Aku Dan 4 Kakakku

Aku Dan 4 Kakakku
Cerita masa lalu


__ADS_3

Raka dan Raisa sama sama dengan cerita hidup masing masing..


Raka menceritakan masa kecil mereka yang menyedihkan di kala ayah dan ibu tidak memiliki cukup uang untuk pengobatan Raisa yang sakit sakitan di waktu kecil.


Raka bercerita sesuai apa yang diingatnya, dia mencoba merangkai seluruh ingatan masa masa kecil di rumah ini.


Ke tiga kakaknya yang sangat baik dan menyayangiya.


" Kak, emang nya dulu aku sering sakit ya " tanya Raisa.


" iya , dulu kamu sering sakit, kasihan ibu dan ayah selalu kebingungan untuk membelikan obat, kadang ibu harus meminta bantuan pengasuh panti.." jawab Raka.


" kok bisa begitu ya kak, kalau kak Raka sendiri bagaimana, sering sakit juga atau enggak,kita kan sama sama gak dikasih asi, kok cuma aku yang sering sakit."


" ya , bukan begitu juga konsepnya bocil.." ucap Raka sambil mengusap kepala Raisa.


" kamu dulu terlahir dari seorang wanita muda yang belum cukup umur Rai, kakak gak tau siapa dia, tapi ibu membawanya ke sini terus ibu bantu lahiran kamu setelah itu kakak gak ingat ke mana wanita itu pergi , aduhh...waktu itu kakak masih kecil, wajahnya saja kakak lupa, mungkin kak Andre yang ingat , kak andre sudah kelas 4 atau 5 SD waktu itu, iya kak Andre dan kak Raihan mungkin masih ingat semua." ucap Raka sambil menggosok gosok kepala nya untuk mengingat semuanya.


" terus kak !!!??"


" ya kakak gak tau , ibu pasti tau semuanya...kamu tanya sama ibu "


" aku takut kak , kalau aku tanya sama ibu, pasti ibu bersedih dikiranya aku gak sayang sama ibu " ucap Raisa sambil menunduk.


" enggak lah , ibu orang yang sangat baik, dulu waktu seumuran kamu aku sudah pernah bertanya tentang masa laluku, ibu memberitahu semuanya...ibu dan ayah tulus merawat dan menyayangi kita mereka juga tidak menutup nutupi masa lalu kita dan hubungan di antara kita..yang mereka tanamkan hanyalah kita harus saling menyayangi sesama saudara..cobalah kamu tanya ke ibu Rai." jawab Raka sembari menatap erat mata sembab Raisa.


" Rai, kalaupun kita tidak dibesarkan dalam satu atap dan satu keluarga, mungkin aku sudah lebih mencintaimu lebih dari adikku, tapi aku gak bisa , rasa sayangku tidak bisa lebih dari seorang kakak kepada adiknya, entah aku merasa seperti adanya ikatan lain yang menghubungkan kita..tapi biarlah tetap menjadi rahasia Alloh , suatu saat nanti Alloh akan memberikan jalan untuk kita bisa membuka semua rahasianya.." ucap Raka dalam hati.


" kak, jadi sekarang kakak sudah tahu siapa keluarga kakak sebenarnya.. maksut s


Raisa keluarga kandung kakak.." tanya Raisa.


" ehem..." jawab Raka singkat.


" ceritakan dong kak, Raisa pengen tahu siapa keluarga kakak sebenarnya "rengek Raisa.

__ADS_1


" ok ok , dengarkan ya, gak ada pertanyaan dan siaran ulang , ini menurut cerita ibu Dan aku sangat percaya sama ibu..denger !!! " gertak Raka kemudian duduk di depan Raisa dan mulai menceritakan tentang dirinya.


🌹 flashback on🌹


saat itu hujan deras , seorang laki laki penjual gado gado berteduh di sebuah gerbang besar sebuah ruman mewah besar .


Pak Rahmat, duduk sambil mengusap peluh yang bercampur air hujan.


Pak Rahmat adalah laki laki biasa yang sangat baik, sudah hampir 20 tahun pernikahannya tapi tidak jua dikarunai anak.


Tapi pak Rahmat tidak berburuk sangka kepada Alloh . sampai suatu hari mereka menerima anugerah berupa anak laki laki yang sangat lucu yaitu Andre dan Raihan yang menjadi cahaya baru dalam rumah tangganya. walaupun mereka bukan anak kandung melainkan anak dari panti asuhan.


krekkkkk...


saat pak Rahmat tengah duduk sambil sedikit melamun menunggu hujan reda, tiba tiba pintu gerbang di buka dan terjadi keributan dan teriakan dari dalam rumah itu..


" ma ma ma ... kembalikan anakku ma , dia darah dagingku ma aku mohon ma..." teriak seorang wanita muda yang cantik sambil menangis dan tampak dipegangi oleh seorang laki laki paruh baya..


Tapi wanita paruh baya yang membawa bayinya itu terus saja melangkah sambil membawa payung hitam besar dan bayi dalam gendongannya.


Wanita paruh baya itu bernama bu Tama istri dari pengusaha kaya raya Wisnutama.


" pak, bisa kah aku minta tolong, aku tahu anda orang baik, aku titip cucu aku ya pak, di sini ada nomor telp ku dan beberapa perhiasan emas untuk keperluan cucuku.." ucap bu Tama menyodorkan payung dan bayi itu kepada pak Rahmat.


pak Rahmat tak menjawab apa apa hanya menerima bayi dan payung itu karena masih syok dan tak tahu harus menjawab apa.


kemudian bu Tama masuk ke dalam gerbang itu, dan tersenyum menatap pak Rahmat sambil mengangguk.


setelah hujan reda, barulah pak rahmat membawa pulang bayi itu dan betapa terkejutnya bu Siti..


" kok ada ya pak, wanita setega itu kepada cucunya sendiri, untuk tadi bapak yang ada di situ kam bapak orang baik, coba saja kalau itu orang jahat atau entahlah..." ucap Bu Siti sambil menimang nimang bayi itu dalam gendongannya.


" bu, jangan ngomong gitu , sombong itu namanya, ya memang itu kehendak gusti Alloh bu, bayi itu menjadi rejeki kita , kita harus merawat dan membesarkannya dengan baik..o iya ini ada perhiasan dan nomor telp untuk kita bisa menghubunginya.. tapi biarlah kita simpan saja dulu nanti kalau bayi ini sudah besar biarkan dia menemukan sendirinya orang tua kandungnya.." ucap pak Rahmat.


" ya jangan pak, mereka pasti menyayangi anak ini, ya kita telp sekarang biar kan sewaktu waktu mereka kangen bisa datang ke sini, itu kan hak dia pak, kita hanya ikut saja apa yang Alloh kehendaki, toh mereka hanya menitipkan kan bukan memberikannya.." jawab Bu Siti.

__ADS_1


" terserah ibu lah, o ya , Andre sama Raihan sudah tidur.." tanya pak Rahmat.


" sudah" jawab Bu Siti.


🌹 flashback off🌹


"Begitulah Rai , kehadiran kakak di keluarga ini.." ucap Raka sambil mendengus dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.


" jadi kakak pernah bertemu mereka " tanya Raisa.


" hanya nenek , nenekku yang sering ke sini , dan tiap kali aku menanyakan ibuku , nenekku selalu menangis..


entahlah apa yang terjadi..." jawab Raka.


mereka pun larut dalam kesedihan masing masing...sampai sampai tak menyadari Andre dan Raihan sudah datang dan mengetok pintu dari tadi tak ada yang buka..


Tok tok tok...


ceklekkkk...


" maaf kak, tadi Raisa gak dengar aku dan kak Raka ngobrol di ruang belakang.." ucap Raisa sambil mencium tangan Andre dan Raihan.


" o.. Raka sudah pulang " tanya Raihan .


Raisa hanya mengangguk.


" ayah sudah pulang Rai " tanya Andre.


" belum kak "


Dan dari halaman tampak ayah membawa gerobak gado gado sedangkan Reno membonceng ibunya di belakang ayahnya.


" nah itu, mereka semua pulang.." ucap Raisa girang kemudian berlari menyambut ibu dan ayahnya.


Entahlah setelah mendengar cerita dari Raka, Raisa semakin menyayangi ibunya.

__ADS_1


mereka pun menolong dan membantu ayahnya .


__ADS_2