
Siang di kantin -
Abi benar benar mentraktir teman teman sekelasnya ?
Mereka semua makan dengan lahap, semua tertawa bahagia kecuali Raisa..
Lagi lagi disamperin Dara, setelah Dara yang melabrak kemudian Vea.
Namun Raisa tak bergeming. Saat Dara mengolok oloknya Raisa hanya diam sampai Dara sewot dan pergi dengan sendirinya.
Begitu juga dengan Vea...
" Rai , lo jangan deketin cowok gue lagi ya ?"
" ish , siapa juga sih yang dekatin dia, emang lo sudah jadian sama dia, dah ambil aja sono asal lo jangan ganggu hidup gue." ketus Raisa dengan kesal.
" ya , ya ,ya emang belum sih ...tapi dia target gue dia milik gue, hanya gue yang boleh deketin Abi." ucap Vea.
" Ve, jadi cewek jangan murah deh , jual mahal dikit dong jangan terlalu deh yang ada cowok semakin ngerendahi lo nantinya."
" lo , jaga ya mulut lo" jawab Vea kesal.
" hhh gue kasih nasehat ama lo , eh lo malah nyolot ke gue , capek gue..baru saja Dara nyamperin gue sekarang Lo yang samperin gue..apa sih istimewanya tu anak, perasaan gue lihat dia biasa biasa saja..emang cukup cowok ganteng ama tajir doang, kalau dia gak setia apa harus kita ngemis ngemis cinta ke dia..buka dong mata hati lo Ve, dia itu gak cinta ama lo, cuma mau mempermainkan lo..buktinya ,dia kasih harapan ke yang lain juga, si Dara terus siapa lagi gue gak inget..." ucap Raisa panjang lebar.
Vea hanya terdiam dia menunduk dan memegangi ke dua tangan Raisa.
" Makasih ya Rai, elo udah buka mata hati gue, gue janji gak akan gangguin hidup lo lagi, gue juga gak akan kena rayuan Abi lagi, untuk saat ini gue akan fokus belajar dulu untuk menggapai cita citaku.." ucap Vea sambil tersenyum.
" Nah begitu dong , hargai diri kita sendiri , Semangat..!? "
- di halaman sekolah -
Tampak seorang pemuda tampan dan rapi turun dari mobil , bersamaan dengan seorang wanita cantik yang juga turun dari mobilnya.
Mereka saling menatap dan bengong .
Wanita itu tersenyum dan menunduk .
Pemuda itu adalah Andre yang mau menemui guru Bk karena ulah adiknya.
Andre mendekati wanita tersebut.
" hai , Bu ruangan BK di mana ya? "
wanita itu melotot tajam .
" Bu , emang gue udah kelihatan seperti ibu ibu ya ?"
" ems sorry aku kira anda adalah salah satu guru di sini sepertinya aku salah maaf ya mbak ?? " ucap Andre sambil tersenyum dan melipat kedua tangannya di dadanya.
__ADS_1
" ok , sebenarnya aku juga mencari ruang BK , adik saya bikin ulah..hhhh..."
" hah.. berarti kamu walinya Abimana "
" ehem..."
" ok..kenalin aku Andre kakaknya Raisa " ucap Andre sambil mengulurkan tangannya.
Dan wanita itu pun menyambut uluran tangan Andre dengan senyum manisnya.
" aku Diandra Oscar Moiden, kakak dari Abimana "
" ok , senang berkenalan dengan mu Diandra"
Dan mereka pun saling ngobrol tentang kenakalan adik adik mereka.
Dari sudut ruangan tampak bu Nur sudah menunggu kedatangan mereka, mereka pun segera melangkah dan menemui bu Nur di ruangannya.
- Kembali lagi ke kantin -
Abi tampak duduk di pojok kursi sendirian sambil membaca buku diary milik Raisa.
Deg..
Jantung Abi seketika seperti berhenti berdetak saat dia mulai membacanya dari awal , yang menceritakan bagaimana kehidupan di panti yang diasuh oleh kedua orang yang sangat menyayangi dan ke empat kakak kakaknya yang tak memiliki hubungan darah tapi memiliki ikatan hati melebihi dari saudara kandung. Tentang bagaimana setiap hari menjalani kehidupannya.
Dan yang paling sedih adalah saat dia merindukan sosok ibu yang selalu menemani nya tidur ,walaupun bu Siti sangat menyayanginya tapi dia juga ingin tau siapa sosok ibu kandung yang tega membuangnya ke panti .
Abimana terharu membaca semuanya dia tertunduk lesu dan menutup diary itu perlahan.
Kemudian Abi menghampiri dan teman temannya yang melihat kedatangan Abi pun memilih untuk pergi.
" hei ngapain sih kalian pergi "ucap Raisa kepada Cika, Mita dan Dito.
" ehm..ini Rai kita mau kerjain tugas dulu , bye."
Raisa menatap Abi sambil mendengus kesal.
" Rai , maafin gue ya " ucap Abi.
uhuk uhuk
" ish hati hati dong minumnya , jadi kesedak kan " ucap Abi sambil pijitin tengkuk leher Raisa.
" gu gue gak salah dengar " ucap Raisa heran.
Abi tersenyum dan menggeleng.
" Ngapain sih lo apa lo kesambet..?? "
" ish... Rai, jangan ngomong ngaco ah , emang lo suka ,gak takut kalau gue kesambet ...enak aja ?"
" ya enggak sih, terus tiba tiba Lo kenapa minta maaf ke gue " ucap Raisa ketus.
__ADS_1
" nih gue balikin diary milik lo, gue gak tau kalau lo selama ini tinggal di panti, maafin gue..gue akan bantu lo buat nyariin ibu kandung lo ,sebagai tanda permintaan maaf gue " ucap Abi seraya menyodorkan diary milik Raisa.
Dan Raisa pun menerimanya dengan tangan gemetar.
Raisa diam dan tak bergeming sedikitpun, dia hanya menatap lekat pada Abi.
kemudian menunduk dan meneteskan air mata.
" Rai, Rai kamu nangis , jangan nangis dong, gue minta maaf ya.." ucap Abi panik.
Raisa tak menjawab kemudian lari ke toilet dan meluapkan segalanya di sana di depan cermin besar.
Abi yang cemas segera menyusul Raisa ke toliet, dia merasa bersalah selama ini telah jahat kepada Raisa gadis yang baik dan tak memilik ayah dan ibu.
tok tok
"Rai kau baik baik saja Rai, Rai, Raisa jawab aku Rai.." ucap Abi yang semakin panik.
akhirnya Abi duduk dan menunggu Raisa di depan toilet, sampai sore sampai Abi ketiduran dan saat dia bangun...sangat kaget..
" hah , kok sudah redup ya " ucap Abi yang panik dan melihat ponselnya sudah jam 5 sore...
"hahhhhh jam 5 sore .."
Abi membuka paksa pintu depan toliet dan betapa terkejutnya saat dia melihat Raisa yang sudah tak sadarkan diri tergeletak di depan cermin besar.
Dengan panik Abi segera menggendong Raisa ke teras yang bersih dan menggoyang goyangkan tangannya.
" Rai, Raisa bangun Rai... Rai, bangunlah, gak lucu Rai ..ayo Rai...aduh gimana nih .." gumam abi semakin panik dan tak tahu lagi harus minta bantuan siapa karena sekolah sudah sepi mungkin gerbang juga udah di kunci.
Abi tetap mendekap tubuh Raisa, dia semakin panik, di genggamnya tangan Raisa kemudian leher dan pernafasannya dilihat masih hidup atau tidak.
Dan Abi sedikit lega karena Raisa masih bernapas..
" untunglah Rai kau masih bernafas, tapi gimana caranya agar kau bangun..apa aku siram pake air aja ya ..duhh kok tega banget sih gue..aduhhh trus gimana...ahaaa apa aku kasih nafas buatan ya, nanti dia marah lagi ama gue, gue lagi yang salah...ah ... bodoh ah yang penting dia selamat.." gumam Abi.
Raisa membuka mata dan mendorong Abi sekeras kerasnya.
bruaks achhhhh
" Apa yang lo lakukan, dasar kurang ajar lo " ucap Raisa dengan nada tinggi dan mata tajam melotot seperti elang yang akan menerkam mangsanya .
Abi meringis kesakitan karena punggungya ketiban papan yang ada di atas meja..
" Aduhhh Rai kok kasar banget sih lo, harusnya itu lo terimakasih ke gue sudah nolongin lo, coba kalau lo gak gue tolongin, masih pingsan lo di kamar mandi...aduhhh...punggungku seperti mau patah" ucap Abi dengan sedikit kesal.
Raisa hanya terdiam, dengan tatapan tajam dia tak bergeming .
" tapi kau keterlaluan bi, ini baru pertama bagiku, kau malah yang mengambilnya, orang yang sangat aku benci " ucap Raisa seraya menangis dan kembali duduk
" Rai maafkan aku, aku gak punya cara lain.." ucap Abi yang meringsek duduk di sebelah Raisa.
" gua mau pulang" ucap Raisa sambil berdiri.
__ADS_1
jedarrr
" hahhhhhh kok sudah sepi, mana yang lain...apa ini mimpi, aku sedang mimpi, di mana ini, eh ya di sekolah..." ucap Raisa yang panik, dan berlarian ke mana mana ..dan segera dia berlari ke kelas.