
Verrel semakin gak fokus membuat keempat temannya emosi.
" dah ...berhenti saja kita lanjutin aja besok, kesel gua lama lama..." ketus Dimas.
"sorry sorry gue emang lagi badmood jadi kurang konsentrasi..gua gua akan pesenin makanan biar Lo semua gak emosi lagi..." ucap Verrel sambil mengotak atik ponselnya.
saat sedang serius membuat pesanan tiba tiba ponsel Verrel berdering dan terlihat panggilan tak ada nama tapi foto profilnya membuat Verrel gugup sampai ponselnya jatuh...
Sontak semua teman temannya pun heran , kenapa nih bocah.
" aduhhh..."
" hahallo iya Raisa ya , ada apa Rai"
[ iya kak ini Raisa mau tanya Vea ada gak, soalnya dari tadi Raisa telp vea gak bisa dichat juga gak dibales..]
" o ..o..si Vea ada di kamar nya , hpnya mati kali , suka ceroboh tu anak hp mati gak tau .."
[ o gitu ya kak, bisa minta tolong ya kak, mau bicara sebentar aja sama Vea..]
" i iys boleh... sebentar aku bawa ke sana, ( sambil berjalan ke kamar Vea ) ngomong ngomong kamu kok tau nomorku dari mana "
[ o itu, Vea kemarin ksn telp kak Verrel pake ponselku, dan Vea lupa hapus ]
" o...pinter tu anak "
[ apa kak, kak Verrel ngomong sesuatu]
" oh..enggak enggak , ni vea, dah kalian ngobrol..ini ve telp dari Raisa kalau udah balikin , kakak ada di studio kakak"
Vea pun bangkit dari ranjangnya, yang ternyata dari tadi memang vea sedang tidur...
mereka pun ngobrol dan saling curhat masalahnya masing masing.
Hati Verrel berdegup kencang mengingat Raisa.
" gila , apa gue dah gila ya..." gumam Verrel.
" lo emang sudah gila rel" sahut Dimas.
setelah cukup lama Vea menggunakan ponsel kakak nya akhirnya dia datang ke stodio dan langsung mulut teman temannya nyolot aja godain Vea.
" hai, ve...makin cantik aja.. jalan yuk sama kakak.." goda Atta.
" hhh...ogah.." jawab vea ketus.
" ihhh kom galak sih rel adik lo "
" makanya jangan berani berani kalian godain adek gue, atau kalian berurusan ama gue..." Verrel menyunggingkan senyum smricknya.
" iya iya..." jawab Atta membuat yang lainnya terkekeh.
"o iya rel manasih foto cewek yanf buat Lo jadi orang bodoh " ketus Dimas yang membuat Verrel menimpuk kepalanya.
" enak aja lo"
"ni ... lihat "
Verrel memperlihat foto profil Raisa di ponselnya..ya memang Raisa gadis yang cantik imut dan cerdas , memang banyak memiliki nilai plus dalam dirinya..
__ADS_1
" tunggu tunngu sepertinya gadis ini gue familiar deh, gue seperti gak asing sama tu cewek ...ehmm...tapi siapa ya dan di mana gue pernah bertemu.." kata kata Atta yang membuat Verrel terbelalak.
" o iya, tu cewek pernah jalan sama Raka, anak kedokteran di kampus kita...tapi memang wajah mereka sedikit mirip lo..."
" ya emang Raisa itu adeknya kak Raka.." sahut Vea dari luar pintu.
" o...jadi adeknya Raka...duh nyesel gue musuhan sama dia selama ini.." gumam Verrel.
sontak keempat tenannya pu kaget,
" kok bisa bisanya seorang Verrel yang terkenal santun dan lembut,cool dan seorang selegram punya musuh..waras lo???" sahut lucky.
Verrel mendengus kasar , dia mulai menceritakan awal mula mereka berseteru, ya pastinya gara gara cewek..
π flashback onπ
Gadis itu bernama Kanaya, seorang mahasiswi ilmu hukum, dia gadis yang cantik dan cerdas..tak ada cowok yang bisa menolaknya..
Tapi meskipun begitu Kanaya adalah gadis yang tak mudah ditaklukkan..
Dulu Verrel dan Raka pernah terlibat cinta segitiga Antara mereka dengan Kanaya.
Verrel yang saat itu adalah kekasih Kanaya, lagi sayang sayangnya Kanaya minta putus karena Verrel terlalu protektif dan membuat dirinya tidak bisa berkembang apa apa di larang, apa apa gak boleh, akhirnya Kanaya memutuskan untuk mengakhiri hubungannya..
dan berselang sekitar dua bulan Raka hadir, yang gak sengaja hampir nabrak Kanaya dengan motor gedenya..
dan dari situlah Kanaya mulai ada perasaan sama Raka.. Tapi Raka sama sekali gak menunjukan ketertarikannya sama Kanaya.
Dengan berbagai upaya Kanaya berusaha menarik perhatian Raka dan lama kelamaan Raka menyambutnya dan mereka pacaran, tapi Verrel tidak terima dan berniat merebut kembali Kanaya.
berbagai cara, mulai dari mengeroyok dan menghajar Raka pernah Verrel lakukan..tapi tetap tidak membuat cinta mereka berakhir justru semakin dalam..
Akhirnya Verrel menyerah dan tak lagi mengganggu mereka sampai saat ini.
" gila lo rel, gak nyangka gue bisa lo sesadis itu cuma gara gara cewek.." gumam Dimas.
" karena itu , gue nyesel pernah berantem sama Raka, jadi susah gue mau deketin adeknya.." guman Verrel.
" lo kok PD amat mau deketin adeknya Raka,emang lo yakin dia gak punya pacar, hhh...gadis secantik itu mustahil masih jomblo.. sadar lo Rel.." sahut Atta.
Verrel kemudian menceritakan tentang kejadian waktu itu, dia menolong Raisa yang hampir terjatuh, ada pemuda menaiki motor gede warna merah, menatap ke arahnya tajam seperti penuh amarah, trus ketika dia berlalu, Raisa berusaha mengejarnya tapi gak bisa..
" nah itu pasti pacarnya.." ucap Dimas.
" jangan bilang lo mau menghajarnya juga..gua gak mau ikut ikutan, lagian dia juga masih SMA masih di bawah umur.."
" gue gak akan menghajarnya, gue akan bersaing dengan sehat kalau memang dia pacarnya.." ucapnya Verrel .
kemudian Atta yang sebenarnya tergila-gila sama Vea memberikan ide untuk menggali informasi tentang Raisa dari Vea sedangkan ujung ujungnya pasti meminta agar Verrel ijinin dia deketin adeknya, tapi tetap saja Verrel tidak memperbolehkan nya..duh Atta, kasihan banget sih....
π
Di kamar Raisa.
dret dretπ΅π΅
ponsel Raisa berdering.
Terdapat foto Abi dan nama panggilan sayangku..
__ADS_1
Dengan senyum yang mengembang Raisa pun menjawabnya.
" hai ..kenapa "
[ kok kenapa sih emang gak kangen...berapa lama kita berseteru kamu gak lagi mau peduli denganku, kau abaikan aku..]
" bukannya kamu yang lebih dulu mengabaikanku "
[ ehh...siapa bilang , kamu kan yang ninggalin aku duluan waktu di kantin]
" bukan ... kamu pokok nya kamu yang lebih dulu nyuekin aku..."
[ hhh... terserah deh..memang benar di mana mana kalau cewek itu gak pernah salah..cewek selalu benar..]
" lo emang aku yang benar ya gak maulah suruh ngalah, orang benar gak maulah suruh ngalah "
[ siapa yang minta ngalah sih ]
" nah tadi barusan"
[ enngak ngalah tapi mengaku salah]
" ya sama saja "
[ duhhh emosi gue jadinya...oke aku tutup telponnya sekarang]
" ihhh..tutup aja"
[ kok gak ngelarang sih ]
" ye situ yang telp , kalau mau tutup ya tutup aja..."
[ duh benar benar...huh hah huh... sabar bi sabar bi...beneran kalau deket aku samperin kamu sekarang juga..]
" trus mau ngapain"
[ langsung aku nikahi sekarang juga]
" ye...enak aja..."
[ habisnya emosi gua, mau mu apasih yang...]
" ya kamu minta maaf , ngaku salah ke aku "
[ trus kalau aku minta maaf ]
" ya aku maafin kamu "
[ ya udah]
" udah apanya"
[ ya udah minta maaf kan]
" hhh... terserah...deh.. oiya ada apa kamu telp jam segini.."
[ enggak ada apa apa cuma mau memastikan aja kekasihku ini masih cerdas atau sudah bergeser otaknya]
" hehhh...yang membuat bergeser itu kamu, Abimana Oscar...gak papa bergeser sedikit daripada bodoh.. karena pkebodohan itu merugikan banya pihak .. salah satunya kebodohanmu menuduhku merusak file itu.."
__ADS_1
[ ok ok aku minta maaf sayangku]
dan mereka pun saling ngobrol dan penuh suka cita.