
Abi melajukan motornya dengan Raisa yang bersandar di bahunya.
" Rai, kamu yakin mau berteman dengan pemuda itu " tanya Abi.
" emang kenapa, kak Verrel itu sebenarnya baik lo dia kakaknya Vea...ehm...jangan jangan kamu cemburu..." goda Raisa.
Abi tiba tiba menghentikan motornya secara mendadak membuat Raisa semakin mepet dengan Abi..
cekikkkk
"aduh bi...apa apaan sih lo...jangan cari kesempatan dong...kaget tau..." gumam Raisa.
Abi membuka helm nya dan menoleh ke samping...
" tunggu tunggu aku tu pacar kamu, bisa bisanya di depan mata ku kamu bekenalan, berjabat tangan dengan pemuda lain .. masih tanya apa aku cemburu...hai..nona Raisa Bima Aditama... pastilah aku cemburu..puass...!!!! kesel gua..." ucap Abi dengan nada agak tinggi..
Raisa hanya tersenyum. dia semakin erat memeluk Abi dari belakang...
" terimakasih..."
" hahhh terimakasih untuk apa..." jawab Abi heran.
" kamu sudah membuatku tertawa pagi ini "
" hahh...otakmu bergeser ya..kok tumben kamu gak mendebatku.. ..." tanya Abi heran
Raisa pun melepaskan dekapannya...dan melotot, melotot pun abi gak lihat, kan berada di belakangnya abi.
" hei tuan Abimana Oscar Moiden.. dengarkan ya, kalau seorang cewek sudah tidak mau berdebat berarti anda harus berhati hati , ada dua kemungkinan..pertama dia memang lebih memilih mengalah dan gak mau ribut, dan yang ke dua dia sudah lelah berdebat..." jawab Raisa.
" o..terus cewekku ini berada di nomer berapa..." tanya abi dengan senyum smricknya.
" tebak aja sendiri..." jawab Raisa gak mau kalah..
abi mendengus kasar..
" udah lah ujung ujungnya pasti gue kesel sendiri..." jawab Abi sambil meraih tangan Raisa dan melingkarkan nya di perut nya..
Raisa pun tersenyum dan kembali mendekap Abi ..dan Abi pun tersenyum sambil memasang kembali helmnya kemudian segera melajukan motornya menuju sekolah.
"tapi ini yang gue suka dari kamu Rai, kamu punya prinsip dan maunya menang sendiri ..hubungan seperti ini yang tidak membuatku jenuh, kamu juga gak mudah menyerah ..aku mencintaimu sayang.. semoga perjalanan cinta kita bisa sampai di pelaminan...ih..ngomong apa sih gue...gila masih SMA juga... masih terlelalu pagi...ok ok bi.. jalani saja hubungan ini dengan sehat dan positif.." gumam Abi dalam hati sambil senyum senyum sendiri.
🌺🌺🌺
Di kampus Nusantara.
Raka berjalan dengan keren, semua mata gadis melotot dibuatnya.
Wajah tampan ala oppa korea putih bersih, badan tegap proporsional.
Dengan jaket kulit khas anak motor menambah aura kegantengannya semakin keluar.
Seorang gadis manis berwajah putih dengan senyum yang manis .
Dia adalah Kanaya, gadis cantik yang membuat para pemuda di kampus jatuh hati bila melihat senyuman nya..dan Raka adalah pria beruntung yang mendapatkan cintanya.
" hai ka, kamu kok agak siangan sih...tumben sekali.." tanya Kanaya dengan senyum manisnya.
Raka tak menjawab ,hanya tersenyum sambil meraih tangan Kanaya dan menggenggamnya kemudian membawanya masuk ke dalam kelas.
__ADS_1
Kanaya hanya tersenyum dan mengikutinya dengan senyum bahagia.
" duduklah..." pinta Raka.
Kanaya pun nurut aja dan duduk di samping Raka sambil terus menatap mata indah milik kekasihnya itu.
" ehm... sudah puas menatapnya.." tanya Raka.
" Belum ..." jawab Kanaya bercanda.
Raka menatapnya dengan tajam..
"ada apa sih sayang kok pagi pagi udah marah marah.." tanya Kanaya.
Raka merebahkan punggungnya di sandaran kursi dan mengeluarkan nafas panjang.
" aku mau mencari ibuku kay" jawab Raka.
" hahhh maksut mu, kamu mau nyusul ke Amerika? "
" enggaklah, ya awalnya begitu tapi nenek Tama bilang ibuku sudah balik ke Jakarta,tapi dia gak mau ngaku berada di mana..aku semakin curiga kay kalau ibuku dan nenek di balik peristiwa ini..dia sengaja tidak menginginkan aku kembali ke papa.. entahlah apa yang diinginkan mereka.." ucap Raka dengan muka tertunduk.
flashback on..
Sebuah mobil hitam masuk ke area kampus.
" lo yang bernama Raka" seorang laki-laki brewok berbadan gempal, tanpa menunggu jawaban dari Raka langsung membekap mulut dan tangan Raka..
dari kejauhan tampak Reno dan Raihan sedang berjalan...
" kak re itu bukannya kak Raka ya..." ucap Reno sambil menunjuk ke orang yang menculuk Raka barusan.
mereka pun segera berlari mengejar mobil itu sampai ke jalan..
" sial... mereka kabur.."
" aduhhh mereka lolos...siapa ya mereka kenapa menculik Raka" ketus Raihan.
Dan kebetulan Abi lewat dengan mobil sportnya..
" ada apa kak..." tanya abi yang melihat reno dan Raihan cemas di pinggir jalan.
" nah kebetulan bi, ayo kejar mobil hitam itu buruan, nanti saja kita jelaskan, cepat..." bentak Reno..
mereka pun segera melaju kencang..
Abi yang jago balapan , pasti bisa mengejar mobil hitam milik penculik apa lagi mobil yang dia pakai mobil sport yang bernilai milyaran rupiah.
" gila lo bi...awas bi, gue masih ingin hidup" ucap Reno.
Abi hanya tersenyum dan tetap konsentrasi..
cekkikkkk...
Akhirnya mobil itu berhasil di hadang oleh Abi.
Raihan dan reno turun dari mobil.
" hei lepaskan anak itu.." teriak Raihan.
__ADS_1
penjahat itu membawa Raka yang diikat keluar dan menodong kan pisau ke lehernya.
"ayo hajar mereka " ucap laki laki yang mencekal Raka.
bruaks bruks ,( perkelahian pun tak terhindar ) Reno dan Raihan menguasai permainan, tapi dasar penjahat pasti licik..
penjahat itu menodongkan pisau dan mengancap untuk menyayat Raka kalau sampai maju..
bruakssss
sebuah lemparan kunci pas mengenai tepat di jidat penjahat itu dan langsung tersungkur dan Raka berhasil lari...
Reno dan Raihan bengong dengan kemampuan Abi..
Abi pun maju dengan senyum smricknya..dan menghajar semua penjahat itu sampai tersungkur ke tanah.
Abi mendekat dan menarik kerah baju salah satu penjahat itu..
" Siapa yang nyuruh kalian..., jawab ..."
penjahat itu tetap bungkam, dan Abi semakin beringas dia bogem penjahat itu hingga berlumuran darah.
Reno memegangi Raka yang lemas.
sedangkan Raihan mencegah Abi bertindak lebih jauh...
" Bi, bi sudah dia bisa mati, kasus nanti.." ucap Raihan sambil memegangi Abi yang sudah emosi..."
" kesel gua kak... oiya emang kak Raka punya musuh.." tanya abi.
Raka pun menggeleng.
" nah terus mereka itu siapa.." tanya Reno.
" ok kakak kakakku sekalian kalian gak usah bingung aku akan minta teman teman ku mencari tahu siapa mereka, kalian gak perlu khawatir.
" ishh...bisa bisanya ni bocah menggunakan kesempatan" gumam Raka yang membuat Reno dan Raihan tersenyum.
akhirnya mereka pun pulang dengan selamat ke rumah pak Rahmat.
" Bi, ngomong ngomong lo jago berantem, dan jago balapan..." tanya Raihan.
Abi tak menjawab , dia hanya tersenyum sambil terus membatu Raka obati luka luka bekas sedikit sayatan.
" jangan jangan lo dulu di Belanda mantan bos gengster.." ketus Reno yang membuat Abi melotot dan berdiri.
" enak aja, emang tampang ku seperti bos gengster ya kak atau bos mafia...heran gua ..udah ditolongin juga ngatain gua bos gengster..untung kalian kakak kakak gue.." gumam Abi.
" ish..gitu aja marah, pms lo.." ketus Reno.
" lagian kakak dari mana " tambah Reno.
" ya kakak cewek gue maksutnya.." jawab abi sambil tersenyum.
" Abi, terimakasih ya sudah menolong gua.." ucap Raka.
" iya kak, sama sama... bagaimana pun juga kalian adalah kakak nya Raisa gadis yang sangat aku sayangi..jadi aku juga anggap kalian semua kakakku sendiri.." jawab abi dengan tersenyum dan dibalas senyum juga oleh ketiga kakaknya Raisa itu.
Flashback off**
__ADS_1