
Sore hari di rumah sederhana.
Ayah dan ibu duduk bersama ke 5 anak anaknya..
Raisa duduk di Antara ayah dan ibunya sementara ke empat saudaranya duduk melingkar didepannya.
" anak anak, ayah dan ibu mau mengatakan sesuatu kepada kalian.." ucap ayah membuka perbincangan.
mereka pun terlihat penasaran dengan apa yang akan ayah mereka sampaikan.
" begini ya , Andre..kamu sebagai kakak paling dewasa di sini, kamu jaga adek adek mu ya , jaga mereka bimbing mereka.. sebenarnya ayah dan ibu sudah meminta kalian untuk pulang pada orang tua kandung kalian, tapi nyatanya kalian lebih memilih di sini bersama kami di hari tua kami.." ucap ayah mulai menitikkan air matanya.
" ayah ... Raisa gak akan meninggalkan ayah dan ibu " ucap Raisa sambil menangis memeluk kedua nya.
ke empat kakaknya pun mengangguk dan terlihat berkaca kaca.
" ayah dan ibu akan pergi dalam waktu dekat " ucap ibu.
" kemana bu , yah " tanya Raka heran.
ayah dan ibunya pun tersenyum..
" ayah sama ibu mau pergi umroh..." jawab ibu .
sontak mereka semua tersenyum bahagia..
" wah... selamat ya ayah ibu..." ucap Raisa.
" kapan ayah dan ibu berangkat " tanya Andre.
"satu bulan lagi tapi besok lusa ayah dan ibu berangkatnya karena mau mampir dulu ke kota sebelah sekalian berziarah ke makam kakek dan nenek kalian di kota c .." jawab ibu.
⚡⚡⚡
setelah mereka selasai membicarakan hal hal apa saja yang perlu disiapkan untuk umroh, ayah dan ibu pun beranjak dan siap siap untuk sholat ashar di mushola depan .
Andre, Raihan, Reno, Raka dan Raisa masih duduk di kursi depan.. mereka masih asik bercanda dan saling bercerita.
" Rai, kamu sudah tahu kan siapa Bima" tanya Raka kepada Raisa.
" ehem...tau , aku sudah tahu sih di kasih tahu bu Norma kalau kita satu ayah tapi beda ibu.. makanya kita mirip " jawab Raisa.
Raihan dan Reno melotot menatap Raisa dan Raka bergantian.
" ehm..emang iya, beneran jadi kalian saudara kandung..masa sih mirip...o iya mirip ,.kok aku baru sadar ya.." ucap Reno.
Kemudian Raihan menegang dagu Raisa dan memperhatikan wajah keduanya.
" iya ya...tapi kalian kok aneh sih , biasanya kalau ketemu saudara kandung itu ekspresi nya...wau...terus berpelukan lalu menangis mengharukan.." ucap Raihan sambil memperagakannya.
" ish....sinetron kali , biasa aja orang nyebelin kayak dia " jawab Raisa yang membuat Raka melotot dan menjambak rambut Raisa.
" hei bocah, berani bilang kakak nyebelin bukan hanya rambutnya kakak pelintir tapi telinga yang akan kakak jewer sampai lepas ngerti.." ucap Raka yang sudah emosi.
"aduhhh, kak Raka keterlaluan, kak Andre tolongin Raisa..."
" heh heh Raka, kalau ngomong di jaga ..gak baik bilang seperti itu..apa begitu ajaran kakak selama ini..." ucap Andre.
__ADS_1
Raka pun mendengus kesal.
" ehm ..tunggu , aku seperti pernah mendengar nama Bima di salah satu investor kampus..atau itu mungkin bima yang lain " gumam Andre.
" o iya kak, bagaimana kalau kita cari Bima??" ucap Raisa.
" iya, kita hajar dia, kita seret dan bawa berlutut dikaki ibuku.." jawab Raka.
" eh..ibuku dulu kak"
" ibu ku dulu "
" ish...kalian nih apa apaan sih, kualat tau.." gertak Raihan sambil menjitak kepala keduanya.
"aduhhh sakit tau kak " teriak Raka dan Raisa.
Andre hanya tersenyum..
" kalian gak boleh begitu ,biar bagaimanapun juga dia ayah kandung kalian, hormati dia sebagai ayah.." Ucap Andre dengan bijak .
Duh,emang si Raka ini suka emosi dan kasar, kalau dia jadi dokter pasti pasien nya pada takut.
tiba tiba sebuah mobil sedan mewah berhenti di depan rumah..kelima bersaudara tersebut melihatnya dari jendela.
rupanya yang turun dari mobil tersebut adalah seorang wanita tua yang rambunya semua putuh bersama seorang laki laki dewasa yang tampak angkuh dan dingin ,berjas mewah dan sepatu mengkilat.
" sepertinya bukan orang sembarangan" guman Andre.
deg deg
semua pun terkejut.
" ada apa kak !?!" tanya Raihan yang penasaran.
" Rai coba kau perhatikan wajah laki laki itu dan cara nya berjalan.." ucap Andre.
Raihan pun heran dan memperhatikan laki laki itu, kemudian mereka saling menatap.
" Rai"
" iya kak"
" kai sudah siap kehilangan kedua adek kita "
Raihan hanya menggeleng.
Raka dan Raisa heran apa sih yang dibicarakan kedua kakaknya dengan berbisik bisik itu.
tok tok tok
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam " jawab ibu dan ayah dari belakang .
" biar Reno yang bukain pintu Bu"
ceklekkkk
__ADS_1
" maaf apa benar ini rumahnya pak Rahmat dan bu Siti yang dulu bekerja di panti asuhan ya." tanya nenek nenek cantik itu.
" iya bu, bener ,mari silahkan masuk ,duduk bu, pak , silahkan duduk " ucap Bu Siti. mempersilahkan nenek dan laki laki itu duduk.
Andre , Raihan, Raka dan Raisa berdiri berjejer di samping jendela.
" maaf bu Siti, kedatangan kami ke mari untuk berkenalan dengan anak anak ibu, kami dari panti asuhan Permata, sudah Hampir 20 tahun kami mencari dan baru kali ini kami menemukan titik terang" ucap nenek mulai menitikkan air mata.
Bu siti dan pak Rahmat langsung paham ..
jedarrrrrr ⚡⚡⚡
seperti petir yang menyambar , dada ke duanya langsung sesak, apa itu berarti mereka akan mengambil ke dua anak kesayangannya..
walaupun mereka sebenarnya ingin anak anaknya kembali ke orang tua kandungnya, tapi tetap saja berat hati rasanya melepas anak anak yang dari kecil dibesarkan dengan peluh dan kasih sayangnya.
pak Rahmat dan bu Siti saling menatap dan berpegangan tangan untuk saling menguatkan.
ke lima anaknya hanya diam.
Andre dan Raihan yang sudah mengerti pun hanya diam dan mulai berkaca kaca .
bu Siti mencoba tersenyum..dan menatap ke arah anak anaknya..
" kalian ke marilah nak " pinta bu Siti kepada ke lima anak anaknya tapi tak ada yang bergeming, mereka hanya diam.
Dan, nenek tua yang masih terlihat cantik beserta laki-laki dewasa itu pun menoleh ke arah anak anak yang berdiri di dekat jendela.
deg deg
Nenek itu memperhatikan ke empat pemuda itu kemudian seorang gadis.
" Bim , lihatlah Bim, matanya, hidungnya , bahkan gak ada yang luput dari wajahmu, begitu mirip denganmu .." ucap nenek lirih sambil menutup mulutnya dengan kedua tanganya.
Bu Siti pun paham dan meminta Raka dan Raisa mendekat .
" Raka, Raisa sini nak" ucap Bu Siti yang dituruti ke dua anaknya itu.
nenek mengelus wajah Raka yang masih kebingungan, kemudian beralih ke wahah Raisa kemudian menciumnya.
" kalian pasti cucu cucuku , aky nenek kalian, dia Bima ayah kandung kalian.." ucap nenek .
jleg..
bagai tombak yang menusuk jantung.
Raka dan Raisa melotot dan mundur mendekati ibunya.
Bima tampak berkaca kaca dan mencoba menyentuh ke dua anaknya namun Raka dan Raisa menepis nya dengan tatapan kebencian.
" kau laki laki jahat yang membuat ibuku trauma, kau jahat, jangan kira aku mau bersamamu.." ucap Raisa yang membuat semua orang terkejut.
" dan kau laki laki bejat yang menghancurkan mimpi dan harapan ibuku , pantaskah kau kami maafkan.." ucap Raka yang juga penuh kebencian.
Andre memegangi pundak Raisa untuk menenangkannya.
sedangkan Raihan menepuk hangat pundak Raka.
__ADS_1