rambut lo..." ucap Abi sambil menguncir rambut indah Raisa , mengelus dan merapikan nya...
Raisa pun menyodorkan tali karet dari tasnya.
__ADS_1
deg deg
degup jantung Abi semakin bergetar hebat..
" duh kenapa ini , kok jantung gue jadi berdegup kencang begini sih, rambutnya wangi lagi , lembut dan tu kan aduhhhh setelah gue kuncir jadi lebih cantik , sialan bisa bisa gue yang jatuh cinta sama nih cewek.." gumam Abi.
Abi membalikkan kepala Raisa.
" Rai , Rai jangan pingsan lagi dong Rai bikin gue panik..." ucap Abi sambil menggosok nggosok tangan Raisa.
Raisa pingsan dalam dekapan Abi, tubuhya terkulai lemas tak bertenaga.
Abi pun mulai panik lagi , dia menggeleng nggelengkan kepala Raisa.
" aduh , nih cewek bikin gue gila benar benar gila , sial ...!!!? " Abi pun segera menggendong tubuh Raisa.
kebetulan pak satpam yang tadi kabur ternyata kembali bersama seorang temannya.
" pak, pak tolongin " teriak Abi.
kedua pak satpam itupun heran dan saling menatap..
"pak cepetan dia pingsan"
" hah...ternyata kalian , ayo ayo cepetan , kita bawa ke rumah sakit Medika saja pake motorku saja.." ucap salah satu satpam itu.
dengan sigap pak satpam itu membonceng Raisa dan Abi ke rumah sakit.
sesampainya di rumah sakit ,Raisa segera dilarikan ke ruang tindakan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Abi yang panik gak tau apa yang harus dilakukan.
" mas Abi, lebih baik mas hubungi keluarga mbk Raisa kasihan mereka pasti bingung sampai malem kok belum pulang.
" o iya pak, trus aku harus hubungi siapa, aky gak tau keluarga nya pak " tanya Abi.
" mas, pakai hpnya mbak Raisa saja " ucap pak satpam.
" o iya pak , coba aku cari hpnya " Abi pun mencari ponsel Raisa , dan betapa terkejutnya Abi ternyata ponselnya juga mati kehabisan baterai, seperti punya dia.
" mas, jangan panik untuk aku selalu bawa power bank, ini penuh mas Abi pakai saja.." ucap pak satpam.
tanpa berpikir lama Abi segera menyambar power bank dan ponselnya Raisa bisa dihidupkan lagi.
Abi terus mengotak atik ponsel Raisa.
__ADS_1
" untungnya tidak di sandi, trus siapa yang harus kuhubungi ya...nah ini ada kak Andre, mungkin saja ini kakaknya .." gumam Abi.