
Bu Nur memasuki kelas dengan senyum dan aura yang menyenangkan...
Semua siswa pun tampak antusias mendengar pengumuman apa yang dibawa Bu Nur yang membuatnya terlihat begitu bahagia lain dari biasanya.
" anak anak dengarkan ibu... sebentar lagi kelas kita akan mengadakan kegiatan out bond dan arum jeram untuk melatih fisik dan mental kalian..." ucap bu Nur dengan sumringah.
" hwao...." teriak semua anak anak dengan senangnya.
" Tapi ibu minta kalian kompak ya...kalian adalah satu tim kita akan bermain sambil melatih kekompakan dan kerjasama tim ... kalian paham...ok...jadwal kita adalah hari minggu ini... kalian akan terbagi menjadi 2 kelompok.
kelompok satu dipimpin oleh Abi dan kelompok 2 dipimpin oleh Miko.
dan Raisa ikut kelompoknya miko..." ucap bu Nur dengan tegas
" hahhhh..." Raisa dan Abi melotot bersamaan.
" aduhhhh bu, kok Abi gak satu kelompok sama Raisa sih..." gumam Abi sambil mengusap dengan kasar mukanya.
Bu Nur, melotot tajam ke arah Abi..
" hhh...ibu tau kamu pasti protes Abimana, tapi itu sudah menjadi keputusan ibu...!!!!" gertak bu nur.
" tapi bu ..!!!" protes Abi.
" tidak ada protes...ibu tau maksut kamu, semua yang ada di sekolah ini juga sudah tau kalian berdua pacaran, Karena itu ibu gak mau kalian berduaan terus di setiap kegiatan sekolah..ingat itu... dan untuk kalian semua ( murid murid yang ada di kelas) jangan sampai ibu melihat kalian pacaran di lingkungan sekolah atau di dalam kegiatan sekolah..paham kalian...!??" ucap bu Nur yang membuat Abi muak dan ingin menghajar guru sialan itu.
" sialan bu nur, apa apaan sih, masa gue gak satu kelompok sama Raisa..." gumam Abi sambil menahan emosi.
" ok .. sekarang kerjakan tugas yang ibu berikan tadi pagi, sampai jam pulang sekolah kalau sampai ada yang belum selesai akan ibu tambah tugasnya menjadi lebih banyak...!!!!" perintah bu Nur dengan tegas.
semua antusias mengerjakan tugas tugasnya, tapi Abi hanya melotot ke arah bu Nur.
Bu Nur pun tersenyum dan meminta Abi untuk keluar dan ikut ke ruang BK ...
Abi kali ini tidak protes dan dengan patuh mengikuti bu Nur di belakangnya... semua anak pun heran termasuk Raisa.
ceklekkkk
mereka berdua masuk ke ruang BK
" duduk BI.." perintah bu Nur.
Abi tak menjawab dan hanya memandang sinis ke arah gurunya itu.
__ADS_1
" aku tau yang kamu pikirkan Abi...tenang saja tidak akan terjadi apa apa dengan Raisa, Ibu akan selalu mengawasi setiap gerak gerik Miko...kamu tenang saja , kamu percaya kan sama tante... ya walaupun aku ini adiknya ibumu tapi di sekolah aku gurumu... sedangkan ibumu sendiri memintaku untuk mendidikmu." ucap Bu Nur..
" aku khawatir kalau miko bekerja sama dengan Sarah untuk berbuat jahat kepada Raisa, aku bisa diam kalau dia hanya merusak file ku dan bukan file anak lain... tapi kalau sampai dia berani menyentuh Raisa, gua gak terima,akan gue kejar sampai ke ujung dunia sekalipun !!!" ucap Abi.
"hhhh....anak muda memang ....cinta nomer satu di dunia....Bi, pikiran lah masa depanmu, sebentar lagi kamu lulus, ambil kuliah di belanda, cakapkan dirimu memimpin perusahaan kakekmu, papamu gak mungkin selamanya menjadi pemimpin perusahaan, kamulah yang akan meneruskan.
setelah kamu sukses baru kamu kejar cintamu..." ucap Bu Nur.
" hhh...jadi menunggu Abi sukses baru boleh pacaran dan mengejar cinta Abi, yang bebar saja ..!!!!
kalau memang itu prinsip tante, mangkanya sampai sekarang tante belum menikah padahal usia sudah berapa ?
sekarang aja teman teman tante sudah punya anak semua..." jawab Abi dengan terkekeh.
Bu Nur terdiam dan melotot ke arah Abi..
" kamu memang susah dibilangi " gertak bu Nur.
Abi tetap tersenyum...
" udah, tante mangkanya..jangan suka marah marah dan jangan gengsi...
kalau Abi lihat nih pak Arif sedang mengejar tante..udah terima aja, dia baik ,cakep, single PNS lagi, masa depannya terjamin...hahahaaa" ucap Abi menggoda tantenya.
sedang memikirkan dan mencerna apa yang dikatakan Abi.
" tan, abi kelas dulu ya, kalau bisa dirubah tolong dirubah tante , aku satu kelompok sama Raisa.." ucap Abi.
" tidak, keputusan tetap, tidak akan berubah..!!!" jawab buNur.
" Tante, kalau sampai terjadi apa apa dengan Raisa, tante akan menyesal..!!!" ancam Abi.
" kau berani ancam gurumu sendiri...!!!!" gertak bu Nur.
"hhh...palingan Abi dikeluarkan dari sini...!!!" ucap Abi santai membuat tantenya meradang.
" dasar...anak bandel...hhh....kalau kamu bukan anaknya kak Niar, aku gak mau bertoleransi sama kamu..." ucap bu Nur berapi api.
Abi tersenyum...
" udah lah tante, jangan suka marah marah, cobalah tante ngaca di cermin, buka kaca mata Tante, gerai rambut tante, dan berdandanlah lebih menarik jangan culun... Tante cantik kok mirip sama mamaku..wkwkwk..." ucap Abi sambil berjalan ke arah pintu dan kembali ke kelasnya.
Bu Nur, terdiam...dia mulai berpikir apa yang dikatakan ponakannya yang bandel itu.
__ADS_1
Bu Nur berjalan ke arah cermin, di buka kaca matanya yang tebal, kemudian membuka sanggul kecil di rambutnya...
dia tarik bajunya dan membuka satu lagi kancing bajunya bagian atas..
Dia berlenggak lenggok di depan cermin yang berada di ruangan itu, dan tanpa di sadarinya pak Arif dari tadi berdiri di samping pintu menatap bu Nur dengan melongo.
Bu Nur pun menoleh dan langsung merah pipinya karena malu, dan cepat cepat memasang sanggulnya lagi.
namun pak Arif menahannya dan menggenggam tangannya.
" Nura( nama panjang bu Nur), tunggu ...jangan disanggul lagi, kamu lebih cantik begini.." ucap pak Arif dengan tersenyum.
Dengan hati berdebar, bu Nur pun tersenyum dan kelicutan karena malu... begitulah mereka salah tingkah sendiri, cinta di usia yang sudah matang bahkan bisa dibilang telat menikah..
🌺🌺🌺
Jam pulang sekolah.
sebuah mobil hitam tiba tiba berhenti di depan Raisa dan teman temannya yang sedang berjalan dari gerbang sekolah.
" hai Rai, kamu pulang sama siapa, " tanya Verrel dari balik kemudi mobil sedan hitam miliknya .
Raisa pun malu sama teman temannya, dia hanya tersenyum...
" Raisa pulang sama Abi kak, dia lagi ambil motor nya..." jawab Raisa yang tak ingin memberikan harapan palsu pada Verrel.
Verrel hanya tersenyum kecut dan kecewa kemudian melajukan motornya tanpa menunggu Vea adik satu satunya.
" ih..kakak kok ninggalin Verrel sih .." teriak Vea.
" udah Ve, semua kakak memang begitu, seperti kak Raka, selalu menggodaku tapi sebenarnya dia sayang banget dengan kita" ucap Raisa dengan tersenyum.
Sedangkan Abi muncul dari belakang dengan motor gedenya yang keren bersama ke dua temannya Mido dan Deren.
Mereka pun segera pulang bersama.
" Abi,hari ini aku mau pulang ke rumah Bu Siti,aku kangen dengan ketiga kakakku, mereka pasti juga merindukan aku.." ucap Raisa sambil memeluk Abi dari belakang karena dibonceng sama Abi.
Abi hanya tersenyum..
" baiklah sayang, apapun ..asal kamu senang... tetaplah seperti ini, aku mencintaimu..." gumam Abi sambil mrnggenggam tangan Raisa yang melingkar di pinggang nya.
Dan mereka pun segera melajukan motornya untuk pulang.
__ADS_1