Aku Dan 4 Kakakku

Aku Dan 4 Kakakku
akhirnya aku bisa pulang ke rumah


__ADS_3

Pagi itu Raisa sudah boleh pulang dari rumah sakit..


Hari itu Andre dan Bu Siti yang membawa Raisa pulang.


Andre berjalan lebih dulu untuk membayar administrasinya kemudian menggandeng tangan ibunya menuju ke ruangan Raisa.


ceklekkkk


" Rai, sudah baikan kan, setelah ini kita pulang ,tunggu suster melepaskan selang infus dulu, kakak baru saja menemui dokter katanya kamu sudah boleh pulang" ucap Andre sambil mengusap rambut indah Raisa yang sudah kusut karena 2 hari terbaring di rumah sakit.


Raisa tersenyum dan mencium tangan ibunya kemudian tangan kakaknya.


dan tak lama kemudian, suster pun datang ,dengan telaten dia membuka selang infus yang masih terpasang di tangan Raisa.


"mbak Raisa, nanti kalau sudah di rumah jangan telat makan lagi ya, jangan stress dan banyak istirahat..." ucap suster cantik itu sambil tersenyum kepada Raisa.


" ok sus, terimakasih ya ..." ucap Raisa yang ceria.


Dan mereka bertiga pun pulang ke rumah dengan bahagia dengan Raisa yang sudah kembali ceria.


cringggh


ponsel Raisa berdering.


"haloo Bi"


[ Rai, kamu sudah pulang]


" ehem, ini masih di jalan "


[ sama siapa, kakak kamu yang galak itu]


" enggak ,ini kak andre yang super duper baik dan sangat pengertian, mangkanya Raisa paling sayang ke kak Andre,ada apa emang"


[ iya ka Diandra juga bilang gitu ke aku , enggak cuma memastikan keadaan kamu saja apa sudah baikan..]


mereka asyik ngobrol di ponsel , sedang Andre konsentrasi menyetir sambil senyum senyum sendiri, sesekali melirik adiknya yang tampak asik bercandanya.


" eh Rai,tanyakan dong kak Diandra nya lagi ngapain " ucap Andre .


" ih..kak andre kok kenal kak Diandra, siapa dia " tanya Raisa.


[ kak Diandra kakak aku Rai, kak Andre dan kak Diandra ketemu kemarin pas ke sekolah dipanggil di ruang BK ]


" o itu "


[ ok Rai, sudah dulu ya , besok aku main ke rumah kamu ya bye..]


" bye"


Sang ibu pun tersenyum melihat tingkah putrinya itu.


Dan tak terasa mereka pun sampai di depan rumah sederhana yang bersih dan asri.

__ADS_1


" ibu, Raisa..di rumah ada Reno yang menyiapkan makanan untuk kalian.." ucap Andre sambil berjalan membukakan pintu untuk ibunya dan adik tercinta.


" lho ,emang kak Reno gak kuliah kak ??" tanya Raisa heran.


" ehm..katanya mau buat hidangan spesial untuk ibu dan Raisa,mangkanya dia bolos kuliahhati ini.. udah kakak ke kampus dulu , kakak ada kelas hari ini sudah ditunggu sama mahasiswa kakak..bye..hati hati ya jangan ngapa ngapain dulu Rai, kalau perlu sesuatu minta Reno saja " ucap Andre seraya mengusap rambut Raisa .


" bu , Andre berangkat dulu" Andre pun tak lupa mencium kening ibuya .


" iya hati hati sayang " ucap Bu Siti sembari tersenyum manis.


" ternyata ikatan batin lebih kuat dari ikatan darah, mereka yang aku besarkan dari kecil bersama sama yang tidak ada hubungan darah sama sekali bahkan dengan latar belakang yang sangat berbeda satu sama lain, tapi mereka memiliki ikatan batin yang sangat kuat dan saling menyayangi ..tetap lah seperti ini anak anakku " gumam bu Siti.


Reno tampak tersenyum menyambut ibu dan Raisa di meja makan .


" ibu , Rai, kakak sudah masakin spesial untuk kalian..yuk kita makan " ucap Reno sambil menuntun ibunya untuk duduk di meja makan.


" kak , masakan kakak enak banget, iya kan bu" ucap Raisa sambil mengunyah sesuap makanan dalam mulutnya.


" iya dong siapa dulu, kakak kan calon chef terkenal " ucap Reno dengan sombongnya.


mereka pun makan siang dengan lahab.


setelah Selasai membersihkan semua meja makan dan dapur, Reno bergegas pergi ke kamarnya untuk mengambil handuk dan mandi karena semua badan nya penuh dengan keringat.


Raisa pun duduk di teras..


" Raisa sayang , kamu jaga rumah ya sama kakakmu sebentar, ibu mau bantuin ayah kamu di panti, baru saja ibu kepala panti telp ibu , dagangannya laris di depan panti kasihan ayah kuwalahan.." ucap Bu Siti.


" biar Reno aja bu yang bantuin ayah, bentar lagi Reno masih bersiap siap.." ucap Reno yang sudah ganteng.


" eh...gak usah Reno , kamu jagain adek kamu, ibu aja yang bantuin ayah kalian, ibu juga ngaggur ini gak ngapa ngapain di rumah.." ucap sang ibu yang sudah memakai jilbab panjang dan tas di tangan kirinya.


" baik lah bu, hati hati ya bu..." ucap Reno sambil tersenyum manis.


Reno pun menaruh kembali jaket kulitnya dan duduk di samping Raisa.


" kak .."


" ehm." jawab Reno yang sedang memainkan ponselnya.


" kak Reno pernah gak berpikir mencari orang tua kakak " ucap Raisa yang membuat Reno kaget dan meletakkan ponselnya..


" maksut kamu Rai"


" ya kak Reno mencari keberadaan orang tua kandung atau keluarga mungkin "


" hhhh untuk apa, mereka sudah membuang kita, gak menginginkan kehadiran kita, buat apa mencarinya...biarkan seperti ini saja, bagiku ayah dan ibu ,ya mereka lah orang tua kandungku, dan kalian lah keluargaku saudara ku..kalau pun suatu saat nanti tiba tiba aku dipertemukan dengan mereka, bukan aku yang mencarinya, tapi Alloh yang menunjukkanya.." ucap Reno sambil nyengir membuang muka .


" ehm... gitu ya kak , aku pernah kepikiran mau mencari ibu kandungku dan mau minta penjelasan kenapa aku dibuang, kenapa mereka tidak menginginkan kehadiran kita kak, aku gak ingin apa apa hanya ingin penjelasan itu saja..bukankah ayah dan ibu pernah menasihati kita untuk tidak membenci orang tua kandung kita, bagaimana pun mereka yang sudah melahirkan kita " ucap Raisa.


" iya tapi kenapa setelah itu kita dibuang, berarti mereka tidak menginginkan kehadiran kita kan " ucap Raka yang tiba tiba muncul dari halaman.


" eh ,kak Raka...kok gak bawa motor, di mana motor kakak " ucap Raisa tersenyum melihat kakak gantengnya datang.

__ADS_1


" di bengkel , aku service " jawab Raka ketus.


" siapa yang mau cari orang tua nya , lo Rai, atau lo Ren..gak usah cari perkara deh, udah ..


buat apa juga mencari mereka yang sudah membuang kita , lebih baik kita fokus sama masa depan kita , kita buat mereka menyesal telah meniya nyiakan kita.." ucap Raka.


" nah itu, bener yang dibilang kak Raka, kok tumben sih kak " ucap Reno sambil tertawa.


Raka menoleh dan menjitak kepala Reno.


" aduhhhh...kak Raka kebiasaan deh.. sakit tau..." gerutu Reno.


Raisa hanya tersenyum.


" eh iya , sialan gue tadi ke rumah sakit ternyata Lo dah pulang Rai, kok gak ada yang kabarin kakak sih.." ketus Raka.


" ih... kak Raka mana tanya ke Raisa sih, dari kemarin telp juga enggak, pasti sibuk dengan cewek barunya ya, itu siapa namanya Kanaya, iya .." jawab Raisa.


" hehhh bocil , ditanya apa jawabnya apa..heran gue.."


" au ah , kesel ngomong sama kak Raka "


" apa lo bilang , kesel....o .. sekarang udah berani ngelawan ya sama kakak..." ucap Raka sambil melotot.


" ih... Kanaya kok mau sih sama monster kayak kak Raka " teriak Raisa sambil berlari dan dikejar oleh Raka.


" hei bocil berhenti gue bilang awas lo ya..."


drama kejar kejaran pun terjadi ..


" kak Reno... tolongin Raisa kak..ach......" teriak Raisa yang terus berlari dikejar oleh Raka.


Reno hanya mengelus dahinya..


" hhh...pusing gue, mending gue nyusul ibu ke panti...dah..selamatin diri sendiri Rai, gue pusing lihat kalian berdua..!!!! " teriak Reno sambil melangkah ke luar rumah menuju motor gedenya yang terparkir di halaman samping untuk menyusul ibunya di panti.


" hh sekarang siapa yang akan nolongin lo hahhhh...." ucap Raka yang tiba tiba menyambar lengan Raisa yang sudah ngos ngosan kelelahan.


" Raisa nyerah kak, ampun kak Raka.." ucap Raisa yang sudah lemas dan tersandar di bahu kakaknya.


mereka pun duduk di sofa dengan saling menyandar dengan peluh yang membanjiri.


" emang kamu bener Rai mau nyari orang tua kandung mu, kamu gak perlu terlalu memikirkan nya Rai, kamu fokus saja sama masa depanmu.." ucap Raka.


" iya kak, Raisa penasaran saja mengapa mereka tega membuang aku di sini.." jawab Raisa sambil menunduk dan meneteskan air matanya.


" kamu menyesal kita dibesarkan di sini, kita ngumpul sabagau saudara di sini " tanya Raka.


" enggak kak , Raisa justru bahagia di sini memiliki ayah dan ibu yang baik dan kakak kakak yang sangat menyayangi Raisa, tapi Raisa tetap gak bisa tenang sebelum tahu semuanya.." jawab Raisa sambil tersedu.


Raka menoleh dan menatap lekat kepada Raisa yang sudah berderai air mata..


" Sini mendekat ke kakak, kamu akan tahu bagaimana ikatan kita walaupun kita tidak sedarah dan tidak ada hubungan apapun tapi kita semua di sini punya ikatan batin , ikatan yang akan tetap menyatukan kita...kakak akan membantumu menemukan orang tua kandungmu dan menggapai semua mimpimu.." ucap Raka seraya memeluk Raisa yang menangis tersedu sedu.

__ADS_1


__ADS_2